BANTENRAYA.CO.ID – Niat Puasa Syawal menjadi salah satu yang merupkan rukun yang harus dilakukan.
Dengan niat tersebut, maka ibadah yang dilakukan termasuk Puasa Syawal menjadi sah.
Lantas kapan waktu ideal untuk melafalkan nita Puasa Syawal?. Apakah sama hukum waktunya mengucapkan niatnya dengan puasa Ramadhan?
Dalam artikel ini akan dijelaskan secara rinci dan seksama niat, waktu mengerjakan Puasa Syawal.
Puasa Syawal sendiri merupakan salah satu amalan yang disunnahkan Rasulullah Muhammad SAW.
BACA JUGA: Pemudik Kereta Api Jangan Bayar Lagi Ongkos Angkot Cilegon Merak, ASDP Ternyata Sudah Siapkan Ini
Bahkan, amalan tersebut dihukumi sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan untuk dijalankan.
Karena pentingnya nilai sunnah tersebut, maka banyak manfaat dan keutamaan dalam menjalankan Puasa Syawal.
Dikutip BantenRaya.Co.Id pada Jumat 21 April dari berbagai sumber, jika niat puasa syawal idealnya dilafalkan saat malam hari atau sebelum fajar.
Namun, dalam puasa sunnah berbeda dengan hukum puasa wajib termasuk dalam niatnya.
Dalam Puasa Syawal seseorang diperbolehkan untuk berniat kapan saja atau boleh mendadak ketia ia ingin menjalankannya.
Tapi hal itu syaratnya belum makan dan minum selama terbit fajar.
Untuk waktu puasa, sendiri dilakukan 6 hari mulai dari 2 Syawal sampai batas satu bulan puasa. Idealnya dilakukan berurutan sampai 7 Syawal.
Namun, jika tidak maka bisa diseling atau mencari waktu yang dinilai tidak berat dan tidak ada halangan menjalankannya.
Bisa juga diseling setiap hari Senin dan Kamis sebagaimana puasa sunnah Senin Kamis.
Meski tidak berurutan, tidak akan mengurangi keutamaan dan manfaat menjalankan Puasa Syawal.
BACA JUGA: 17 Hotel Syariah Murah di Bogor, Sediakan Menu Halal dan Dipastikan Tanpa Dugem
Hal tersebut diperkuat dengan pendapat ulama Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, jika Seandainya seseorang berniat puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidl
Atau dalam Hijriah dilakukan pada setiap tanggal 13,14, 15.
Seseoarang tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal sebab tujuan dari perintah puasa rawatib itu adalah pelaksanaan puasanya itu sendiri terlepas apa pun niat puasanya.
Lantas bagaimana niat Puasa Syawal apakah butuh diucapkan secara liasan atau cukup dalam hati saja.
Niat Puasa Sywal cukup digetarkan di dalam hati bahwa ia bersengaja akan menunaikan puasa sunnah Syawal. Tanpa mengucapkan niat secara lisan, puasa sudah sah.
BACA JUGA: Presiden Jokowi Warning Al Muktabar dan Helldy Agustian Soal Mudik Lebaran 2023, Begini Katanya
Berikut niatnya menurut para ulama:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.
Untuk niat siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah ta’ala. ***