Menu MBG di Lebak Diduga Basi, Pihak Dapur Berkilah Tak Ada Laporan

WhatsApp Image 2025 09 03 at 17.51.13
Siswa SD di Lebak saat tengah dibagikan menu MBG belum lama ini. (Aldi Setiawan/Banten Raya)

BANTENRAYA.CO.ID – Menu Makan Bergizi Gratis atau MBG yang disalurkan ke sejumlah sekolah dasar maupun Mts di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak tak disentuh siswa.

Siswa mengeluhkan bahwa menu yang mereka terima dalam kondisi basi.

Temuan menu dari sayur hingga tempe yang tak kayak dikonsumsi hingga pada akhirnya dibuang.

Bacaan Lainnya

Wakil Kepala MTs Mathla’ul Anwar Cibadak, Agung Amin Firdaus menyampaikan, saat sekolah membagikan makanan ke siswa, guru kemudian mendapatkan aduan dari siswa.

BACA JUGA: Pelajar Jakarta Dilarang Ikut Demo, Pramono Minta Kepala Sekolah Lebih Sigap

Para guru lalu mencicipi makanan yang diterima, hasilnya adanya temuan sayuran yang sudah terasa asam serta tempe yang terasa lebih pahit.

Para siswa kemudian dilarang untuk mengkonsumsi menu MBG yang dibagikan.

“Makanan yang basi yakni Sayuran dan tempe yang rasanya pahit tidak dimakan, sebab makanan seperi itu tidak layak konsumsi akibat diduga sudah basi dan rasanya pahit,” kata Agung saat dikonfirmasi pada Rabu, 3 September 2025.

Agung mengungkapkan, di sekolahnya sendiri, program MBG baru berjalan dua hari dengan berbagai menu, mulai dari nasi, sayuran, tempe, telor dan buah-buahan.

BACA JUGA: Panitia Seleksi Calon Anggota Direksi BUMD PT. BPR SYARIAH Cilegon Mandiri

Dengan adanya makanan basi tersebut, dia berharap pihak dapur bisa lebih ketat ketika mengolah makanan MBG karena bisa membahayakan keselamatan para siswa.

Dugaan menu MBG yang basi juga sempat dialami oleh sejumlah sekolah lain di Bojongleles, keluhan serupa turut dilontarkan oleh salah satu kepala sekolah dasar yang namanya enggan disebutkan.

Kata dia, makanan diduga basi yang diterima sekolahnya tersebut terjadi dua hari lalu dan para guru menemukan kuah sayur yang terasa asam.

“Untuk hari ini memang aman, jadi kejadiannya dua hari lalu. Mudah-mudahan terus berbenah karena mungkin ini masih sangat awal,” kata dia.

BACA JUGA: Diduga Basi, Siswa SMPN 1 Kramatwatu Keracunan MBG

Perwakilan Yayasan Ijah Barokah, selaku mitra yang menyalurkan MBG, Iwan Sunano membantah dugaan tersebut.

Iwan berkilah bahwa penyaluran menu saat itu sedikit lebih berkuah.

Hal itu yang membuat penerima salah kaprah menilai menu tersebut basi. Pihaknya juga mengaku telah melakukan pengecekan terhadap sampel makanan. Hasilnya tidak ditemukan indikasi basi.

Ia juga menegaskan, guru di sekolah sudah diinstruksikan agar mencicipi makanan sebelum dibagikan, jika terbukti basi, makanan tidak boleh didistribusikan dan harus segera dilaporkan, namun hingga kini belum ada laporan resmi terkait makanan basi.

“Ompreng yang kami tarik kembali semuanya sudah dikonsumsi murid. Memang ada sisa, terutama nasi dan sayur, tetapi lauk selalu habis,” katanya.

BACA JUGA:27 Siswa SMPN 1 Kramatwatu Keracunan Usai Santap Menu MBG

Dalam program ini, Mitra Ijah Barokah mengelola penerima manfaat sebanyak 3.492 siswa dari 14 sekolah, mulai dari RA, TK, MI, SD, SMP, MTs hingga MA. Untuk menu yang dibagikan pada hari ketiga, di antaranya ikan filet tepung, tempe bumbu sembur, sayur capcay, dan buah semangka.

Pihaknya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan sekolah. Melalui kerja sama tersebut, sekolah berhak memberikan masukan jika ditemukan menu yang tidak sesuai, termasuk dugaan adanya makanan basi.

“Awal pelaksanaan memang masih banyak kekurangan, kami akui. Namun ke depan kami akan terus berbenah. Terima kasih atas masukan dari pihak penerima maupun masyarakat,” tandasnya. (aldi)**

Pos terkait