Budi Rustandi Temukan Gangguan Teknis

Budi Rustandi Temukan Gangguan Teknis
Walikota Serang Budi Rustandi (tengah) saat sidak pelaksanaan hari pertama SPMB di SMP Negeri 2 Kota Serang, Senin (29 Juni 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Hari pertama pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026-2027 sempat terkendala teknis pada aplikasi pendaftaran.

Temuan kendala teknis itu diketahui saat Walikota Serang Budi Rustandi inspeksi mendadak (sidak) di SMP Negeri 2 Serang, Kota Serang, Senin (29 Juni 2026).

Sebelumnya, Budi Rustandi terlebih dahulu sidak di SMP Negeri 1 Serang. Saat sidak di dua sekolah tersebut, orang nomor satu di Kota Serang ini didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri, Staf Ahli Walikota (SAW) Serang Triningsih.

Budi Rustandi mengatakan, pihaknya sidak hari pertama pelaksanaan SPMB di SMP Negeri 1 Serang dan SMP Negeri 2 Serang dalam rangka memastikan pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026-2027 berjalan baik dan lancar.

BACA JUGA : Pegawai TNUK Tewas Diterkam Buaya di Pulau Peucang

“Hari ini saya sidak SPMB di SMP Negeri 1 dan 2 Serang. Ini dalam rangka untuk memastikan bahwa SPMB berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Budi, kepada Banten Raya.

Dalam sidak tersebut, ia menemukan keluhan salah seorang orang tua calon peserta didik yang kesulitan mengupload nilai rapor melalui handphonenya.

Orang tua calon peserta didik tersebut akhirnya datang langsung ke sekolah membawa rapor, nilai tes kompetensi akademik (TKA) dan sertifikat penghargaan untuk memverifikasi dokumen oleh operator SPMB jalur prestasi SMP Negeri 2 Serang.

“Tadi keluhan terkait bagi yang tidak keluar nilainya itu bisa diverifikasi, dan tentu verifikasi ini dalam rangka untuk bagi yang ada kendala seperti itu kan teknis,” ucap dia.

BACA JUGA : Gubernur Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Budi menegaskan, orang tua calon peserta didik yang terkendala teknis wajib mendapatkan pelayanan yang baik sesuai dengan aturan.

“Jadi bagi yang tidak terkendala teknis, itu akan mendapatkan verifikasi yang baik, sesuai dengan aturan dan persyaratan. Tentulah masyarakat harus mendapatkan keadilan,” katanya.

Ketika ada kendala upload data, Dindikbud dan pihak sekolah langsung mengambil langkah verifikasi data nilai rapor, TKA, dan sertifikat penghargaan calon siswa baru, sehingga SPMB berjalan baik dan lancar.

“Itu gunanya verifikasi untuk memastikan bahwa tidak ada kendala sedikitpun, dan memastikan apa yang diinstruksikan oleh saya berjalan dengan baik, dan lancar sampai tidak ada titipan siapapun,” jelas Budi.

BACA JUGA : Kepsek Curangi SPMB Bakal Dicopot

Menurut dia, kesulitan mengupload data nilai rapor, TKA, dan sertifikat penghargaan ini terjadi hanya pada satu calon peserta didik, karena proses penguploadan calon murid lainnya berjalan dengan baik dan lancar.

“Itu kan yang lain bisa cuman dia bisa enggak tahu tuh. Entah di internet dianya, apa kuota dari masyarakatnya, hingga jadi ke kita kan soalnya. Kecuali semua enggak bisa ya cuman dia aja enggak bisa,” tegas dia.

Bila ada temuan praktik transaksional pada SPMB 2026, Budi akan memberikan sanksi tegas hingga pencopotan jabatan sesuai dengan peraturan pemerintah tentang disiplin ASN.

Pemberian sanksi tegas itu sebagai bentuk komitmen Pemkot Serang dalam rangka mewujudkan SPMB ramah melayani dengan hati tanpa gratifikasi.

BACA JUGA : 159 Jembatan Gantung di Lebak Rusak

“Nah itu kita sudah komitmen dengan seluruh unsur Forkopimda. Termasuk kita dipantau oleh KPK, kementerian, tidak boleh ada transaksional benar-benar terjadi.

