BANTENRAYA.CO.ID – SMP Islam Terpadu (IT) Raudhatul Jannah Cilegon melalui Pustaka Ilmu Raja semakin menunjukkan komitmennya untuk memajukan literasi di kalangan civitas akademiknya.
Dengan menggelar diskusi buku yang inspiratif bertajuk gelar Pentas Literasi pada Rabu (20 Agustus 2025), SMPIT RJ berusaha memperdalam pemahaman dan menumbuhkan pemikiran kritis peserta didik terhadap suatu bacaan.
Bertempat di ruang perpustakaan sekolah, acara yang dipandu pegiat literasi kelas 9A Nuraini Rahadatul Aisy itu berjalan dengan sukses dan dipadati oleh para siswa pecinta buku.
Melalui gaya penyampaian yang hangat dan interaktif, Nuraini berhasil mengajak peserta untuk menyelami lebih dalam makna di balik setiap kata yang tertulis dalam buku ‘Aroma Karsa’ karya Dee Lestari ini.
Sejumlah Wartawan Dianiaya Saat Liput Sidak KLHK ke Sebuah Pabrik di Kabupaten Serang
Koordinator acara Pentas Literasi SMPIT RJ Heri Santoso mengatakan, diskusi buku kali ini berfokus pada relevansi isi buku dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
“Tidak hanya sekadar membaca, pada diskusi buku ini peserta didik diajak untuk melihat suatu karya dari berbagai sudut pandang dan menemukan makna yang kaya serta mendalam,” katanya.
Heri berharap, kegiatan diskusi buku dapat menjadi jembatan bagi peserta didik untuk lebih dekat dengan dunia buku dan menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup.
Sementara itu, Pemandu Acara Diskusi Buku SMPIT RJ Nuraini mengaku, dari buku tersebut dia dapat belajar banyak hal, diantaranya membaca novel tidak hanya membangun imajinasi saja tetapi dapat mempelajari sejarah tumbuhan dan botani, aroma tumbuh-tumbuhan, dan hal ilmiah lainnya.
159 Ribu Siswa di Kota Serang Cek Kesehatan Gratis
“Buku novel ini mengajarkan kita sebagai manusia untuk lebih kreatif dalam memecahkan masalah di masa depan,” ujarnya.
Pada diskusi buku itu, para peserta diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung melalui sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme.
Diketahui, Pentas Literasi Pustaka Ilmu Raja tidak hanya menjadi ajang diskusi saja, tetapi juga menjadi wadah bagi komunitas untuk saling
bertukar pikiran dan merayakan ilmu sehingga meninggalkan kesan mendalam dan semangat literasi yang membara di hati para peserta. (*heri/danang)





