BANTENRAYA.CO.ID – Kepala SD Islam Terpadu (IT) Al-Hanif Haryadi mengaku telah merasa nyaman mengabdikan diri di Yayasan Al-Hanif. Bahkan Haryadi sudah menganggap Al-Hanif sebagai rumah keduanya.
Dirinya menyatakan rela mundur menjadi guru Pegawai Sipil Negara (PNS) demi mengabdi di SDIT Al-Hanif Cilegon.
Haryadi diketahui telah menjadi guru sejak lama. Pertama kali mengajar di sekolah pedalaman yang berada di daerah Kecamatan Ciwandan pada 2006 lalu.
“Jadi PNS sejak tahun 2006, dan mengajar pertama kali jadi guru di dekat Gunung Mokol Ciwandan yang daerahnya lumayan jalannya licin,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.
BACA JUGA : Pemprov Bantu Pembangunan Frontage Kaligandu-Unyur
Haryadi mengisahkan, pada 2012 dirinya diminta seseorang untuk membantu mengajar di SDIT Al-Hanif saat pertama kali hadir di Kota Cilegon.
“Saat itu termotivasi menjadikan Al-Hanif menjadi sekolah yang besar dan menjadi sekolah yang berprestasi,” ujarnya.
Pada 2019, Haryadi sempat keluar dari Al-Hanif karena masih berstatus PNS yang mengharuskan dirinya mengajar di sekolah negeri.
Tetapi pada 2020, dirinya memilih mengundurkan diri sebagai PNS dan kembali lagi ke Al-Hanif karena sudah merasa nyaman.
BACA JUGA : Sekda Banten Deden Apriandhi Tinjau Kantung Parkir Truk Tambang di Bojonegara
“Keluar PNS itu tahun 2020 untuk bergabung lagi dengan Al-Hanif, setelah itu 3 tahun kemudian saya dipercaya menjadi Kepala SDIT Al-Hanif,” ungkapnya.
Haryadi mengatakan, saat ini pihaknya memiliki program unggulan untuk peserta didik di SDIT Al-Hanif yaitu program tahfidz yang sudah diberikan kepada siswa sejak kelas 1 SD.
“Jadi tahfidz itu dipelajari anak-anak setiap hari, targetnya minimal 2 juz sampai kelas 6 SD. Tapi ada juga yang lulus itu sudah sampai 30 juz,” pungkasnya. (tia)







