Siswa SMAK BPK Penabur Harumkan Kota Serang

Siswa SMAK BPK Penabur Harumkan Kota Serang

BANTENRAYA.CO.ID – Proses tidak akan mengkhianati hasil. Peribahasa ini tepat disematkan kepada Yuvia Carissa.

Berkat kerja keras, ketekunan, dan perjuangan yang dilakukan secara konsisten, siswa SMAK BPK Penabur Serang ini berhasil menggoreskan tinta emas untuk sekolah dan Kota Serang.

Awal mulanya Yuvia Carissa hanya terinspirasi oleh seseorang yang mahir dalam debat. Dari sanalah ketertarikan itu menjadi pemantik Yuvia Carissa untuk belajar dan berlatih tekun dalam berdebat berbahasa Inggris.

Diketahui, Yuvia Carissa sukses mengharumkan Kota Serang di tingkat Provinsi Banten. Yuvia Carissa berhasil mempersembahkan juara 2 Lomba Debat Indonesia (LDI) Bahasa Inggris tingkat Provinsi Banten 2026.

BACA JUGA : Program DIA KITA Bukti Nyata Komitmen Bank BJB Perkuat Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas

Secara individu Yuvia Carissa juga berhasil meraih peringkat ke-8 best speaker tingkat Provinsi Banten. Atas capaian gemilang ini, Yuvia Carissa memperoleh trofi dan sertifikat penghargaan.

Namun yang lebih penting adalah pengalaman berharga, Yuvia Carissa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, publik speaking, dan kemampuan berbahasa Inggrisnya.

LDI Bahasa Inggris dilangsungkan di Hotel Golden Tulip Essential, Kota Tangerang, 10-12 Juni 2026.

BACA JUGA : BGN Lebak Ngaku Dipersulit Peroleh Data Calon Penerima MBG

Yuvia Carissa mengaku bangga karena berkat prestasinya, nama SMAK BPK Penabur Serang dan Kota Serang makin harum di Provinsi Banten.

“Rasanya senang dan juga sangat emosional karena ini adalah pertama kalinya saya ikut kompetisi di tingkat provinsi,” ujar Yuvia, kepada Banten Raya, Minggu 14 Juni 2026.

Ia menyebutkan bahwa prestasi yang ditorehkan ini untuk kedua kalinya di ajang lomba debat bahasa Inggris.

“Ini prestasi kedua. Sebelumnya lomba debat Bahasa Inggris ESAFEST yang diselenggarakan oleh Untirta,” ucap dia.

BACA JUGA : Didukung bank bjb, Suroboyo 10K Jadi Magnet Sport Tourism dan Penggerak Ekonomi Lokal

Yuvia menuturkan bahwa prestasi yang berhasil digapai ada proses panjang yang telah ia lakukan. Ia harus berpacu dengan waktu pelaksanaan yang begitu terbatas.

“Sebelumnya tim saya sudah melakukan banyak riset tentang metode debat dan juga melakukan sparring dengan tim lain. Persiapan untuk debatnya sendiri itu kurang lebih 6 bulan, tetapi untuk Provinsi hanya kurang lebih 3-4 minggu saja,” tuturnya.

Meski telah mempersembahkan prestasi gemilang, Yuvia Carissa mengaku masih ingin terus menorehkan tinta emas untuk sekolahnya.

“Rencananya saya ingin mengikuti lomba-lomba akademik dan juga non-akademik lainnya. Saya berharap bisa mengikuti lomba debat di tahun depan ini dan juga mengikuti lomba Informatika,” ucap Yuvia penuh semangat.

BACA JUGA : 635 Kendaraan Dinas Pemkot Cilegon Nunggak Pajak

Yuvia mengungkapkan, awal mula tertarik dengan debat Bahasa Inggris karena terinspirasi dengan seseorang yang mahir dalam dunia debat.

“Jadi dulu saya dipertemukan dengan orang hebat yang memperkenalkan saya dengan dunia debat. Saya menyukai bagaimana debat membuat saya berpikir kritis dan memiliki empati serta wawasan yang luas.

Saya berharap dunia debat Bahasa Inggris maupun Indonesia bisa lebih banyak lagi diminati oleh siswa-siswi lain,” ungkap siswi kelas X SMAK BPK Penabur Serang ini.

