Alun-alun Dirombak Total

Alun-alun Dirombak Total

BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam waktu dekat ini merombak total Alun-alun Kota Serang.

Pemkot Serang berencana membangun tugu air mancur menari dan golok Banten, agar nuansa ciri khas Kota Serang semakin nampak.

Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, fasilitas yang dianggap kurang memadai bakal dirombak.

Dalam proyek ini, akan dibangun satu ikon yang menjadi ciri khas Kota Serang yaitu tugu Golok Banten dan air mancur menari. “Air mancur menari dengan golok Banten itu satu tambahan ikon di Kota Serang,” ujar Iwan, Selasa (7 April 2026).

Iwan menjelaskan, golok Banten pilih sebagai ikon Alun-alun, karena berdasarkan kajiannya golok mencirikan khas Kota Serang.

BACA JUGA : Komunikasi Bupati Disebut Buruk dan Tak Tahan Kritik, Hasbi Amir Retak

“Tugu debus sudah ada. Mencirikan lambang debus. Tadinya juga ada beberapa masukan seperti yang lain, cuma kan kalau golok kelihatannya belum ada.

Kita punya ciri khas golok di Banten ini banyak. Ada golok Ciomas, ada golok Banten, ada sulangkar, ada macem-macem lah.

Kita coba untuk yang dikenal itu kan budayanya selain debus kita punya ciri khas kalau di Kota lain seperti Mandau, Kujang. Kenapa nggak di Kota Serang juga kita coba untuk tampilkan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dalam merevitalisasi Alun-alun juga ada beberapa hal yang harus dikolaborasikan.

BACA JUGA : Budi Rustandi Bikin Bahagia Warga Curug

Berdasarkan peraturan perundang-undangan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) fasilitas-fasilitas olahraga juga harus dipertahankan.

Kemudian fungsi-fungsi fasilitas publik untuk dioptimalkan seperti tempat bermain anak, dan fasilitas olahraga sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Di sana kita sediakan air minum yang bisa langsung diminum. Ini yang coba untuk sebagai fasilitas yang akan dilengkapi di salah satu Alun-alun nantinya,” ucap dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan membangun ikon-ikon lain sesuai keinginan Walikota Serang Budi Rustandi. Ikon-ikon lain itu salah satunya adalah pembangunan kubah seperti Masjid Agung Banten.

BACA JUGA : Kejar Target Rp10 Triliun, Pemprov Cari Sumber PAD Lain

“Jadi kubahnya yang tadinya berbentuk kubah masjid, ini seperti kubahnya Masjid Agung Banten agar nuansa Bantennya semakin nampak,” katanya.

Iwan mengatakan, untuk fasilitas lapangan upacara akan dipertahankan, karena itu digunakan untuk kegiatan kenegaraan, baik di lingkungan Pemkot Serang maupun kegiatan kenegaraan lainnya.

Ia juga menjelaskan, konsep revitalisasi Alun-alun yang baru akan melenyapkan gedung olah raga (GOR) bulutangkis Maulana Yusuf, dan merelokasikan ke kawasan Komplek Stadion Maulana Yusuf (MY), Ciceri sebagai pusat olahraga.

Rencana pemindahan GOR bulutangkis ini sudah melalui kajian bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

BACA JUGA : Ahmad Nuri, Tidak Siap Untuk Diam

“Jadi GOR yang ada kita akan hilangkan dipindahkan ke kawasan stadion. Jadi ruang lingkup untuk olahraga menjadi satu di sana.

Itu sudah kita kaji dengan Dispora bahwa sebelum dilakukan pembangunan kita hentikan pembongkarannya dulu itu berdiri GOR nya yang ada di kawasan stadion,” jelas Iwan.

Sementara, eks lahan GOR bulutangkis Maulana Yusuf akan dialihfungsikan menjadi lahan parkir kendaraan bermotor.

“Kemudian kita akan buat lahan parkir di sana sebagai penunjang yang nantinya terdampak terhadap persoalan kawasan inti dari alun-alun, penunjang Royal Baroe dan sekitarnya,” terang dia.

BACA JUGA : Wagub Minta Tindak Tegas Kasus Pelecehan di Untirta

Diperkirakan lahan parkir mampu menampung ribuan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

“Kalau dari kajian kita motor itu kurang lebih mencapai di angka 500-1000. Mobil juga kurang lebih di angka 200-300,” ucapnya.

Ia menegaskan, proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang mencakup keseluruhan kawasan Alun-alun Kota Serang.

“Alun-alun barat dan timur. Semuanya. Di kawasan Alun-alun barat dan di kawasan Alun-alun timur itu akan kita coba untuk revitalisasi,” tegasnya.

