BANTENRAYA.CO.ID – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kota Cilegon meminta untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Cilegon catering dapat dilibatkan dalam program Makan Bergizi Gratis.
Beberapa kecamatan di Kota Cilegon telah memiliki dapur MBG, dan memiliki beberapa karyawan untuk dapat membantu dalam memproduksi menu MBG.
Namun, ternyata MBG di Kota Cilegon justru tak melibatkan para UMKM catering yang telah dibina oleh Dinkop UKM Kota Cilegon.
BACA JUGA: Kenaikan Bantuan Keuangan, Pemkot Serang Tunggu Usul Partai Politik
Kepala Dinkop-UKM Kota Cilegon Didin Maulana mengatakan, sejak adanya MBG akan mulai diresmikan di Indonesia termasuk di Kota Cilegon, pihaknya telah mempersiapkan UMKM catering untuk mengurus seluruh perizinannya, berharap dilibatkan.
“Kita sudah data ada 76 UMKM catering di Kota Cilegon, tetapi yang baru punya administrasi izin dan lain-lainnya baru 20 UMKM catering,” kata Didin kepada Banten Raya, Minggu 31 Agustus 2025.
Ia mengungkapkan, beberapa para UMKM catering telah mengikuti pelatihan khusus gratis untuk mengurus administrasi izin dan lain-lain.
BACA JUGA: Antisipasi Pungli, Dukcapil Kota Sarang Ajukan CCTV Kepada Pemkot Serang
Dirinya berharap, program MBG dapat melibatkan para UMKM catering di Kota Cilegon.
Tetapi, kata dia, ketentuan dari pihak BGN, UMKM catering tidak bisa berkontribusi pada program MBG karena sudah ada pengelolanya, ahli gizinya, dan lain-lain
“Ya harapannya ini UMKM catering yang sudah kita bina bisa memasok dapur MBG atau sebagai pemasok makanannya atau sebagai yang lainnya,” harapnya.
Menurutnya, beberapa UMKM catering di Kota Cilegon yang biasa memasok makanan ke sekolah kini terkena dampaknya dengan mengurangnya jumlah orderan.
BACA JUGA: Rebecca Klopper juga Melaporkan Kasus Video Syur Dirinya yang Tersebar ke Komnas Perempuan
“Ini ada beberapa dampak untuk UMKM catering dari MBG dengan menjadi kurang pemasokanya kasian juga ke UMKM nya,” ujarnya.
Ia meminta kedepannya pihak UMKM catering dapat dilibatkan untuk program MBG di Kota Cilegon.
“Kami tentu setuju dan mendukung program MBG ini, tapi harus ada solusinya untuk para UMKM catering yang sudah kita bina. Semoga bisa segera ada solusinya,” pintanya.***
Author: Tia Fatimah






