Terpilih Aklamasi, Solehatunisa Duduki Kursi Ketua DPK GEMA Al-Khairiyah Universitas Al-Khairiyah

Solehatunisa ditetapkan sebagai Ketua Formatur terpilih DPK Gerakan Mahasiswa atau GEMA Al-Khairiyah Universitas Al-Khairiyah secara aklamasi melalui musyawarah Komisariat atau Muskom pada Minggu (8/3/2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Solehatunisa ditetapkan sebagai Ketua Formatur terpilih Dewan Pimpinan Komisariat atau DPK Gerakan Mahasiswa atau GEMA Al-Khairiyah Universitas Al-Khairiyah secara aklamasi melalui musyawarah Komisariat atau Muskom yang mendalam pada Minggu (8/3/2026).

BACA JUGA: Gema Al-Khairiyah Desak PT Vopak Jelaskan Secara Transparan Efek dari Kepulan Asap Kuning

Solehatunisa mendapatkan dukungan penuh dari seluruh peserta Muskom.

 

“Alhamdulillah saya terpilih sebagai Ketua DPK GEMA Al-Khairiyah Universitas Al-Khairiyah periode 2026–2027 melalui proses aklamasi yang dilakukan secara musyawarah mufakat,” katanya.

BACA JUGA: DPD Gema Cilegon Berharap Beasiswa Cilegon Juare Lebih Transparan dan Tepat Sasaran

Solehatunisa mengatakan, amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk membawa organisasi lebih progresif dan responsif terhadap persoalan kampus, khususnya di Universitas Al-Khairiyah.

 

“Dengan terpilihnya saya melalui aklamasi, ini menjadi amanat yang lebih besar karena merupakan bentuk kesatuan dan kesepakatan bersama untuk membawa perubahan, khususnya di Universitas Al-Khairiyah,” ujarnya.

BACA JUGA: GEMA Al Khairiyah Kecam Genosida di Gaza Oleh Zionis Israel

Solehatunisa menyatakan akan berpegang teguh pada visi dan misi yang telah disepakati bersama dalam musyawarah, serta menjadikan kepercayaan seluruh kader dan peserta Muskom sebagai modal utama dalam memimpin organisasi.

 

“Saya berpegang teguh pada prinsip visi dan misi yang telah kita sepakati bersama. Ini adalah bentuk kepercayaan yang luar biasa kepada saya untuk menahkodai kapal besar GEMA Al-Khairiyah,” jelasnya.

 

Ke depan, Solehatunisa menekankan pentingnya kepengurusan yang adaptif dan peka terhadap isu-isu strategis kampus.

 

“Sekali mendayung tiga pulau terlampaui. Kepengurusan baru harus melek terhadap isu-isu kampus yang berkembang di Universitas Al-Khairiyah, serta mampu menjawab harapan seluruh komponen yang telah memberikan dukungan melalui proses aklamasi ini,” pungkasnya. ***

Pos terkait