Ikut Acara Hari Jadi Kota Bogor ke 541, Helldy Ingin Terapkan Perayaan Jenis Ini di Kota Cilegon

Hari Jadi
Walikota Cilegon Helldy Agustian dalam acara Hari Jadi Kota Bogor. (Humas Walikota)

BANTENRAYA.CO.ID – Walikota Cilegon Helldy Agustian menjadi salah satu tamu undangan dalam Hari Jadi Kota Bogor  atau HJB ke 541.

Dimana dalam kesempatan Hari Jadi Kota Bogor, Walikota Cilegon mengaku kagum dengan gelaran acara dan beberapa diantaranya akan diadopsi untuk acara HUT Kota Cilegon.

Dalam kesempatan tersebut Helldy Agustian juga ikut dalam arak-arakan karnaval Hari Jadi Kota Bogor ke 541.

Bacaan Lainnya

Ia ikut menunggang kuda bersama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Walikota Bogor Bima Arya, Duta Besar Prancis Fabien Penone dan Walikota Kisarazu Yoshikuni Watanabe.

BACA JUGA: Kelakar Ketua Apeksi Soal Gaya Rambut Pj Gubernur Banten Al Muktabar, Bima Arya: Mirip Antonio Banderas Pemain Film Zorro

Diacara tersebut Helldy kagum dengan acara pertunjukan tari dari 6 kecamatan yang ada.

Untuk itu, ia ingin mengadopsinya dan diterapkan di Kota Cilegon.

Helldy menjelaskan, salah satunya yang bisa jadi akan diadopsi adalah bagimana 6 kecamatan di Kota Bogor menunjukan seni tarian.

Serta memberikan serta membagikan hasil alam kepada walikota dan masyarakat.

“Ada penampilan setiap kecamatan, itu mereka menunjukan seni tarian,” katanya saat hadir dalam cara HJB ke 541 di di Jalan Sudirman, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu 4 Juni 2023.

“Lalu juga memberikan hasil alam dibagikan kepada walikota dan masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA: Bima Arya Sebut Rekor Muri Rabeg Kambing Pertaruhkan Nyawa Walikota Anggota Apeksi, Begini Alasanya

Helldy menyebut, menjadi sebuah kebanggan  diundang dan hadir bersama dalam acara HJB ke 541.

Bahkan, Kota Cilegon mendapatkan kesempatan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut dengan memberikan kostum Cilegon Ethnic Carnival.

“Suatu kebanggaan kota Cilegon dapat promosi di hadapan semua masyarakat Bogor, yang menari pun pada senang,” ujarnya.

Beberapa kostum yang ditunjunjukkan yakni, jelas Helldy, mulai dari tari-tarian dan kostum lambang Garuda hingga senjata tradisional berupa Golok.

“Jadi memang banyak dari berbagai suku yang ada disana (Cilegon). Kita juga menampilkan lambang Garuda, yang mana ini menegaskan bahwa Cilegon milik Bhineka Tunggal Ika,” ucap dia.

BACA JUGA: Buka Cilegon Fest Bersama Ketua Apeksi Bima Arya: Walikota Helldy Minta Maaf Kepada Masyarakat, Ini Penyebabnya

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya dalam sambutannya juga tidak lupa menyapa Walikota Cilegon Helldy Agustian.

Ia berterima kasih karena sudah datang dan berpartisipasi dalam acara HJB ke 541.

Lantas dirinya juga menyampaikan, jika warisan pusaka adalah hal tak ternilai yang harus selalu dijaga. Bukan hanya penghormatan kepada leluhur dan pendahulu.

Tapi sebagai pembelajaran dari masa lalu untuk bekal menjemput masa depan.

“Karena pusaka bukan hanya bangunan atau peninggalan fisik, tapi juga nilai-nilai luhur sebagai ciri utama peradaban yang mulia,”.

BACA JUGA: Sebelum Sampai di Hotel dan Registrasi: Ketua Umum Apeksi Bima Arya Cerita Mampir Nikmati Pecak Bandeng, Begini Katanya

“Tidak pernah ada dalam sejarah negara makmur tanpa nilai nilai luhur. Tidak pernah ada dalam cerita dongeng sekalipun, negara maju tanpa warga yang bersatu,” ujarnya.

Sejarah kota Bogor, jelas Bima Arya adalah sejarah keberpihakan kepada rakyat. Cerita tentang Kerajaan Pajajaran adalah cerita tentang nilai-nilai luhur memanusiakan manusia.

Kepemimpinan Prabu Siliwangi adalah kepemimpinan yang mengayomi untuk semua. Pemimpin yang cinta kepada rakyatnya, rakyat yang bangga atas pemimpinnya, warga yang saling menghormati antar sesama.

541 tahun sejarah Bogor adalah penggalan berbagai sejarah kebersamaan dari masa ke masa.

“Ini cerita tentang ikhtiar tanpa henti dari pemimpin dari setiap masa untuk memuliakan warga, karena tidak ada pemimpin yang mau menyusahkan warganya,”.

BACA JUGA: Chandra Asri Siap Ladeni Kerjasama Pengolahan Sampah 25 Kota Anggota Komwil III Apeksi, Begini Syaratnya

“541 tahun sejarah Bogor adalah tentang jatuh bangun dan suka juga duka para pemimpin dalam menjalankan amanat besar di pundaknya,” katanya.

Selain itu, 541 tahun sejarah Bogor adalah sejarah tentang manusia-manusia yang yang tidak kenal putus asa untuk menebar kebaikan.

“Perjalanan adalah pilihan. Namun optimis adalah keharusan. Berjalan ke depan adalah keniscayaan. Berjalan bersama-sama adalah pilihan. Mari kita arungi perjalanan ke depan dengan kebersamaan,”.

“Mari kita jadikan warisan nilai luhur masa lalu untuk bekal menjemput masa depan. Mari kita jaga bersama warisan pusaka dengan rasa bangga,” pungkasnya. ***

Pos terkait