Muhsinin Sebut MBG Dibutuhkan Masyarakat

Muhsinin Sebut MBG Dibutuhkan Masyarakat
Muhsinin (Anggota DPRD Provinsi Banten).

BANTENRAYA.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Banten Muhsinin menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat dibutuhkan masyarakat.

Penegasan itu ia sampaikan setelah berkomunikasi langsung dengan para siswa, wali murid, hingga pimpinan pondok pesantren.

Meski program MBG masih menuai pro dan kontra, Muhsinin memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini memiliki manfaat yang jauh lebih besar ketimbang mudaratnya.

“Menurut pengamatan saya dan hasil sidak ke lapangan, kebetulan mitra saya di pendidikan, saya juga survei ke sekolah-sekolah di masing-masing daerah, terutama Jawa Barat, memang saya tanya prospeknya bagus untuk ke depannya, terutama untuk siswa-siswi yang kurang mampu,” ujarnya, Rabu (7 Oktober 2026).

BACA JUGA : Budi Rustandi Salurkan Bantuan Modal UMKM

Polemik soal MBG, mulai dari persoalan hukum hingga kasus keracunan, merupakan dinamika yang memungkinkan terjadi karena program berskala nasional.

Menurutnya, hal tersebut sudah ditangani oleh pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Adapun polemik dari awal, baik menyangkut persoalan hukum itu sudah ditangani oleh pemerintah dan APH. Polemik pro dan kontra sudah biasa, itu ciri khas demokrasi,” kata Muhsinin.

Muhsinin yang juga Ketua ABPEDNAS Provinsi Banten ini menyampaikan, dampak ekonomi dari program MBG terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

BACA JUGA : Warga Minta Pemerintah Tak Hanya Janji

Satu dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan puluhan tenaga kerja.

“Apabila terjadi penutupan, menurut pengamatan saya banyak mudaratnya. Terkait masalah pengangguran itu otomatis akan bertambah. Satu titik dapur MBG membutuhkan pekerja sampai 40 orang lebih,” ungkapnya.

Sebagai perbandingan, Muhsinin juga mengaku telah meninjau langsung salah satu SPPG di Kabupaten Bogor.

Di sana manajemen dan penanganannya dinilai sudah bagus dan layak menjadi contoh bagi pengelola lain, terutama di Provinsi Banten.

BACA JUGA : 31 Ribu Warga Banten TBC

“Saya tinjau bagus sekali manajemennya. Ini yang perlu dicontoh oleh pengelola-pengelola MBG di kabupaten/kota di Banten ini, terutama masalah kebersihan dan kesehatan harus dijaga.

Jangan sampai terjadi keracunan akibat kelalaian dan pengelolaan yang kurang bagus,” paparnya.

Politikus Golkar ini juga mendorong agar evaluasi oleh pihak-pihak terkait agar terus dilakukan, agar tidak ada lagi kasus keracunan yang merugikan penerima manfaat.

“Pada prinsipnya saya melihat dibanding yang kontra lebih banyak masyarakat yang mendukung program MBG ini,” tuturnya.

BACA JUGA : 26 Tahun Provinsi Banten, Pembangunan Merata Untuk Semua

Ia juga memastikan, hasil komunikasi langsung dengan siswa penerima manfaat mereka mayoritas merasa terbantu dengan adanya MBG ini.

Bahkan, pimpinan pondok pesantren menyampaikan langsung akan manfaat dari MBG ini.

“Saya tanya langsung ke pimpinan pondok pesantren, manfaatnya luar biasa. Yang tadinya beli makan jadi tidak beli.

Alhamdulillah lumayan untuk menambah gizi para santri. Terus selain siswa san santri, Balita sama Lansia juga merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

BACA JUGA : Budi Rustandi Salurkan Bantuan Modal UMKM

Muhsinin meyakini program MBG dapat menekan bahkan menghilangkan kasus stunting dan gizi buruk di Provinsi Banten.

“Dampak positif dari program ini luar biasa, sehingga layak untuk dipertahankan dan diteruskan,” katanya. (tanjung)

Pos terkait