BANTENRAYA.CO.ID – Kabupaten Lebak, Provinsi Banten punya segudang destinasi pariwisata, baik alam hingga buatan.
Namun jarang ada yang tahu bahwa hanya 20 menit dari pusat Rangkasbitung, ada tempat wisata yang wajib dikunjungi.
Namanya wisata Waduk Karian, dengan genangan air seluas 1.740 hektare terhampar.
Dari fungsi utamanya sebagai penyedia pasokan air dan penghasil listrik, waduk terbesar ketiga di Indonesia yang baru diresmikan tahun 2024 itu juga berevolusi menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi.
BACA JUGA : 159 Jembatan Gantung di Lebak Rusak
Di Waduk Karian sendiri ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Mulai dari sekadar nongkrong, memancing, lari sore, hingga yang paling populer ialah destinasi sewa perahu kayu seperti yang berada di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Di sini, kamu hanya perlu merogoh uang Rp15 ribu per orang untuk bisa mengelilingi permukaan karian sepuasnya.
Pemilik sewa perahu, Sopian mengatakan bahwa selama berkeliling menggunakan perahu, pengunjung akan diajak ke lokasi-lokasi instagramable.
Hingga puncaknya, pengunjung akan diajak menyusuri kampung-kampung yang ditenggelamkan demi ambisi proyek Waduk Karian itu. Seperti yang berada di eks Kampung Sinday, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira.
BACA JUGA : Kejari Periksa Pegawai DPUPR Lebak
“Pengunjung jadi tahu, dulu di lokasi ini ada kehidupan sebelum akhirnya ditenggelamkan. Jadi ini bukan hanya wisata, tapi menyusuri kisah yang diceritakan lewat tenangnya genangan karian,” kata Sopian, Kamis (25 Juni 2026).
Di lokasi itu, pengunjung akan akan melihat atap-atap rumah yang belum sepenuhnya tenggelam.
Selain itu sebagai atraksi terakhir, dari atas perahu kayu pengunjung juga akan melihat sebuah masjid yang belum sepenuhnya tenggelam dan menyisakan bagian kubahnya.
Bagi Sopian, destinasi yang ia siapkan itu merupakan hal yang wajib dicoba, khususnya bagi masyarakat asli Lebak.
BACA JUGA : Pengusaha Enggan Pasok Batu Bara
“Cerita-cerita ini tidak boleh hilang. Dan lewat wisata kita coba memeliharanya,” ujarnya.
Di sisi lain, wisata perahu kayu Waduk Karian milik Sopian sendiri memiliki batas penumpang.
Perahu akan mulai dijalankan ketika penumpang sudah mencapai 10 hingga 12 orang. Hal itu demi memastikan keamanan selama perahu miliknya diajak menyusuri Waduk Karian.
“Keamanan ya sudah pasti, dari pelampung dan lain-lain. Jadi jangan khawatir,” terangnya.
BACA JUGA : Pemprov Usulkan 50 Ruas Jalan Masuk Program Inpres Jalan Daerah
Secara umum, Sopian menyebut bahwa wisata Waduk Karian termasuk sangat murah. Selain Rp15 per orang untuk naik perahu, pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang parkir sebesar Rp2 ribu untuk motor dan Rp5 ribu untuk mobil.
Selain itu lokasinya yang dekat pusat pemerintahan juga dipastikan tidak akan menyulitkan para pelancong.
“Apalagi ya rumah makan sudah banyak. Kalau butuh cepat, pedagang asongan ya tinggal panggil. Toilet dan mushola juga sudah diapakan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Yosep M Holis menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak juga terus berusaha melakukan peningkatan terhadap potensi wisata di Waduk Karian.
Meski perkembangannya cukup lambat, namun Yosep menjamin Waduk Karian bisa menjadi alternatif pilihan wisata di Kabupaten Lebak yang dekat dengan pusat kota. (aldi)





