Parkiran KP3B Sepi, ASN Pemprov Banten Diminta Tak Pakai Randis Berplat ZZH

Suasana parkiran KP3B yang sepi kendaraan dinas ASN Pemprov Banten pada Senin, 1 September 2025. (Raffi/Bantenraya.co.id)

BANTENRAYA.CO.ID – Awal September 2025 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten atau KP3B terasa berbeda.

Kawasan perkantoran yang biasanya dipadati dengan ratusan kendaraan kini terlihat lengang.

Pantauan Banten Raya pada Senin, 1 September 2025, parkiran di sejumlah kantor OPD nyaris tidak penuh seperti biasanya.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA; Pendampingan ASN Terkena Kasus Pidana dan Perdata di Pemkot Serang Nihil

Di kantor Sekretariat Daerah atau Setda, misalnya, area yang kerap menumpuk kendaraan roda empat hingga parkir paralel kini tampak longgar.

Bahkan, sebagian Aparatur Sipil Negara atau ASN terlihat tidak mengenakan seragam khaki yang semestinya dipakai setiap Senin.

Seorang ASN yang enggan disebutkan namanya menyebut, kebijakan ini merupakan arahan pimpinan untuk mengurangi potensi gesekan dengan masyarakat saat demonstrasi.

BACA JUGA: Antisipasi Aksi Solidaritas, ASN Lebak Dilarang Gunakan Kendaraan Dinas

“Memang ada arahan untuk memakai pakaian bebas. Katanya supaya lebih aman, karena sekarang kan ASN juga sering jadi sasaran demo. Jadi ini langkah antisipasi,” ujarnya.

Tak hanya soal seragam, ASN juga diimbau tidak menggunakan kendaraan dinas berplat merah maupun kendaraan dengan plat khusus yang biasanya berakhiran ZZH.

“Banyak dari kami akhirnya bawa kendaraan pribadi, bahkan lebih banyak yang pakai motor. Kalau motor kan lebih gampang kalau harus cepat pulang, enggak khawatir kena macet,” tambahnya.

Meski suasana perkantoran tampak sepi, seluruh ASN tetap diwajibkan hadir.

BACA JUGA: Mathla’ul Anwar Sampaikan Bela Sungkawa dan Dorong Penegakan Hukum Atas Tewasnya Affan Kurniawan

“Kalau soal WFH atau WFA, enggak ada arahan. Semua tetap masuk kerja seperti biasa,” tegas sumber tersebut.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan menyampaikan, Pemprov Banten sejauh ini tidak mengeluarkan instruksi untuk melakukan WFH atau WFA.

Ia mengaku, hanya memberikan imbauan khusus kepada ASN agar lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas, menjaga diri, institusi, peralatan kantor, dan aset-aset pemerintah.

“Prinsipnya, sesuai dengan arahan Pak Gubernur Banten, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. ASN tetap bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing, hanya saja dengan lebih waspada,” kata Deden.

BACA JUGA: Selain Logo, Gojek Ubah Tampilan Jadi Hitam Buntut Duka Tragedi Tewasnya Affan Kurniawan

Meski demikian, Deden mengakui terdapat penyesuaian layanan publik di beberapa sektor.

Salah satunya adalah Gerai Samsat dan Samsat Keliling atau Samling yang sementara waktu ditutup karena aparat kepolisian yang biasa bertugas di sana dialihkan untuk pengamanan aksi yang terjadi di sejumlah lokasi.

“Pelayanan pajak tetap berjalan, tapi dipusatkan di Samsat Induk. Jadi masyarakat tetap bisa mengakses layanan, hanya lokasinya yang dipusatkan,” jelas Deden.

“Jadi sesuai dengan arahan pak Gubernur, kita tetap berikan pelayanan ke masyarakat, tapi tentu dengan penyesuaian karena melihat dinamika di masyarakat,” tandasnya.

Untuk diketahui, aksi demonstrasi di Banten hari ini berlangsung di beberapa titik di Banten, seperti Kota Serang, Kabupaten Serang, hingga Tangerang Raya.

BACA JUGA:Tukin akan Dipotong, ASN Pemprov Resah

Di Kota Serang, beberapa titik tujuan yang menjadi tempat berunjuk rasa adalah KP3B, Gedung DPRD Banten, dan Mapolda Banten. (raffi)***

Pos terkait