BANTENRAYA.CO.ID – Kondisi infrastruktur menuju kawasan wisata adat Baduy kembali menjadi sorotan.
Jalur utama yang melewati sejumlah pos pemberhentian dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius, terutama di titik terakhir, yakni pos 4 berlokasi di Cicakal Girang.
Diketahui, akses menuju Baduy memiliki empat pos utama yang biasa dilalui wisatawan, yaitu pos 1 Ciboleger, pos 2 Cijahe, pos 3 Binong, dan pos 4 Cicakal Girang.
Jalur di Pos Cicakal Girang tersebut terakhir kali diperbaiki pada tahun 2017 dan tidak ada perawatan sama sekali. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya perbaikan signifikan meski kondisi jalan terus mengalami penurunan kualitas.
Salah seorang warga sekitar, Ikhwan mengatakan, kerusakan paling parah terjadi di wilayah Cicakal Girang.
Jalan yang seharusnya menjadi akses penting bagi wisatawan justru dipenuhi lubang, longsor , hingga kondisi yang membahayakan pengendara.
“Saat musim hujan, jalan tersebut berubah menjadi licin dan sulit dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki,” kata Ikhwan saat dihubungi, Senin (4 Mei 2026).
Ia mengungkapkan, bahwa warga sangat kecewa terhadap kondisi tersebut. Dirinya menilai, kawasan Baduy sebagai destinasi wisata budaya unggulan seharusnya didukung dengan infrastruktur yang memadai.
BACA JUGA : RUPST Bank Bjb Resmi Tunjuk Pengurus Baru, Dorong Tata Kelola Lebih Solid
“Ini kan salah satu ikon wisata di Kabupaten Lebak, tapi aksesnya justru seperti tidak diperhatikan. Sangat disayangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain berdampak pada kenyamanan wisatawan, kerusakan jalan juga dinilai menghambat aktivitas masyarakat setempat.
“Warga yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata, pertanian ikut merasakan dampaknya, mulai dari berkurangnya jumlah kunjungan hingga meningkatnya risiko kecelakaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Kumala Idham meminta Pemkab Lebak melalui Dinas PUPR Lebak untuk segera bertindak memperbaiki akses menuju objek wisata Baduy.
BACA JUGA : “Dari Catatan Manual ke Digital”: Transformasi Pembukuan UMKM melalui Aplikasi SiApik
Sebab, kawasan Baduy tersebut tidak hanya sebagai simbol pariwisata, tetapi juga memastikan akses pendukungnya layak dan aman.
“Jangan hanya promosinya yang ditingkatkan, tapi infrastrukturnya diabaikan. Kami mendesak dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, khususnya di titik terparah di Cicakal Girang,” ucap Idham.
Ia berharap, adanya langkah cepat dan konkret, mengingat jalur ini merupakan urat nadi utama menuju kawasan wisata adat Baduy.
“Dengan potensi wisata budaya yang besar, perbaikan infrastruktur dinilai menjadi hal mendesak agar citra pariwisata Baduy tetap terjaga dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Tanpa perbaikan yang serius, dikhawatirkan kerusakan ini justru akan menjadi hambatan utama bagi kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Lebak,” katanya. (aldi)