Saya pastikan akan kami sanksi sampai pencopotan ya sesuai dengan aturan ASN,” ancamnya.

Budi berpesan kepada seluruh orang tua murid untuk tidak tergiur melakukan transaksional pada SPMB tahun ini.

“Iya kepada seluruh orang tua saya pastikan tidak boleh ada titip-titipan tidak tergiur oleh transaksional ada yang menawarkan atau menjual-jual nama saya, menjual-jual nama Pak Kadis, menjual-jual nama kepala sekolah,” pesan Budi.

BACA JUGA : Gupi Cafe, Tempat Nongkrong dengan View Gunung Pinang yang Estetik

Ia juga mengimbau kepada seluruh kepala sekolah untuk tidak menghindar dari masyarakat saat pelaksanaan SPMB.

Budi meminta kepada para sekolah untuk menginformasikan pelaksanaan SPMB sesuai dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana.

“Sampaikan kepada mereka semua bahwa sesuai dengan aturan aja. Kita melaksanakan sesuai dengan aturan aja,” ucap dia.

Bila ada oknum ormas yang mencoba mengintimidasi lantaran tidak diterima, ia mendorong kepada para kepala sekolah untuk tidak gentar menghadapinya, karena pelaksanaan SPMB berjalan sesuai dengan aturan.

BACA JUGA : Sistem SPMB di Banten Dipuji KPK

“Kalau ada oknum ormas yang menekan kalau misalkan tidak diterima akan diramaikan, akan digoreng, atau diapakan jangan takut. Saya sudah perintahkan jangan takut kita berjalan sesuai dengan aturan.

Ngapain kita pasang badan untuk orang yang enggak bertanggung jawab? Kita jalankan sesuai aturan aja ngapain pusing ya,” katanya.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, empat jalur penerimaan yang dibuka pemerintah mendapat respons luar biasa dari masyarakat.

“Per hari ini jumlah pendaftar sudah mencapai 1.383 siswa di 27 SMP Negeri. Ini membuktikan masyarakat sangat antusias memanfaatkan empat jalur penerimaan yang telah disediakan,” ujar Nuri.

BACA JUGA : Sinergi bank bjb dan Primajasa Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi bagi Pengembangan Bisnis

Dari total angka tersebut, jalur domisili menjadi yang paling diminati dengan 945 pendaftar, disusul jalur afirmasi sebanyak 278 siswa, jalur prestasi 147 siswa, dan jalur mutasi sebanyak 13 siswa.

Meski lonjakan pendaftar cukup tinggi, Ahmad Nuri memastikan proses pendaftaran sejauh ini berjalan lancar.

Hanya ditemukan satu kendala teknis saat data peserta tidak muncul di aplikasi, namun persoalan itu langsung ditangani melalui proses verifikasi.

“Tadi hanya ada satu kendala teknis, tetapi langsung kita selesaikan sesuai standar penerimaan SPMB. Secara umum sistem berjalan aman,” jelas dia.

BACA JUGA : Mantan Walikota Serang Syafrudin Tutup Usia

Untuk mengantisipasi gangguan sistem, pihak Dispendbud bahkan menyiagakan tim teknis penyedia aplikasi selama masa pendaftaran berlangsung.

“Kami sudah melakukan maintenance sistem. Penyedia aplikasi wajib standby di Kota Serang, sehingga jika ada gangguan bisa langsung ditangani,” katanya.

Namun tingginya animo masyarakat ini juga memperlihatkan persoalan klasik setiap tahun, yakni terbatasnya daya tampung sekolah negeri dibanding jumlah lulusan SD yang jauh lebih besar.

Saat ini total kapasitas SMP Negeri di Kota Serang hanya mampu menampung sekitar 8.559 siswa, sementara jumlah lulusan SD tahun ini mencapai sekitar 13 ribu siswa.

BACA JUGA : Pegawai TNUK Tewas Diterkam Buaya di Pulau Peucang

Sebagai solusi, Pemerintah Kota Serang mulai mendorong pemerataan akses pendidikan dengan menggandeng 14 sekolah swasta yang telah terintegrasi dalam sistem aplikasi SPMB.

