BANTENRAYA.CO.ID – Sistem pendeteksi gelombang tinggi dipasang di kawasan Tanjung Lesung Beach Hotel di wilayah Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
Alat berupa Indonesia Tsunami Early Warning Sistem ini berfungsi mendeteksi jika terjadi gempa bumi yang dibarengi dengan bencana tsunami.
Managing Director KEK Tanjung Lesung Widiasmanto menerangkan, kawasan Tanjung Lesung sudah dipasang sistem pendeteksi gempa.
Alat tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat yang berfungsi mendeteksi bencana alam.
BACA JUGA : Benahi Irigasi, Banten Diguyur Rp1 Triliun
“Ya, sudah ada beberapa alat mitigasi kebencanaan yang dipasang di Tanjung Lesung bantuan dari pemerintah. Adanya alat itu sebagai bagian dari mitigasi bencana,” kata Widi, Kamis (16 Juli 2026).
Dijelaskannya, alat tersebut sangat berguna untuk peringatan dini bagi wisatawan dalam menghadapi bencana alam.
Sebab, alat itu bermanfaat untuk mengetahui kebencanaan secara cepat dan bisa memberi informasi kepada wisatawan.
“Alat ini merupakan mitigasi bencana untuk wisatawan. Jadi ketika wisatawan berwisata lebih aman dan nyaman. Apalagi alat ini bukan hanya kebencanaan di Pandeglang, tapi seluruh Indonesia,” jelasnya.
BACA JUGA : Selalu Libatkan Pengusaha Lokal, PT Asahimas Chemical Banjir Apresiasi
Menurutnya, alat tersebut sangat bermanfaat untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung. Dipastikan, Tanjung Lesung aman dikunjungi para wisatawan.
“Dengan alat itu kita akan tahu kapan terjadi bencana, sehingga lebih dini kita akan mengetahui kapan terjadi bencana alam, dan wisatawan lebih aman ketika berwisata,” ujarnya.
Widi menerangkan, tingkat kunjungan wisatawan sudah kembali meningkat. Bahkan, banyak wisatawan luar negeri mengunjungi kawasan Tanjung Lesung.
Dengan adanya peningkatan pengunjung dipastikan obyek wisata di Tanjung Lesung aman bagi para wisatawan.
BACA JUGA :Perbaikan Jalan Biang Kerok Macet di Pertigaan Tol Cilegon Timur
“Sekarang ini Tanjung Lesung sudah banyak dikunjungi wisatawan dari luar negeri dari Inggris, Jerman, Prancis, dan Amerika.
Walaupun hanya 1 pasangan sempat tinggal satu minggu di Tanjung Lesung,” imbuhnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran Pandeglang, Nana Mulyana mengatakan, alat pendeteksi gempa yang dipasang di Tanjung Lesung merupakan bantuan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Alat tersebut sangat berguna untuk peringatan dini bagi wisatawan dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. “Alat itu sangat kita butuhkan untuk deteksi dini bencana alam yang akan terjadi seperti gempa,” katanya. (yanadi)





