BANTENRAYA.CO.ID – Sepanjang 50 meter akses Jalan Gerdug-Bojong, tepatnya di Desa Gerdug, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, amblas, Senin (5 Oktober 2026).
Akibat longsoran tersebut menyebabkan, akses jalan utama warga setempat tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat, karena memakan sebagian badan jalan.
Camat Bojong, Furkon membenarkan, amblasnya akses Jalan Gerdug-Bojong, karena diterjang cuaca buruk.
Lantaran tanah di sepanjang jalan tersebut cukup labil. “Iya, longsor. Kondisi tanah labil. Untuk sementara belum bisa dilewati motor sama mobil,” kata Furkon.
BACA JUGA : 26 Tahun Provinsi Banten, Pembangunan Merata Untuk Semua
Menurutnya, pihak desa, kecamatan, dan dinas terkait bekerja sama dengan TNI-Polri, sudah menutup akses jalan yang longsor dengan memasang pembatas agar tidak membahayakan para pengendara.
“Sudah kami tinjau. Di lokasi jalan sudah dipasang garis polisi,” terangnya.
Dikatakannya, jalan tersebut sudah ditinjau oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang. Pihaknya sudah mengusulkan kepada dinas terkait agar jalan tersebut secepatnya diperbaiki.
“Sudah di cek sama DPUPR. Sudah diusulkan diperbaiki, karena jalan itu kewenangan kabupaten,” ujarnya.
BACA JUGA : Warga Minta Pemerintah Tak Hanya Janji
Dia berharap, akses jalan tersebut segera mendapatkan perbaikan. Sebab, menjadi akses utama warga. Dengan harapan akses jalan warga tidak terhambat.
“Harapannya mudah-mudahan segera diperbaiki, karena itu jalan antar desa, dan jalan satu-satunya masyarakat Desa Gerdug ke Kecamatan Bojong, dan Kecamatan Saketi,” harapnya.
Kepala Desa Gerdug, Kecamatan Bojong, Abudin menuturkan, perbaikan jalan yang mengalami longsor di desanya merupakan jalan kabupaten.
Saat ini jalan tersebut sudah ditinjau oleh dinas terkait. “Jalan itu akses antar desa dan kecamatan. Kewenangan perbaikannya sama DPUPR Pandeglang. Kebetulan sudah ditinjau,” tuturnya.
BACA JUGA : Pemkot Serang Siapkan Rp7 Miliar untuk Honorarium
Dikatakannya, jalan yang amblas tersebut saat ini sudah mendapatkan penanganan pemerintah.
Dampak dari amblasnya jalan tersebut membuat aktivitas roda dua dan roda empat tidak bisa melintas. “Pengendara untuk sementara belum bisa melintas, dan mencari jalan alternatif lain,” paparnya. (yanadi)





