BANTENRAYA.CO.ID – Assa’adah Global Islamic School atau disingkat AGIS Kindergarten and Primary, Kota Serang, berkomitmen untuk menciptakan generasi yang berakhlak mulia melalui perpaduan kurikulum akademik dan pendidikan karakter.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, AGIS Kindergarten and Primary berdiri pada tahun 2016.
AGIS Kindergarten and Primary adalah lembaga pendidikan Islam yang berlokasi di Jalan Mayabon Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
AGIS Kindergarten and Primary adalah sebuah lembaga pendidikan dasar yang menggabungkan kurikulum nasional yang disempurnakan dengan nilai-nilai keislaman dan wawasan global.
BACA JUGA : Bahrul Ulum Ajak Alumni Berkotribusi Pada Almamater
Sekolah ini difokuskan pada pembentukan karakter, akhlak mulia, dan kompetensi akademik dasar.
Wakil Direktur Bidang Operasional dan Kerja Sama Internasional AGIS Kindergarten-Primary Abdurahman mengatakan,
AGIS Kindergarten and Primary berdiri pada tahun 2016. AGIS Kindergarten and Primary masih satu yayasan dengan Pondok Pesantren modern Assa’adah, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.
“Alhamdulillah di tahun 2016 mampu untuk mengembangkan lembaga pendidikan dari tingkat dini dan SD. Untuk SMP, SMA di Pondok Pesantren Assa’adah,” ujar Abdurahman kepada Banten Raya, Minggu (17 Mei 2026).
BACA JUGA : Tohirin, Dari Pramuka Bisa Keliling Indonesia
Ia menjelaskan, singkatan AGIS memiliki sarat makna, doa, dan harapan dari setiap hurufnya.
Huruf A adalah akhlak. AGIS ingin menanamkan akhlak kepada seluruh peserta didik, wali murid, dan juga guru-gurunya. “Jadi sebelum ilmu akhlak yang kita utamakan,” ucap dia.
Kemudian huruf G itu Global Citizenship. Pihaknya ingin menciptakan semua yang menjadi komunitas pembelajar di AGIS menjadi masyarakat yang global.
Hal ini dibuktikan dengan adanya pembelajaran digitalisasi, bahasa asing, dan sebagainya.
BACA JUGA : LPTQ Kabupaten Serang Genjot Pembinaan di Zona V
“Kita ingin menjadikan masyarakat yang ada di AGIS menjadi masyarakat yang global. Atau sederhananya mah tidak ketinggalan zaman lah, karena kita punya prinsip pendidikan adalah dinamis,” katanya.
Untuk huruf I adalah Integrity. AGIS ingin mencetak komunitas pembelajar yang berintegritas yang baik, dan itu memang menjadi nilai yang ditanamkan kepada komunitas pembelajar dalam hal ini peserta didik, wali murid, dan guru-gurunya.
“Bahkan siapapun yang datang ke AGIS, mereka harus mempunyai dan kita harus menanamkan nilai-nilai itu,” jelas Abdurahman.
Huruf yang terakhir adalah S. Huruf S adalah Service Be To Other yang artinya memberikan kebermanfaatan untuk orang lain.
BACA JUGA : CMBBS Terapkan Kurikulum Cambridge
Bagaimana AGIS bisa menanamkan nilai-nilai itu menjadi yang bermanfaat, bukan hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, tetapi juga bermanfaat untuk orang lain.
Abdurahman juga mengutip istilah bahasa Arab, khairunnas akhsanuhum furqon wa’anfauhum linnas. Sebaik-baiknya manusia adalah yang baik budi pekertinya, dan juga yang bermanfaat untuk orang lain.
“Jadi nilai ini yang memang kita tanamkan kepada semua stakeholder yang ada di AGIS. Tentunya ini yang akan menjadi outputnya. Lulusan AGIS ya tentunya akan mempunyai ciri khas tersendiri,” terang dia.
Abdurahman mengaku pihaknya tidak merasa khawatir dengan banyaknya sekolah-sekolah swasta yang juga basicnya sama-sama pendidikan agama Islam.
BACA JUGA : Waspada Marak Calo SPMB
AGIS Kindergarten and Primary memiliki ciri khas yang membedakan AGIS dengan sekolah-sekolah yang lain yaitu value.
Value itu yang memang menjadi keunggulan AGIS Kindergarten and Primary untuk terus meningkatkan, dan mungkin juga sekolah-sekolah swasta yang berada di sekitar AGIS bisa mengikuti seperti itu.
“Kami ingin menjadi pelopor untuk sekolah-sekolah untuk bisa meluluskan dan mencetak salah satunya mencetak generasi ke depan mempunyai pendidikan yang lebih baik. Yang membedakan sekolah yang lain kita punya venue,” katanya.
Abdurahman mengatakan, AGIS Kindergarten and Primary memiliki keunggulan dari sekolah-sekolah swasta yang ada di Kota Serang. Pembelajaran kurikulum akademik dikemas dengan pendidikan karakter dan wawasan global.
BACA JUGA : Banten Darurat Sampah Perkotaan
“Pembelajaran dan kurikulum yang ada di kita ini sifatnya dinamis. Kita mempunyai nilai tersendiri bagaimana pendidikan di AGIS itu meaning full education,” ujar Abdurahman.
Ia menjelaskan, AGIS Kindergarten and Primary memiliki ciri khas tersendiri dari sekolah-sekolah swasta yang ada di Kota Serang.
Salah satu ciri khas sekolah ini adalah menyajikan pembelajaran information communication and technology (ICT).
