Pilihan ke Sekolah Swasta Sinyal Ketimpangan Pendidikan

Pilihan ke Sekolah Swasta Sinyal Ketimpangan Pendidikan

BANTENRAYA.CO.ID – Fenomena meningkatnya minat orang tua menyekolahkan anak ke lembaga pendidikan swasta dinilai sebagai sinyal kuat masih terjadinya ketimpangan pendidikan di Provinsi Banten.

Pasalnya, kondisi tersebut bukan sekadar preferensi, melainkan cerminan kondisi sistem pendidikan yang belum merata.

Salah seorang Akademisi dari Universitas Serang Raya (Unsera) Usep Saepul Ahyar mengatakan bahwa pergeseran pilihan masyarakat ke sekolah swasta harus dibaca sebagai indikator menurunnya kepercayaan publik terhadap sekolah negeri.

“Ketika orang tua beralih ke sekolah swasta, itu bukan sekadar gaya hidup, tetapi sinyal bahwa kepercayaan terhadap sekolah negeri mulai terkikis,” ujarnya, Selasa (5 Mei 2026).

BACA JUGA : Anggaran Pelatihan KDMP Disinyalir Tak Transparan

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari ketimpangan kualitas pendidikan antar wilayah yang masih terjadi.

Ia mengatakan, ketimpangan pendidikan bukan hanya karena perbedaan wilayah seperti utara yang meliputi Tangerang Raya dengan wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang.

“Ada jurang pemisah yang tajam antara pendidikan negeri dan swasta. Seperti infrastruktur dan ketersediaan tenaga pendidik yang belum merata,” katanya.

Usep menegaskan, saat ini persoalan pendidikan di Banten bukan hanya soal akses, tetapi juga menyangkut kualitas layanan yang diterima masyarakat.

BACA JUGA : “Dari Catatan Manual ke Digital”: Transformasi Pembukuan UMKM melalui Aplikasi SiApik

“Kalau titik awalnya saja sudah tidak setara, sulit bagi siswa untuk bersaing secara adil,” ujarnya.

Ia menilai, pembenahan pendidikan di sekolah negeri tidak cukup dilakukan dengan menambah ruang kelas, melainkan membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih mendasar, terutama dalam peningkatan kualitas guru dan perbaikan tata kelola penerimaan peserta didik.

“Pembenahan sekolah negeri harus dilakukan agar bida kembali menjadi rujukan utama masyarakat,” katanya.

Sementara itu, akademisi dari Universitas Islam Syekh-Yusuf Adib Miftahul menilai jika fenomena meningkatnya minat orangtua menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta merupakan hal yang wajar, terutama bagi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi.

BACA JUGA : Anggaran Pelatihan KDMP Disinyalir Tak Transparan

“Ini hukum alam. Orang tua akan memilih sekolah yang dianggap terbaik untuk anaknya,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menekankan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa perbaikan sistem pendidikan negeri.

Menurutnya, ketimpangan kualitas sekolah antara wilayah Tangerang Raya dan wilayah selatan Banten masih cukup tinggi, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas tenaga pendidik.

“Persoalannya bukan ada atau tidaknya sekolah, tetapi kualitasnya yang belum merata,” katanya.

BACA JUGA : “Dari Catatan Manual ke Digital”: Transformasi Pembukuan UMKM melalui Aplikasi SiApik

Adib menyampaikan, seharusnya sekolah-sekolah negeri bisa melakukan langkah yang lebih progresif untuk mengatasi ketimpangan tersebut, salah satunya melalui pemerataan tenaga pendidik berkualitas.

“Kalau mau ada perubahan, guru-guru yang berkualitas harus didistribusikan ke daerah yang masih tertinggal untuk bisa mendongkrak kualitas sekolah negeri,” ujarnya.

Ia juga menilai, penguatan pendidikan vokasi juga dinilai penting untuk dilakukan agar lulusan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri.

“Sekolah vokasi harus diperkuat dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Karena saat ini banyak SMK-SMK negeri yang jurusannya tidak up to date dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya. (raffi)

Pos terkait