BANTENRAYA.CO.ID – Sebanyak 21 penumpang bus wisatawan dari Bekasi, Jawa Barat dilarikan ke RSUD Cilograng,
Kabupaten Lebak dan Puskesmas Bayah akibat kecelakaan di turunan Cariang menuju pesisir Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak pada Selasa (24 Maret 2026).
Adapun total penumpang bus tersebut mencapai 36 orang.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lebak, Ipda Aris Setyawan mengatakan,
kecelakaan bus wisatawan yang mengangkut 36 penumpang dari Bekasi terjadi saat menuju objek wisata Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak.
BACA JUGA : Sambut Hari Kemenangan, Ini 6 Amalan Sunah Idul Fitri yang Sering Terlupakan
Kondisi bus dikabarkan mengalami kecelakaan di turunan Cariang.
Akibat kecelakaan yang terjadi pukul 07.30, tercatat 21 penumpang dilarikan ke Puskesmas Bayah dan RSUD Cilograng karena mengalami luka-luka.
Meskipun begitu, Aris memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.
“Ada 21 orang penumpang dilarikan ke RSUD Cilograng dan Puskesmas Bayah untuk mendapatkan penanganan,” kata Aris dihubungi.
Aris menyebut, kecelakaan pada bus jenis Hino bernomor polisi B 7885 FAA itu diduga karena sopir mengantuk.
BACA JUGA : Migo Land Cafe, Tempat Santai Keluarga dengan Konsep Alam Terbuka
Hal itu diperparah dengan kondisi jalan curam berupa turunan hingga kehilangan kendali dan masuk ke arah tebing.
“Kami bergerak cepat untuk melarikan penumpang yang mengalami luka-luka usai menerima laporan,” terangnya.
Pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Kasus ini masih dalam penanganan dan pendalaman pihak kepolisian. “Kami minta sopir jika mengantuk sebaiknya terlebih dulu istirahat,” katanya.
BACA JUGA : bank bjb Catat Kinerja Solid di 2025, Aset Tembus Rp221,4 Triliun
Dihubungi terpisah, Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Lebak Erwin Komarasukma yang turut memantau proses evakuasi, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut kecelakaan terjadi di tengah lonjakan trafik kendaraan menuju destinasi wisata di pantai selatan Lebak.
“Jalur ini memang padat sejak libur Lebaran. Tanjakan Cariang memiliki karakter medan yang cukup teknis, sehingga membutuhkan kesiapan kendaraan dan kondisi fisik pengemudi yang prima,” kata Erwin.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh korban telah ditangani dengan cepat oleh tim di lapangan.
Balawista bersama unsur terkait turut membantu pengamanan dan evakuasi guna mencegah kemacetan panjang di jalur tersebut.
Pengemudi diminta memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, serta beristirahat jika mengalami kelelahan sebelum melanjutkan perjalanan.
“Kami dari Balawista mengimbau para pengendara, khususnya wisatawan yang menuju kawasan Sawarna, untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Erwin juga mengungkapkan bahwa sebelumnya, peristiwa serupa sempat terjadi yang dialami oleh kendaraan angkutan kota (angkot) yang mengangkut rombongan wisatawan pada Minggu (22 Maret 2026).
BACA JUGA : Twibbon Idul Fitri 2026 Terbaru: Kumpulan Link Gratis untuk Media Sosial
“Jalur Tanjakan Cariang memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Lebak selatan, terutama saat volume kendaraan meningkat pada musim liburan,” kata Erwin. (aldi)







