BANTENRAYA.CO.ID – Kondisi Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, pada H-10 Lebaran Idul Fitri, Selasa (10 Maret 2026) masih sepi.
Baik dermaga eksekutif dan regular nampak masih sepi pengendara dan hanya terlihat beberapa turk saja mengantre.
Mudik sendiri diprediksi akan dimulai pada Jumat 13 Maret 2026. Dimana, puncak mudik terjadi dua kali yakni pada 14 dan 15 Maret karena adanya Work From Anywhere, serta 17 dan 18 Maret karena masuk cuti bersama bagi karyawan.
Nampak sejumlah fasilitas di Pelabuhan juga tengah lakukan pembenahan,mulai dari gangway penumpang pejalan kaki yang dibenahi juga bufferzone parkir yang dibetonisasi dan dilakukan penambalan bagi yang berlubang.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Korlantas Polri menyebutkan mudik akan di mulai pada 13 Maret dan arus balik hingga 29 Maret mendatang.
Dalam kurun Waktu tersebut maka seluruh pihak harus melakukan pelayanan terbaik bagi pemudik, baik dari sisi jalan, kesehatan, keselamatan dan lainnya.
Salah satu porter di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak Husen menyatakan, kondisi pelabuhan sekarang masih sepi. Hal itu karena musim mudik baru akan terjadi pada pekan depan saat sekolah mulai libur.
“Masih belum libur kerja dan sekolah. Jadi paling nanti pekan depan atau hir pekan ini sudah mulai musim mudiknya,” katanya, Selasa (10 Maret 2026).
Husen menyampaikan, saat musim mudik sendiri biasanya akan penuh baik di dermaga eksekutif dan reguler. Terlebih lagi nanti itu tarifnya semua sama tidak ada eksekutif lagi.
“Setiap tahun pasti ramai kendaraan pribadi. Untuk pejalan kaki juga sama. Jadi berkah buat kami” ujarnya.
Direktur Eksekutif Regional II PT ASDP Indonesia Ferry Vidon menjelaskan, pada puncak mudik nanti diprediksi akan 46 ribu kendaraan yang menyeberang di Pelabuhan Merak.
Hal itu tentu membutuhkan kerjasama dari semua pihak, termasuk juga para pemudik dalam menentukan keberangkatan.
“Kami memprediksi akan ada dua puncak mudik yakni pada 14 dan 15 Maret, satu lagi 17 dan 18 Maret 2026.
Berdasarkan SKB sendiri mudik akan dimulai pada 13 Maret 2026 dengan sejumlah pembatasan truk. Kami akan bersiap saat menghadapi puncak nanti,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Umar Imran, pihaknya juga tengah membenahi infrastruktur untuk bufferzone dengan betonisasi dan menambal sejumlah dermaga yang jalannya rusak. Termasuk gangway untuk pejalan kaki.
“Infrastruktur terus dibenahi dan kami berharap ini bisa rampung sebelum masa mudik yakni H-7,” jelasnya. (Uri)





