BANTENRAYA.CO.ID – Puluhan perusahaan berebut tender proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang.
Saat ini proyek strategis daerah (PSD) senilai Rp 48,5 miliar yang bersumber dari APBD Kota Serang dan sudah memasuki tahapan proses tender.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sebanyak 44 perusahaan tercatat mengikuti tender proyek revitalisasi ruang publik yang menjadi ikon pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat Kota Serang tersebut.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, rencana revitalisasi Alun-alun Kota Serang sudah memasuki tahap lelang, karena ada aturan terkait upah 0,5 persen menjadi 0,2 persen karena ada surat edaran dari analisa.
BACA JUGA : Bahrul Ulum Ajak Alumni Berkotribusi Pada Almamater
“Itu direview lagi dan mudah-mudahan itu bisa segera ada pemenangnya, dan bisa langsung pembangunan,” ujar Budi kepada Banten Raya, ditemui di Setda Puspemkot Serang, Senin (18 Mei 2026).
Ia menginginkan proyek revitalisasi Alun-alun bisa segera dimulai Juni 2026, dalam rangka percepatan pembangunan proyek strategis daerah (PSD). “Karena kita ngejar Desember itu sudah selesai. Sudah dilaunching,” ucap dia.
Disinggung perihal animo puluhan perusahaan yang mengikuti lelang proyek strategis daerah Kota Serang, Budi mengatakan bahwa itu bukan ranahnya karena dirinya hanya memantau saja.
Namun Budi menginginkan pemenang lelang proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang adalah perusahaan yang professional.
BACA JUGA : Mayoritas Penderita Diabetes Perempuan Usia Produktif
“Yang penting bagi saya ada pemenang yang bagus. Sesuai dengan aturan, sesuai dengan kompetisi, dan jangan sampai nanti pengusahanya ecek-ecek.
Tolong dicek itu Pak Iwan (Kepala DPUPR), jangan sampai nanti bangun dia pinjam-pinjam duit sama orang lain, karena kita mau tegas, bangun beres.
Nanti hasil akhir kan ada audit, ada evaluasi, ini sudah layak dibayarkan atau belum, nanti kan beliau akan didampingi oleh kejaksaan,” jelasnya.
Budi menegaskan, semua proyek strategis daerah (PSD) Kota Serang didampingi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang agar tidak salah prosedur, karena salah kebijakan juga bisa mengakibatkan kerugian negara.
BACA JUGA : Flyover Unyur Rampung 8 Bulan
“Makanya harus dikaji benar, harus hati-hati agar lelangnya bisa berjalan dengan baik dan yang mendapatkan pekerjaannya juga bisa bagus pekerjaannya,” tegas Budi.
Ia mengatakan, sebelum proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang dimulai akan dilakukan rekayasa lalu lintas, agar kendaraan yang lalu lalang di pusat Kota Serang tetap tertib.
“Ada dong itu sebelum lelang dia sudah punya dulu kan ada begitunya dulu. Termasuk median juga kita akan bongkar.
Kita besarin jadi gak ada lagi jalan penengah. Termasuk JPO yang di depan Ramayana itu harus dicabut,” tutup dia.
BACA JUGA : Pesantren Ibnu Syam Wisuda 45 Santri
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi mengatakan, pengerjaan proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang mundur,
lantaran kegiatan ini merupakan perencanaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang sehingga harus dilakukan kajian ulang,
karena ada beberapa kenaikan harga berkaitan analisa terhadap upah dan lain sebagainya, karena proyek ini merupakan program strategis daerah Kota Serang.
“Makanya kita dalam melaksanakan pekerjaannya, kita harus mengkaji, betul-betul mengkaji, sehingga dari kajian itulah kita mencoba untuk menyempurnakan.
BACA JUGA : Bahrul Ulum Ajak Alumni Berkotribusi Pada Almamater
Konsep perencanaan yang sudah ada dari Dinas Lingkungan Hidup. Sehingga pada saat sekali lagi pelaksanaan tidak lagi ada CCO atau perubahan-perubahan pada saat di tengah perjalanan pekerjaan. Jadi kita sempurnakan itu di beberapa bulan,” jelas dia.
Ia membenarkan perihal banyak perusahaan yang ambil bagian dalam lelang proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang.
“Betul kurang lebih hampir lima puluhan ya informasi yang saya dapat. Tinggal kami menunggu hasil evaluasi dari pada proses pelelangan PBJ, karena saya tidak boleh ikut campur dalam hal ini.
Nanti pada saat sudah ada pemenang atau gambaran baru mungkin nanti kita evaluasi sama-sama,” ucap dia.
BACA JUGA : Banten Darurat Sampah Perkotaan
Iwan menyebutkan, alokasi biaya untuk proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang hampir mencapai Rp50 miliar yang menyedot anggaran APBD Kota Serang. “Dari APBD itu Rp 48,5 miliar,” sebutnya.(harir)





