BANTENRAYA.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (26 Januari 2026).
Tiga dari 10 orang ASN tersebut mendapat promosi ke eselon II.
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Banten nomor 57 tahun 2026, 10 pejabat yang dilantik yakni Komarudin, Siti Maani Nina, EA Deni Hermawan,
Rina Dewiyanti, Mahdani, Babar Suharso, Soerjo Soebiandono, Aan Fauzan Rahman, Iwan Hermawan, dan Iwan Ardiansyah Sentono.
BACA JUGA : Granoolize: Tempat Ngopi dengan Smoking Room yang Adem
Tiga nama yang mendapatkan promosi jabatan adalan Aan Fauzan Rahman, Iwan Hermawan, dan Iwan Ardiansyah Sentono.
Sedangkan sisanya merupakan pengisian jabatan definitif maupun rotasi jabatan.
Diketahui, Aan Fauzan Rahman sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian,
Kinerja, dan Disiplin pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, kini dipercaya menduduki jabatan Kepala Biro Organisasi pada Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten.
BACA JUGA : BUMDes Bina Karya Sudah Rugi Rp100 Juta
Iwan Hermawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),
resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggantikan Babar Suharso yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Kemudian, Iwan Adriansyah Sentono yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) kini menduduki kursi Kepala DP3AKKB yang sebelumnya ditempati Siti Maani Nina.
Sementara itu Siti Maani Nina sendiri kini resmi devinitif menjadi Kepala Inspektorat Provinsi Banten setelah sebelumnya menjadi Plt.
BACA JUGA : 19 Persen Remaja Banten Tak Sekolah
Selanjutnya, EA Deni Hermawan kini menduduki posisi sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Banten dari jabatan sebelumnya sebagai Asisten Daerah bagian Administrasi Umum pada Sekretariat Daerah Provinsi Banten.
Yang mana, jabatan tersebut kini diisi oleh Rina Dewiyanti.
Posisi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang sebelumnya diduduki Rina, kini ditempati oleh Mahdani yang bergeser dari jabatannya sebagai Kepala Bappeda.
Nama lain yang juga turut dilantik dalam penetapan kembali adalah Soerdjo Soebiandono sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Banten dan Komarudin yang kembali ditetapkan sebagai Asisten Daerah (Asda) 1 atau Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
BACA JUGA : Lezatnya Mpek-mpek Khas Palembang di D Shoop Kota Serang
Ditemui usai agenda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Ai Dewi Suzana menegaskan,
seluruh proses pengisian jabatan tersebut dilakukan melalui mekanisme manajemen kepegawaian yang objektif dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan melalui rotasi dan mutasi, penataan organisasi, serta pemetaan talenta. Prosesnya juga telah mendapatkan pertimbangan teknis dari BKN,” kata Ai.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menekankan, pejabat eselon II yang dilantik memiliki peran kunci dalam menggerakkan roda pemerintahan dan memastikan program pembangunan berjalan efektif.
BACA JUGA : SMAN 1 Cigemblong Sebut SPPG Kerap Bikin Kesalahan
Ia meminta agar para pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi, membangun kerja sama lintas perangkat daerah, serta bekerja secara adaptif dan responsif dalam memberikan pelayanan publik.
“Percepatan pembangunan membutuhkan pejabat yang mampu bekerja efisien, berkolaborasi, dan selaras dengan visi serta program prioritas daerah,” kata Andra.
Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan menyebut, pengisian jabatan eselon II menjadi prioritas sebelum Pemprov Banten melanjutkan pengisian jabatan struktural lainnya.
“Langkah ini dilakukan untuk menuntaskan kekosongan jabatan strategis dan memperkuat struktur organisasi pemerintahan agar lebih efektif dalam menjalankan program pembangunan daerah,” jelas Deden. (raffi)







