Mengkhawatirkan: Kasus Kejahatan Perdagangan Orang Makin Naik di Cilegon, Paling Viral Penculikan Fitri Anak Asal Jombang

Perdangan Orang
Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang. (Uri/BantenRaya.Co.Id)

BANTENRAYA.CO.ID – Sepanjang Januari sampai April 2023 terjadi 5 kasus perdagangan orang.

5 kasus perdagangan orang tersebut jenisnya prostitusi, penculikan anak, penjualan bayi.

Termasuk kasus perdagangan orang yang terjadi pada Januari dan menjadi kejahatan paling viral yakni penculikan Adriyana Syafitri alias Fitri anak umur 4 tahun asal Jombang.

Bacaan Lainnya

Diketahui, kasus Fitri tersebut menjadi paling viral, dimana  mendapatkan perhatian serius dari Polres dan Pemkot Cilegon.

Fitri kala itu diculik oleh orang terdekatnya yakni pamannya inisial HH.

BACA JUGA:HMI Pandeglang Kecam Dugaan Penculikan Mahasiswi UIN SMH Banten, Tindak Terduga Pelaku dengan Pasal

Awalnya Fitri diajak ke salah satu pusat perbelanjaan, lalu pada akhirnya diculik ke Jakarta untuk dijadikan pengemis.

Ibu Fitri tidak menaruh curiga karena diajak oleh HH yang merupakan kakaknya sendiri.

Namun, pada akhirnya HH malah membawa dan menculik Fitri ke Jakarta untuk dieksploitasi menjadi pengemis.

Beruntung pihak Polres sigap dan setelah satu bulan menemukan HH dan menangkapnya.

Di Kota Cilegon, Angka perdagangan orang tersebut ternyata mengalami kenaikan dimana pada 2022 lalu terjadi sebanyak 4 kejahatan.

BACA JUGA: Aktivis HMI Cilegon Kecam Penculikan Mahasiswi UIN SMH Banten, Minta Polisi Usut Tuntas dan Hukum Berat Pelaku

Lalu, sekarang dari Januari hingga April sudah 5 kasus yang terjadi sepanjang 2023.

Atas dasar itu, Pemkot Cilegon menggelar sosialisasi tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO) serta peningkatan koordinasi pencegahan dan penanganan serta bahaya TPPO.

Dimana, Pemkot serius bersinergi dengan kepolisan dan kejaksaan untuk melakukan pencegahan lewat sosialisasi tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon Agus Zulkarnain menyampaikan.

Kasus perdagangan orang tersebut merupakan kejahatan luar biasa. Di Cilegon terjadi dan ada pada sepanjang Januari sampai April.

“Pada tahun 2023 terhitung hingga April terdapat 5 kasus perdagangan orang yang terjadi di Kota Cilegon,” katanya, Rabu 24 Mei 2023.

BACA JUGA: Update Kasus Dugaan Penculikan Mahasiswi UIN Banten, Korban Mengaku Sempat Diancam Terduga Pelaku Lewat Pesan Singkat, Ini Pesannya

Angkat tersebut, imbuh Agus, mengalami kenaikan dibandingkan pada 2022 hanya sebanyak 4 kasus

“Pada 2022 ada 4 orang. Intinya TPPO ini merupakan kejahatan yang luar biasa, karena keterkaitan dengan pelanggaran terburuk. Ini sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengungkapkan, meminta agar seluru elemen memperkuat pencegahan.

Mendorong seluruh elemen Forkopimda dan masyarakat untuk bersinergi dalam kasus tindak pidana perdagangan orang di lingkungannya.

“Untuk itu kami harus bisa bersinergi antara Pemerintah dan Forkopimda ada Kejari, Kepolisian, Polres yang bisa kerja sama mengurangi memberantas TPPO,” ungkapnya.

Menurut Helldy, pelaku tindak pidana perdagangan orang terjadi di kalangan orang-orang terdekat. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada.

“Tetap waspada dengan orang2 biasanya kerabat teman-teman terdekat,” ujarnya.

Helldy menjelaskan, pihaknya berharap semua dilakukan secara iklas, sehingga pencegahan dan o
Penanggulangan bisa maksimal.

“Kami akan komitemen, intinya cuma satu niat kami baik ikhlas untuk sosialisasi ke seluruh masyarakat bahwa rata-rata terjadinya hal ini karena orang-orang terdekat,” pungkasnya. ***

Pos terkait