Guru SMAK BPK Penabur Serang yang juga sebagai pembimbing Yuvia Carissa, Delphia mengatakan, Yuvia Carissa tergabung dalam kontingen Kota Serang untuk mengikuti LDI Bahasa Inggris.

BACA JUGA : Didukung bank bjb, Suroboyo 10K Jadi Magnet Sport Tourism dan Penggerak Ekonomi Lokal

Ia menjelaskan, perjalanan Yuvia Carissa menuju LDI Bahasa Inggris tingkat Provinsi Banten dimulai ketika sekolah memilih tiga siswa untuk mengikuti LDI Bahasa Inggris Tingkat Kota Serang.

Pada ajang tersebut tim sekolah berhasil meraih juara 2 tim dengan Yuvia Carissa memperoleh penghargaan second best speaker, sementara dua rekan satu timnya juga meraih peringkat ke-4 dan ke-8 best speaker.

Karena sistem di tingkat provinsi menggunakan kontingen, jadi tiga pembicara terbaik dari Kota Serang dipilih untuk mewakili daerahnya.

Yuvia kemudian bergabung dengan siswa dari sekolah lain dan membentuk satu tim kontingen Kota Serang yang akhirnya berhasil meraih juara 2 tingkat Provinsi Banten.

BACA JUGA : Banyak Vila Ilegal di Anyer

“Saya selaku guru pembimbing merasa sangat bangga, karena untuk kedua kalinya dapat mendampingi siswa hingga melaju ke ajang Lomba Debat Indonesia tingkat Provinsi Banten,” ujar Delphia, kepada Banten Raya, Minggu 14 Juni 2026.

Menurut dia, prestasi yang diukir Yuvia Carissa menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketekunan dapat mempersembahkan prestasi yang membanggakan.

“Saya berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani mengambil tantangan, dan mengharumkan nama sekolah melalui berbagai bidang yang mereka tekuni,” ucap dia.

Ia menjelaskan, LDI Bahasa Inggris diselenggarakan oleh pusat prestasi nasional atau Puspesnas. LDI ini dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat kota kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.

BACA JUGA : Lolos Seleksi Paskibraka, Siswa MAN 1 Kabupaten Serang Diberi Beasiswa

“Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi bagi siswa SMK untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berargumentasi dan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris,” jelasnya.

Delphia menerangkan, persiapan dilakukan selama kurang lebih satu bulan selama masa persiapan, siswa berlatih secara rutin untuk memperdalam materi, menyusun argumentasi, melakukan simulasi debat, serta meningkatkan kemampuan publik speaking dan penggunaan Bahasa Inggris.

Ia mengungkapkan, selama berproses banyak tantangan yang harus dihadapi Yuvia Carissa antara lain membagi waktu antara latihan dan kegiatan akademik, karena saat itu Yuvia juga sedang asas jadi antara latihan dan kegiatan persiapan asas tersebut sering bertabrakan.

Kemudian mempersiapkan berbagai mosi yang beragam, serta menjaga kepercayaan diri dan konsistensi performa selama kompetisi.

BACA JUGA : Budi Usul Denda THM Rp5 Miliar

“Selain itu pada tingkat provinsi, Yuvia juga harus beradaptasi dengan dua anggota tim baru dari sekolah lain karena sistem yang digunakan adalah sistem kontingen,” ungkapnya.

Delphia berharap prestasi ini menjadi motivasi khususnya bagi Yuvia Carissa untuk terus mengembangkan kemampuan debatnya.

Sebagai guru pendamping dan pembimbing, ia akan terus mengarahkan dan mendampingi Yuvia Carissa untuk mengikuti berbagai kompetisi debat yang diselenggarakan oleh universitas-universitas.

“Saya berharap pengalaman pengalaman tersebut dapat menjadi bekal yang berharga, sehingga Yuvia semakin matang dalam berdebat dan siap untuk kembali mengikuti lomba debat Indonesia atau LDI bahasa Inggris pada 2027 dengan persiapan yang lebih baik dan pengalaman yang lebih luas,” tandasnya.(harir)

Pos terkait