Pendidikan Agama dan Keluarga Benteng Utama untuk Cegah Penyimpangan Seksual

aisyiyah
Peserta Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah saat penutupan di Pendopo Gubernur Banten, Sabtu, 6 September 2025. (Dok. Raffi/Banten Raya)

BANTENRAYA.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pendidikan agama dan penguatan peran keluarga merupakan benteng utama untuk melindungi generasi muda dari ancaman perilaku menyimpang, termasuk LGBT, seks bebas, hingga pornografi.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Talk Show Kebangsaan pada rangkaian Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah yang bertema “Hukum, Gender, dan Moralitas; Perlindungan Perempuan di Tengah Perdebatan LGBT dan Perilaku Menyimpang” yang digelar di Hotel Horison, Kota Serang, Banten, Sabtu, 6 September 2025.

“Generasi muda adalah aset bangsa yang harus dijaga moral dan akhlaknya. Jika perilaku menyimpang ini dibiarkan, masa depan bangsa bisa terancam,” ujar Yusril.

Bacaan Lainnya

Menurut pakar hukum tata negara itu, meskipun Indonesia sudah memiliki sejumlah perangkat hukum seperti KUHP, UU Pornografi, hingga aturan KPI, regulasi yang ada dinilai belum cukup kuat untuk membendung paparan perilaku menyimpang yang semakin mudah diakses melalui media sosial dan budaya populer.

Karena itu, ia mendorong lahirnya regulasi yang lebih tegas, termasuk pembahasan kembali RUU Anti Penyimpangan Perilaku Seksual yang pernah diusulkan di DPR.

Namun, ia mengingatkan bahwa, instrumen dari aspek hukum saja tidak cukup tanpa keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, serta organisasi keagamaan.

“Pendidikan agama, pengawasan orang tua, serta lingkungan sosial yang sehat adalah benteng utama agar anak-anak kita tidak terjerumus,” tegasnya.

Sebagai informasi, Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah mengangkat tema “Memajukan dan Mengokohkan Peradaban”.

Forum tersebut menjadi momentum bagi Nasyiatul Aisyiyah untuk memperkuat komitmen advokasi moral, keadilan, dan perlindungan generasi muda di tengah arus tantangan global. ***

Author: Akhmad Raffi

Pos terkait