“Nah ini menjadi ciri khas kita. Sekarang yang membedakan di sini ada robot. Robot itu sebagai bagian dari ekstrakulikuler robotik. Ikonnya di sini. Robotik ini juga bagian dari kor kompetensi keunggulan di kita,” jelas dia.
Adapun untuk pembelajaran intrakurikuler di antaranya ada pembelajaran komputer.
Jika pemerintah pusat baru menggagas pembelajaran coding untuk siswa kelas V dan VI SD, sedangkan AGIS Primary sudah mengajarkan ilmu teknologi kepada peserta didiknya sejak tahun 2016.
“Jadi lebih awal sebelum pemerintah menggagas kelas 5 dan kelas 6 itu mempelajari tentang coding,” katanya.
AGIS juga memberikan wawasan global kepada para peserta didiknya dengan internasional language yakni Arab dan Inggris. Pembelajaran internasional language ini juga menjadi keunggulan AGIS Kindergarten and Primary.
BACA JUGA : Mayoritas Penderita Diabetes Perempuan Usia Produktif
“Karena memang levelnya itu global, maka tentunya dua bahasa yang menjadi poin utama itu kita terapkan,” ungkap Abdurahman.
Selanjutnya yang terakhir adalah pembelajaran tahfidz Quran. Ia mengakui bahwa hampir semua sekolah swasta ada pelajaran tahfidz Quran.
Harapan besar tahfidz menjadi keunggulan untuk bisa terus ditingkatkan.
“Jadi lulusan AGIS harus mempunyai value, yang tadi sudah saya sampaikan, dan keunggulan-keunggulan ini yang akan mereka juga dapatkan,” terang dia.
BACA JUGA : Banten Darurat Sampah Perkotaan
Abdurahman menerangkan, pembelajaran robotik, language internasional dan tahfidz Qur’an mulai diajarkan sejak di Kindergarten. “Dari TK.
Jadi robotik sifatnya hanya ekstrakurikuler, dan intranya hanya dasar saja bagaimana menciptakan pembelajaran yang menarik,” terang Abdurahman.
Untuk pembelajaran language internasional di Kindergarten hanya mengenal nama-nama benda agar bisa diterapkan dan diketahui, sehingga berkelanjutan di Primary-nya.
“Jadi kalau TK hanya dasarnya saja di pengenalan. Nanti di SD nya akan lebih kepada implementasi dan juga tentunya untuk di upgrade lagi entah itu gramatikalnya.
BACA JUGA : Tiga Oknum Polisi Diperiksa Propam
Sedangkan kalau bahasa Arab tentang kosakata, bukan lagi kata benda mungkin langsung kata kerja, kata sifatnya, dan sebagainya,” jelas dia.
Begitu juga di pembelajaran tahfidz Quran, jenjang Kindergarten ada tahapan untuk bisa memperbaiki bacaannya.
Untuk tingkat primary sudah mulai dengan hafalan-hafalan surat Al-Quran dan siswa SD AGIS sudah mempunyai target bacaan Al-Quran .
“AGIS akan genap 10 tahun in syaa Allah di tanggal 26 Mei bulan ini. Jadi satu dekade AGIS kita ingin meluluskan alumni-alumni kita minimal 2 juzz.
BACA JUGA : Al Khairiyah Pelopor Pendidikan Islam
Juzz dasar mulai dari dari juzz 30 lanjut juzz 29. Jadi lulusan AGIS minimal hafal 2 juzz, dan alhamdulillah beberapa anak sudah melampaui itu,” akunya.
Abdurahman mengatakan, dalam meningkatkan SDM, pembelajaran di AGIS Kindergarten and Primary berkolaborasi dengan lembaga pendidikan yang mumpuni. Contoh bidang akademik matematika berkolaborasi dengan ruang guru.
Lalu, bidang ICT berkolaborasi dengan tim robotik, kemudian bahasa internasional bekerja sama dengan Bunyan Islamic University.
“Semuanya kita punya standarisasinya. Standarisasinya tentunya kalau bicara abad 21 ada kolaborasi. Kolaborasi ini tentunya menjadi poin utama kita.
BACA JUGA : Al Khairiyah Pelopor Pendidikan Islam
Seperti contohnya akademi di bidang math kita kolaborasi dengan ruang guru. Dengan metode-metode yang mungkin ruang guru juga terapkan.
Dan tahfidz juga sama kita berkolaborasi dengan pihak tilawati regional 2 Banten. Dan ini kita berharap memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak dan semua stakeholder dan SDM-SDM yang ada di kita,” katanya.
Ia menjelaskan, pembelajaran robotik ada beberapa tahapan. Tahapan itu mulai dari membuat bangunan sampai bisa mengoperasikan.
Untuk kurikulum ini, lanjut Abdurahman pihaknya menggandeng dengan pihak yang berkompeten di bidangnya. Sementara untuk pembelajaran intrakurikuler robotik yang diberikan oleh AGIS hanya mempelajari tentang software dan hardware.
BACA JUGA : Bank BJB Gandeng PT Taspen untuk Pembayaran Manfaat Pensiun
“Jadi bukan menciptakan yang secara artian yang dipikirkan. Maksudnya bisa merakit sampai mungkin bisa jalan.
Misalnya merakit contohnya seperti mobil-mobilan yang anak-anak sering beli dirakit menggunakan lego ada beberapa mungkin aplikasi di laptop agar bisa mobil ini berjalan,” jelasnya. (harir)