Tak hanya itu, di bawah kepemimpinan , Pemkot Serang juga menyiapkan skema bantuan Bosda Rp50 juta per sekolah swasta bagi sekolah yang bersedia bekerja sama membebaskan biaya SPP siswa.

“Kalau tidak lolos sekolah negeri, masyarakat tetap punya pilihan sekolah swasta. Pemerintah juga sedang menyiapkan dukungan pembiayaan agar akses pendidikan tetap terbuka luas,” tutur Nuri.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Kota Serang, Mohammad Syukur mengatakan, tahun ajaran 2026 hanya menyediakan kuota 288 siswa baru yang terbagi dalam 8 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 36 siswa per kelas.

BACA JUGA : Sinergi bank bjb dan Primajasa Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi bagi Pengembangan Bisnis

Keterbatasan kuota itu bukan tanpa alasan. Kondisi ruang kelas yang relatif kecil membuat sekolah tidak memungkinkan menerima siswa melebihi kapasitas yang ditentukan dalam petunjuk teknis.

“Rombel kita hanya delapan. Ukuran kelas kami berbeda dengan SMP lain seperti SMP Negeri 1. Ruangan kami lebih kecil, jadi maksimal hanya 36 siswa per kelas sesuai juknis,” ujar Syukur, kepada Banten Raya.

Ia menjelaskan, tim SPMB sebelumnya sudah melakukan survei langsung dan memastikan kapasitas tersebut merupakan batas maksimal yang diperbolehkan.

“Kalau dipaksakan lebih dari itu, posisi siswa akan terlalu padat bahkan sejajar dengan guru. Jadi memang tidak memungkinkan,” ucap dia.

BACA JUGA : Gupi Cafe, Tempat Nongkrong dengan View Gunung Pinang yang Estetik

Tahun ini, kata Syukur membuka empat jalur penerimaan, yakni zonasi 50 persen, afirmasi 20 persen, prestasi 25 persen, dan mutasi 5 persen. Meski kuota hanya 288 siswa, animo masyarakat terus melonjak.

Baru hari pertama, jumlah pendaftar sudah mencapai 135 siswa. Belajar pada pengalaman tahun sebelumnya, jumlah pendaftar diperkirakan kembali membludak hingga 700 sampai 900 calon siswa.

“Prediksi saya sekitar 700-an yang mendaftar. Sementara yang diterima hanya 288 siswa. Artinya pasti banyak yang tidak lolos,” ungkapnya.

Tahun lalu, jumlah pendaftar SMP Negeri 2 bahkan mencapai sekitar 800 siswa, membuat ratusan calon siswa harus menerima kenyataan gagal masuk sekolah negeri favorit. “Tahun kemarin yang daftar lebih banyak lagi sampai 800 siswa,” sebut Syukur.

BACA JUGA : Hotel Flamengo Favorit Pelancong

Syukur membenarkan bahwa di hari pertama ada orang tua calon peserta didik yang kesulitan mengupload nilai rapor melalui handphonenya pada saat proses SPMB tahun ini.

“Iya jadi orang tua murid itu mau mengupload nilai rapor anaknya melalui handphonenya melalui jalur prestasi akademik. Jadi minta tolong operator SPMB di bagian jalur prestasi untuk memasukkan nilai rapornya.

Kita verifikasi rapornya, TKAnya, dan sertifikatnya. Alhamdulillah sudah selesai,” kata Syukur.

Ia mengaku pihaknya tidak mengetahui secara detail penyebab orang tua calon murid kesulitan mengupload melalui handphonenya.

BACA JUGA : Bank bjb Perkokoh Peran sebagai Mitra Utama Dunia Usaha melalui 3 Nota Kesepahaman Strategis dengan Whuush Ojol, KADIN Jabar, dan MUJ

“Kayaknya jaringannya atau kuotanya. Diserver kita tidak muncul karena ada gangguan. Mungkin kekuatan provider jaringannya lemah,” tuturnya.

Syukur mengatakan, kendala teknis baru satu orang tua murid yang mengalaminya. “Sampai ini baru satu itu yang kesulitan semoga sampai hari terakhir lancar aja,” harap Syukur. (harir)

 

Pos terkait