BACA JUGA : Ahmad Nuri, Tidak Siap Untuk Diam

Iwan menyebutkan, dalam revitalisasi Alun-alun ini ada satu daya tarik yakni perbaikan infrastruktur dan pembongkaran media jalan yang di lingkar luar Alun-alun.

Pembongkaran ini sudah berdasarkan analisa dampak lalulintas dan rekomendasi, karena kondisi Alun-alun sebagai fasilitas publik.

Di mana ada sekolah, RSUD Drajat Prawiranegara, perkantoran dan juga kegiatan perdagangan jasa seperti perhotelan dan lain sebagainya.

“Nah ini kajiannya adalah media jalan itu akan kita lakukan pembongkaran, itu terjadi penyempitan jalan, karena adanya satu perlintasan dan pertemuan di beberapa titik jalan dari beberapa titik jalan bertemu di sana.

BACA JUGA : Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Terpadu Merak Dipadati Pemudik dari Sumatera

Apalagi pada saat jam sekolah dan keluar sekolah, sehingga jalur tersebut betul-betul lebar untuk bisa meminimalisir terjadinya kemacetan,” jelas Iwan.

Iwan juga mengatakan, patung pahlawan di area monumen perjuangan masyarakat Banten yang mengapit Alun-alun Barat dan Alun-alun Timur juga akan dibongkar.

“Monumen patung itu akan kita bongkar. Itu nanti ada ikon tiga dimensi atau tiga arah golok Banten dan di sekelilingnya ada air mancur menari,” jelas dia.

Ia menegaskan bahwa konsep revitalisasi Alun-alun baru nantinya tidak mencontoh atau meniru dari daerah lain, melainkan menonjolkan ikon ciri khas Kota Serangnya.

BACA JUGA : Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon di Indonesia dan Korea Selatan

“Kita mencoba untuk Alun-alun ini tidak meniru konsep Braga atau Malioboro. Tapi ini betul-betul menjadikan ikon Kota Serang.

Ini artinya konsep kita adalah yang kemarin kita bangun Royal Baroe, sebagai penunjang untuk area kawasan intinya ya hari ini. Tahun ini yaitu Alun-alun,” tegasnya.

Iwan menyebutkan, revitalisasi Alun-alun Kota Serang menyedot anggaran APBD Kota Serang dikisaran Rp 60-65 miliar.

“Kalau anggaran untuk tahun ini Rp 48,5 miliar fisiknya. Kemudian kalau dari sisi perencanaan kita secara total kurang lebih di angka 60-65 miliar. Jadi pembangunan untuk tahun ini Rp 48,5 miliar,” sebut Iwan.

BACA JUGA : Di Tengah Gejolak Energi Dunia, Pertamina Dorong Energi Terbarukan

Ia memperkirakan proyek revitalisasi Alun-alun akan bergulir dalam waktu dekat ini, karena sedang berlangsung tahap lelangnya.

“Mulainya tahun ini mudah-mudahan di April kita sudah mencoba untuk tayang karena saya tidak mau gegabah perencanaannya ada di LH kita kaji ulang dengan teman-teman kejakasaan negeri karena ini ada PPS.

PPS itu untuk pendampingan proyek strategis. Pendampingan dari kejaksaan negeri,” tandasnya.

Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, proyek revitalisasi Alun-alun segera digarap karena masih sedang dalam proses lelang.

BACA JUGA : Dul Barid, Tidak Mudik Lebaran 

“Kita sudah dalam proses lelang insya Allah nanti bulan ini akan sudah mulai pembangunan di Alun-alun Kota Serang,” ujar Budi, kepada Banten Raya, Minggu 5 April 2026.

Ia menjelaskan, Alun-alun baru nantinya akan dibangun bangunan tiga ikon sebagai ciri khas Kota Serang.

“Iya ada golok, mencirikan khas kota Serang, lalu ada nanti pagarnya Kaibon, tapi gerbang aja ya, karena konsep kita adalah terbuka dan modern,” ucap dia.

Budi berharap revitalisasi Alun-alun ini menjadi ikon kedua setelah Royal Baroe, sehingga bisa mendongkrak kunjungan wisatawan luar ke Kota Serang.

BACA JUGA : Kejar Target Rp10 Triliun, Pemprov Cari Sumber PAD Lain

“Mudah-mudahan ini menjadi ikon kedua dari pada Royal baroe. Dan harapan besar saya ini bisa meningkatkan wisatawan masuk ke Kota Serang, dan bisa berbelanja agar ekonomi kita makin tumbuh,” harapnya.

Lantaran saat ini Alun-alun terbagi dua, yakni Alun-alun Barat dan Alun-alun Timur, ke depan Alun-alun akan digabung dan cukup dengan satu penamaan saja. “Kalau sudah jadi, ya Alun-alun Kota Serang. Digabung,” jelas Budi. (harir)

Pos terkait