Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Baru Kranggot Mahal, Pedagang Sepi Pembeli

IMG 20250903 WA0047
Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Baru Kranggot. (Uri/Banten Raya)

BANTENRAYA.CO.ID – Kondisi perekonomian masyarakat di Kota Cilegon disinyalir mengalami penurunan daya beli.

Hal itu membuat pendapatan pedagang di Pasar Baru Kranggot menurun.

Selain faktor menurunnya daya beli, juga dipicu tingginya harga kebutuhan yang tinggi.

Bacaan Lainnya

Beras premium di Pasar Kranggot mencapai Rp16 ribu per kilogram atau masih tinggi dibandingkan Harga Eceran Tertinggi yang ditentukan pemerintah Badan Pangan Nasional (Bapanas) yakni Rp14.900 per kilogram.

BACA JUGA: Kantongi Sertifikat Hak Milik, 4 Kios di Blok Cangkring Pasar Induk Rau Tidak Dibongkar

Termasuk beras medium sendiri mencapai Rp15 ribu per kilogeam, sementara HET untuk beras medium ditentukan hanya Rp13.500 per kilogram.

Lalu minyak goreng untuk Minyakita harga mencapai Rp16 ribu sampai Rp17 ribu per liter sementara HET hanya Rp15.700 per liter.

Harga gula sendiri mencapai Rp18 ribu sampai Rp19 ribu, atau lebih mahal dari Harga Acuan Pangan yang ditentukan yakni tingkat konsumen  atau Ritel Rp Rp17.500 per kilogeam.

Pedagang Sembako Pasar Kranggot Edi menyatakan, tidak membantah jika harga jual diatas HET.

BACA JUGA: Himpunan Pedagang Pasar Serang Keberatan Pasar Induk Rau Dibangun Ulang

Hal itu menjadi wajar karena dari distributor harganya sudah cukup tinggi, untuk kenaikan harga sembako terjadi 2 bulan lalu untuk semua item.

Namun, meski sudah tidak mengalami kenaikan, tapi pembeli sudah menurun sangat signifikan.

“Naik 2 bulan lalu untuk sembako mah. Tapi sekarang daya beli lemah karena banyak faktor termasuk ekonomi masyarakat. Biasanya per hari 500 kilo terjual sekarang paling 200 kilo. Berkurang 60 persenan lah pembeli. Itu untuk semua bentuk sembako sangat menurun semuanya,” jelasnya.

Untuk beras premium, jelas Edi dirinya menjual seharga Rp16 ribu per kilogram dan medium Rp15 ribu per kilogram.

BACA JUGA: Penantang Baru di Pasar Otomotif Serang, MG Bakal Buka Diler Akhir Tahun Ini

“Kalau dulu harganya masih Rp15 ribu per kilo untuk premium dan medium seharga Rp13 ribu. Kalau sekarang sudah naik, beras premium juga sama,” jelasnya.

Edi menjelaskan, untuk stok sendiri masih sangat aman.

Artinya, warga masih bisa mendapatkan sesuai harga pasaran. Namun, jika stok sudah langka maka dari distributor itu otomatis menaikkan harga.

“Sekarang mah aman untuk sembako beras, minyak, telur dan gula. Semua masih sesuai harga pasaran. Tidak tahu kalau misalnya langka,” pungkasnya. ***

Pos terkait