BANTENRAYA.CO.ID – Walikota Cilegon Robinsar memastikan calon direktur Utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM) bisa menyelesaikan masalah kerugian yang menghantui BPRS CM selam 4 tahun.
Jadi, para calon Dirut dituntut memiliki konsep untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Bahkan, para dirut tersebut juga dituntut untuk bisa melakukan efisiensi operasional BPRS CM yang dinilai masih sangat besar dan membebani perusahaan.
Calon Direktur Utama (Dirut) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM) yang lulus seleksi 3 besar dijadwalkan akan melakukan wawancara hari ini Kamis (4/9) dengan Walikota Cilegon Robinsar.
Hasil wawancara sendiri nantinya akan menjadi dasar Robinsar memilih Dirut BPRS CM kedepan.
Diketahui,Termasuk, mengungkapkan, wawancara dilakukan agar dirinya memiliki gambaran terhadap gagasan apa yang akan disampaikan para calon direktur, terutama soal pembuat perusahaan bisa sehat kembali setelah selama dalam kurun Waktu 4 tahun mengalami Fraud atau manipulasi, penyalahgunaan informasi, atau pencurian aset di lingkungan bank.
“Kita normatif saja dari segi nilai tinggi dan oke bisa jadi pertimbangan, wawancara agar bisa mengobrol secara langsung upaya saya punya feel. Pertama kalau bicara keuntungan BPRS CM minimal bisa jadi perusahaan bisa sehat, karena ada fraud 4 tahun terakhir,” jelasnya.
Selanjutnya, tegas Robinsar, dirinya ingin juga melihat bagaimana kelola perusahaan atau bank yang efektif dan efisien. Sebab, jika sekarang nilai operasional terlalu besar untuk ukuran BPRS CM yang tidak terlalu besar sebagai perusahaan.
“Membuat tata kelola perusahan yang baik, dalam rangka efisiensi secara pengelolaan keuangan, karena saya lihat BPRS itu tidak besar banget tapi operasional itu besar sekali, jadi minimal cost tapi targetnya terpenuhi,” pungkasnya. ***






