BANTENRAYA.CO.ID – Menteri Koperasi RI Ferry Joko Yuliantono menegaskan tantangan koperasi ke depan semakin berat seiring harapan Presiden Prabowo Subianto agar koperasi kembali menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, koperasi harus mampu menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat desa dan kelurahan melalui program Koperasi Merah Putih.
Saat ini, hampir 1.000 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di berbagai daerah.
“Tugas koperasi ke depan sangat berat seperti yang diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Ferry dalam Musyawarah Wilayah II Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (16 Februari 2026).
BACA JUGA : Empat Pelabuhan Disiapkan untuk Mudik 2026
“Hampir seribu koperasi merah putih di Indonesia. Kita akan bentuk ekosistem, akan serap aneka hasil dari UMKM,” katanya.
Ferry juga menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik rentenir yang berkedok bank keliling (bangke) atau lebih dikenal bank emok yang selama ini membebani masyarakat kecil dengan bunga tinggi.
Mereka inilah yang menghisap masyarakat kecil dengan menerapkan bunga yang tinggi. “Kita akan kalahkan bangke-bangke (bank keliling) itu. Kita akan kalahkan rentenir,” tegas Ferry.
Asisten Daerah II Provinsi Banten Budi Santoso menekankan pentingnya koperasi hadir hingga lapisan terbawah masyarakat agar praktik bank keliling bisa ditekan.
BACA JUGA : Dari Persiapan hingga Kemandirian, bank bjb Hadirkan Solusi Pensiun Produktif
Dia mengungkapkan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Banten tercatat ada 1.551 koperasi.
Dari jumlah tersebut, 828 di antaranya atau sekitar 53 persen telah memiliki lahan dan terdata. Sementara sisanya belum.
Budi mengatakan, salah satu masalah yang dihadapi masyarakat Banten adalah rentenir berkedok bank keliling.
Bank keliling tumbuh karena masyarakat tidak memiliki alternatif pembiayaan. Karena itu, koperasi diharapkan bisa menggantikan peran bank keliling.
BACA JUGA : Industri Pers Tertekan, Negara Diminta Hadir Jaga Informasi Publik
“Kalau koperasi turun ke bawah tidak akan mungkin mereka, bank keliling itu, bisa sampai turun ke bawah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekopinwil Banten periode 2020–2025 Asep Rahmatullah mengakui pada awal masa kepengurusannya sempat terjadi dinamika internal berupa dualisme kepengurusan.
Namun, kondisi tersebut kini telah disatukan kembali dalam wadah Dewan Koperasi Indonesia.
“Mudah-mudahan dengan adanya Koperasi Merah Putih koperasi bisa berjalan sesuai dengan keinginan Pak Presiden,” katanya.
Musyawarah Wilayah II Dekopinwil Banten mengusung tema “Mewujudkan SDM Koperasi Banten yang Andal di Era Digital” sebagai bagian dari penguatan kapasitas koperasi menghadapi transformasi digital dan memperluas akses ekonomi.
Dalam forum tersebut, Hasbi Sidik resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Banten masa bakti 2025–2030 dan menggantikan Asep Rahmatullah setelah terpilih secara aklamasi.
Dalam sambutannya, Hasbi menyampaikan langkah awal yang akan dilakukannya adalah menyusun kepengurusan baru serta merancang program kerja lima tahun ke depan.
Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan program kerja yang disusun akan selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM.
BACA JUGA : Kota Serang Butuh 6.000 Penerangan Jalan Umum
“Nantinya Dekopinwil Provinsi Banten akan menyusun program kerja yang akan ikut menyukseskan program-program yang sudah dibuat oleh Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Hasbi menambahkan, koperasi di Banten diharapkan mampu menjadi penampung sekaligus agregator produk UMKM, mulai dari makanan, kerajinan, hingga produk lainnya.
Dengan demikian, UMKM akan menggeliat dan roda ekonomi di masyarakat bawah akan semakin menguat.
“Koperasi diharapkan akan menampung semua hasil usaha UMKM baik berupa produk makanan, kerajinan, dan yang lainnya,” ungkapnya.
BACA JUGA : Dari Persiapan hingga Kemandirian, bank bjb Hadirkan Solusi Pensiun Produktif
Hasbi menekankan pentingnya kerja kolektif dalam organisasi untuk mewujudkan target tersebut. Sebab untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan kerja sama dari para pengurus.
Karena itu dirinya akan merekrut para pengurus yang bisa membantu baik dalam penyusunan program kerja maupun pelaksanaannya. (tohir)







