Mantan Walikota Serang Syafrudin Tutup Usia

Mantan Walikota Serang Syafrudin Tutup Usia
Walikota Serang Budi Rustandi takziah di rumah duka mantan Walikota Serang Syafrudin di Lingkungan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa 23 Juni 2026.

BANTENRAYA.CO.ID – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Serang. Walikota Serang periode 2018-2023, Syafrudin Bin Syafei tutup usia, Selasa (23 Juli 2026).

Sejak kabar itu tersiar, banyak masyarakat berdatangan ke kediamannya yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, Lingkungan Cipocok Jaya, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Masyarakat takziah dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Syafrudin.

Warga yang melayat itu terdiri dari berbagai kalangan mulai dari keluarga, kerabat, tetangga, tokoh masyarakat, ulama, dan sejumlah pejabat dari Pemkot Serang, Pemkab Serang, Walikota Serang Budi Rustandi,

Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, mantan Wakil Walikota Serang periode 2018-2023 Subadri Ushuludin, Wakil Gubenur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, hingga Bupati Serang Ratu Zakiyah.

BACA JUGA : Ketua Fraksi PDIP Banten Raih Gelar Doktor dari IPDN dengan Predikat Cumlaude

Mereka duduk bersila seraya memanjatkan doa untuk almarhum Syafrudin.

Kedatangan mereka bukti bahwa almarhum Syafrudin begitu dihormati dan berdedikasi semasa hidupnya, khususnya saat memimpin Kota Serang selama satu periode.

Lantunan ayat suci Al-Quran menggema di kediaman almarhum Syafrudin dan tangisan dari salah seorang anggota keluarga semakin menambah suasana duka.

Jenazah almarhum Syafrudin disalatkan di Masjid Jami Al Ikhlas Lingkungan Cipocok Jaya, Kota Serang, setelah salat Ashar. Ratusan warga ikut menyalatkan jenazah almarhum Syafrudin.

BACA JUGA : Siswa SMAK BPK Penabur Harumkan Kota Serang

Jenazah almarhum Syafrudin kemudian dibawa ke Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang untuk disalatkan kembali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, jenazah almarhum Syafrudin disalatkan di Masjid Agung Ats Tsauroh atas usulan Ketua Dewan Pembina Masjid Agung Ats Tsauroh KH Embay Mulya Syarif sebagai bentuk dedikasi terhadap almarhum karena telah merevitalisasi masjid tersebut.

Usai disalatkan, jenazah Syafrudin dimakamkan di TPU Sumur Pecung, Kota Serang. Suasana haru dan kesedihan pun menyelimuti prosesi pemakaman yang berlangsung sore hari.

Sebelum jenazah Syafrudin tiba, istri mendiang dari mantan Walikota Serang Syafrudin, Ade Jumaiah tak kuasa menahan tangis sejak tiba di TPU.

BACA JUGA : Mahasiswa UNIBA Gelar Sosialisasi Penerapan Pola Hidup Sehat dalam Upaya Menekan Risiko Obesitas pada Keluarga

Berlembar-lembar tisu menyeka air matanya yang terus meleleh. Anak dan menantunya menguatkan Ade Jumaiah dengan mengusap-usap punggung dan dadanya.

Keempat putra almarhum Syafrudin, yakni Engka, Sandy, Sofa dan Bangkit menurunkan jenazah yang sudah terbungkus kain kafan.

Ade Jumaiah menyempatkan melihat ke liang lahat jenazah almarhum suaminya untuk terakhir kalinya di peristirahatan terakhirnya.

Sebelum meninggal dunia, Syafrudin sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Asih, Kota Serang, selama kurang lebih lima hari.

BACA JUGA : Pengusaha Enggan Pasok Batu Bara

Salah seorang keponakannya, Reinaldi mengatakan, almarhum Syafrudin dirawat di RS Sari Asih, Kota Serang, lantaran kesehatannya menurun.

“Awalnya tensi darah tinggi. Setelah itu komplikasi. Sabtu atau Minggu pulang. Karena waktu di rumah sakit juga pengennya pulang aja,” ujar Reinaldi, ditemui di rumah duka.

Sebelumnya kondisi almarhum Syafrudin, masih dalam keadaan sehat saat dijenguk oleh tetangganya.

“Sehat semalam juga ada tetangga yang nengok masih ketawa ketawa. Abis salat Subuh ngedrop. Iya namanya umur. Minta doanya semoga amal ibadah uwak diterima oleh Allah SWT,” ucap dia.

BACA JUGA : Jumlah Penerima Bansos Menurun

Serupa dikatakan tetangganya, Maruf. Ia mengatakan, almarhum Syafrudin terlihat sehat dan tidak pernah mengeluh.

“Tidak pernah ngeluh sehat-sehat saja setiap Subuh bareng saya ke musola. Rutin. Puasa taraweh juga bareng. Tidak menyangka salat subuh juga sehat-sehat saja,” kata Maruf.

Maruf juga menilai almarhum Syafrudin sebagai sosok pemimpin yang mengayomi dan memiliki integritas tinggi.

“Beliau adalah sosok pemimpin yang mengayomi dan memiliki integritas tinggi. Kami sangat kehilangan,” ujar Maruf, salah satu rekan kerjanya.

BACA JUGA : Favorit Pebisnis dan Keluarga

Walikota Serang Budi Rustandi turut yang takziah di rumah duka. Budi Rustandi disambut oleh warga, keluarga, sanak famili, tetangga, tokoh masyarakat, ulama, dan sejumlah pejabat pemerintah daerah Kota Serang yang lebih dulu takziah.

