BANTENRAYA.CO.ID – Masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Amir Hamzah, genap satu tahun pada Jumat (20 Februari 2026).
Pasangan Hasbi-Amir menang mutlak dari dua pasangan calon (paslon) yang menjadi lawannya di Pilkada Lebak 2024, dengan mengumpulkan 330.126 suara sah.
Selama satu tahun berjalan, sejumlah kebijakan mulai dijalankan, salah satu yang paling mencolok yakni penataan kawasan perkotaan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak juga turut menetapkan pedoman pembangunan daerah yang berfokus pada sektor infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, hingga ketahanan pangan.
BACA JUGA : Ruang Isolasi RSUD Kota Serang Dipenuhi Pasien TBC
Tiga sektor itu juga yang dijadikan sebagai fondasi kebijakan Hasbi-Amir ke depan.
Di sisi lain, Banten Raya sempat membuat polling kepuasan masyarakat terhadap kinerja Hasbi-Amir.
Hasilnya, dari 1.746 tanggapan, 84 persen menyatakan ketidakpuasannya, dan hanya 16 persen yang menyatakan puas.
Kemudian dari 114 komentar warganet, mayoritas ketidakpuasan dikarenakan kondisi jalan yang rusak, sementara lainnya ialah soal aktivitas truk tambang yang marak. Beberapa bahkan ditemukan komentar yang berisi sentimen dinasti keluarga.
BACA JUGA : Satu Tahun Kepimpinan Andra Dimyati, Masih Gamang dan Minim Terobosan
Akademisi sekaligus Dosen Program Magister Kebijakan Publik Institut Kemandirian Nusantara (IKNUS) Arif Nugroho mengakui sulit menilai kepemimpinan Hasbi-Amir yang baru berjalan satu tahun.
Namun melihat masih banyaknya masyarakat yang mengeluhkan serta program-program di tahun pertama Hasbi-Amir menjabat, kondisi jalan masih belum diperhatikan oleh Pemkab Lebak. “Jalan masih belum mendapat perhatian,” kata Arif, Rabu (25 Februari 2026).
Kendati begitu, persoalan lain yang hingga kini disorot bahkan diakui langsung oleh Pemkab Lebak ialah kemampuan fiskal daerah yang masih sangat rendah.
Arif menyebut bahwa memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan hal terpenting di samping menentukan prioritas penggunaan anggaran. Arif menilai, hingga saat ini Pemkab Lebak belum memiliki sistem penyerapan yang optimal.
BACA JUGA : Kasus Tukang Ojek Tewaskan Penumpang Berakhir Damai
“Soal PAD ini tak hanya soal kreatif dan inovatif, tapi perlu sistem yang transparan dan akuntabel.
Saya contohkan, Pemkab itu mengelola beberapa terminal tipe C, tapi lapak-lapak di situ retribusinya masuk kemana? Begitupun dengan parkir yang jelas di Lebak banyak titik parkir. Ini tentu perlu direformulasi lagi,” imbuhnya
Selain memperkuat sistem, beberapa hal yang masih harus dilakukan oleh Pemkab Lebak ialah memanfaatkan sumber-sumber pendapatan yang ada, mulai dari pariwisata hingga kemampuan Pemkab Lebak dalam mengundang dan meyakinkan investor baru.
Kemampuan fiskal yang rendah serta belum optimalnya Pemkab Lebak dalam menggali potensi pendapatan dinilai Arif sebagai batu sandungan bagi Hasbi-Amir menjalankan programnya.
Kendati begitu, Arif turut mengapresiasi capaian Pemkab Lebak dalam menurunkan angka kemiskinan berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Di konfirmasi terpisah, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, mengakui bahwa ketergantungan pada pusat membuat program yang sudah disiapkan harus dijalankan secara bertahap.
Kendati begitu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi mengoptimalkan pendapatan daerah. Tahap awal, mengevaluasi dan mendata kembali target-target pendapatan dari sumber PAD.
“Seperti restoran-restoran, kita lihat kembali jangan-jangan targetnya terlalu kecil. Makanya kita harus mendata dan menyesuaikan kembali jika memang tidak maksimal,” kata Amir dihubungi.
BACA JUGA : Giro Surplus bank bjb, Solusi Cerdas Atur Dana Usaha Lebih Produktif
Selanjutnya ialah memperkuat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lebak. Dalam hal ini, pihaknya memanfaatkan status Kabupaten Lebak sebagai salah satu lumbung padi di Banten.
Kata Amir, Pemkab Lebak akan secara langsung mengolah padi hasil petani alih-alih dijual dalam bentuk gabah ke luar daerah.
“90 persen padi di Lebak itu dijual ke luar daerah. Jadi ke depan kita ingin olah dulu menjadi beras. Kalau keluar kan sumber uang malah hilang. Makanya kita ingin uang itu berputar di Lebak,” imbuhnya.
Amir juga mengakui masih banyak jalan di Kabupaten Lebak yang harus diperbaiki.
BACA JUGA : AHY Minta Pemda Buka Infrastruktur untuk Ruang Kreatif
Untuk tahun ini, pihaknya bahkan memaksakan untuk membangun jalan desa dengan menyiapkan anggaran hingga Rp25 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak Widy Ferdian turut memaparkan sejumlah capaian Pemkab Lebak satu tahun masa jabatan Hasbi-Amir.
Mulai dari penurunan kemiskinan dari 8,4 persen pada tahun 2024 menjadi 8,03 persen pada tahun 2025 dan Indeks gini ratio dari 0,257 pada tahun 2024 menjadi 0,235 di tahun 2025.
“Selain itu juga, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 68,33 pada tahun 2024 menjadi 69,24 di tahun 2025 dan Indeks infrastruktur wilayah dari 66,63 pada tahun 2024 menjadi 66,91 di tahun 202,” kata Widy.
BACA JUGA : Tukang Ojek Gugat Pemprov Rp100 Miliar
Selanjutnya ialah terkait Indeks ketahanan pangan dari 72,76 pada tahun 2024, menjadi 75, 16 di tahun 2025.
Menurut Widy, capaian itu merupakan hasil kerja Pemkab Lebak dalam satu tahun dipimpin Hasbi-Amir mulai dari penataan perkotaan dengan membuka ruang terbuka publik dan penataan ruas-ruas di wilayah perkotaan.
Langkah itu diambil lantaran Rangkasbitung merupakan pintu masuk Kabupaten Lebak. (aldi)





