BANTENRAYA.CO.ID – Di tengah gejolak pasar global yang memicu fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan nilai tukar rupiah, pasar modal di Provinsi Banten masih mencatatkan performa positif.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Banten Fadly Fatah mengungkapkan, jumlah investor pasar modal di Banten mengalami lonjakan yang signifikan melebihi 1 juta Single Investor Identification (SID) atau nomor identitas tunggal atau kode khusus.
“Jumlah investor pasar modal Banten naik sebesar 254.193 SID investor sampai April 2026, jika dikalkulasikan sudah lebih dari 1 juta,” ujar Fadly kepada Banten Raya, Selasa (19 Mei 2026).
Menurut Fadly, tren positif ini tidak lepas dari peran aktif kelompok masyarakat baru yang mulai melek finansial. Pertumbuhan ini didorong oleh generasi muda.
BACA JUGA : 44 Perusahaan Berebut Proyek Alun-alun Kota Serang
“Masifnya program edukasi dan literasi pasar modal yang diperkuat bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) seperti perguruan tinggi, Galeri Investasi BEI, perusahaan sekuritas, hingga komunitas lokal,” imbuhnya.
Menanggapi situasi pasar yang bergerak fluktuatif akhir-akhir ini, Fadly menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah dan dinamika IHSG saat ini merupakan potret dari kondisi global.
“Faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, dan arus modal asing (capital outflow) memang sedang memberi tekanan ekshort,” ujarnya.
Namun, Fadly meminta masyarakat tidak perlu cemas berlebihan karena kondisi ini juga dirasakan oleh banyak negara lain.
BACA JUGA : Abah Jempol Dituntut 3,5 Tahun Penjara
“Kami melihat fundamental ekonomi dan pasar modal Indonesia masih cukup terjaga, sehingga pasar tetap memiliki daya tahan dalam menghadapi tekanan jangka pendek,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai estimasi waktu spesifik kapan IHSG akan pulih sepenuhnya ke level optimistis, Fadly menekankan bahwa hal tersebut sangat bergantung pada sentimen global dan domestik yang dinamis.
“Meski begitu, berkaca dari data historis, pasar modal Indonesia selalu memiliki ketahanan (resilience) yang sangat baik untuk bangkit kembali setelah tekanan eksternal mereda,” jelasnya.
Bagi para investor ritel di Banten, Fadly menitipkan pesan agar tetap bijak dalam menempatkan dana di tengah volatilitas market saat ini.
BACA JUGA : CMBBS Terapkan Kurikulum Cambridge
“Volatilitas pasar merupakan hal yang wajar dalam investasi. Yang terpenting adalah investor harus tetap disiplin dan bijak dalam menyusun strategi investasinya,” kata Fadly. (Raden)