Budi Rustandi sempat masuk ke dalam rumah untuk mendoakan almarhum Syafrudin dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Setelah itu, Budi Rustandi berbincang dengan keluarga almarhum didampingi Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin.

Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, almarhum mantan Walikota Serang Syafrudin adalah sahabatnya kala dirinya menjabat Ketua DPRD Kota Serang periode 2019-2024.

BACA JUGA : MTS Al Khairiyah Karang Tengah Sekolah Sang Juara

Ia menyampaikan duka cita atas kepergian almarhum Syafrudin karena almarhum sosok teladan dalam kepemimpinan semasa menjabat Walikota Serang periode 2018-2023.

“Saya hari ini takziah ke almarhum mantan Walikota Serang. Yang mana saya adalah sahabatnya beliau.

Tentu saya merasa sedih ya. Karena bagaimana pun dia adalah saya anggap sebagai orang tua, senior dalam kepemimpinan,” ujar Budi, kepada Banten Raya.

Saat masih aktif menjabat sebagai penyelenggara pemerintahan Kota Serang, ia selalu bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan Kota Serang.

BACA JUGA : Siswa SMAK BPK Penabur Harumkan Kota Serang

“Tentu hari ini saya mengucapkan bela sungkawa. Semoga beliau dilapangkan kuburnya dan semoga beliau husnul khotimah,” ucap dia.

Budi mengenal almarhum Syafrudin sebagai sosok yang panutan. Almarhum sering mengingatkan dirinya agar senantiasa meminum air mineral hangat setiap hari untuk menjaga kesehatan.

“Ya, beliau selalu menasihati saya ketika saya menjadi ketua dewan. Selalu bilang, yang selalu saya ingat tuh gini. Pak Ketua, kalau pagi jangan lupa minum air putih hangat sambil ketawa-tawa,” kenangnya.

Kenangan indah bersama almarhum Syafrudin sering terjadi ketika pembahasan program-program Pemkot Serang kala itu.

BACA JUGA : Pengawasan Truk Tambang ODOL Lemah

“Obrolan kopi morning sama beliau setiap kali pembahasan terkait program-program beliau dulu. Dan hari ini saya bisa melanjutkan cita-cita beliau juga. Yang hari ini saya laksanakan adalah cita-cita beliau juga,” tutupnya.

Ungkapan duka mendalam dan rasa kehilangan pun dilontarkan Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin. Ia menilai almarhum Syafrudin sebagai salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki ibu kota Provinsi Banten.

Menurut Nanang, rekam jejak pengabdian almarhum telah meninggalkan dampak yang sangat luas bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kota Serang.

“Tentu kami di jajaran ASN dan birokrasi merasakan betul banyak hal luar biasa yang telah beliau lakukan untuk kita semua.

BACA JUGA : Mahasiswa UNIBA Gelar Sosialisasi Penerapan Pola Hidup Sehat dalam Upaya Menekan Risiko Obesitas pada Keluarga

Gaya kepemimpinannya seperti seorang orang tua kepada anaknya. Beliau orang yang sangat baik dan sangat peduli (care) terhadap masyarakat,” ujar Nanang.

Ia membeberkan bahwa sisi humanis almarhum yang jarang tersorot kamera. Almarhum dikenal sebagai sosok yang enggan berjarak dengan rakyat.

Setiap kali ada warga yang kemalangan atau menggelar nikahan (hajatan), Syafrudin selalu berusaha hadir paling depan.

“Orangnya sangat bersahaja dan saya bersaksi beliau adalah orang yang sangat baik. Begitu banyak kesan positif yang beliau tinggalkan bagi kami semua.

BACA JUGA : Pandeglang Ditetapkan Jadi Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi

Insyaallah, semua dedikasi dan jasa-jasa yang telah ditanamkan selama periode kepemimpinan beliau akan selalu kami kenang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nanang memuji kecerdasan emosional (EQ) yang dimiliki almarhum semasa hidup. Di tengah tekanan berat sebagai kepala daerah, Syafrudin dikenal sebagai figur yang tenang dan tidak pernah meledak-ledak.

“Beliau sangat pandai mengelola emosi. Jarang sekali melihat beliau marah. Almarhum selalu mampu mengendalikan amarahnya dengan sangat baik dan senantiasa bertutur kata santun kepada siapa pun,” tuturnya.

Ia menegaskan, perjalanan hidup almarhum Syafrudin adalah cerminan role model yang sempurna bagi para aparatur sipil negara (ASN) maupun tokoh politik.

BACA JUGA : Pemkot Serang Rencanakan Bangun Serang Convention Center

Kariernya merangkak dari bawah sebagai Lurah, Camat, Kepala Dinas, hingga akhirnya dipercaya rakyat memimpin kota melalui jalur politik.

Namun, yang paling menginspirasi bagi Nanang adalah jiwa besar dan sikap kesatria almarhum dalam berdemokrasi.

“Beliau adalah orang yang sangat konsekuen. Ketika hasil pemilihan umum (Pilkada) tidak berpihak kepadanya, beliau dengan tulus menerima kekalahan dan langsung mengucapkan selamat kepada para pemenang.

Sikap legawa ini adalah contoh terbaik, tidak hanya bagi birokrasi, tetapi juga bagi para politisi di negeri ini,” ujarnya. (harir)

Pos terkait