BANTENRAYA.CO.ID – Kondisi jalan penghubung tiga desa di Kampung Suminta, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, hingga kini masih memprihatinkan.
Jalan sepanjang hampir satu kilometer itu dilaporkan telah rusak selama belasan bahkan hingga 20 tahun tanpa perbaikan berarti.
Ruas jalan yang menghubungkan Desa Sukadaya, Tambakbaya, dan Sukarendah tersebut dipenuhi lubang, dengan lapisan aspal yang nyaris tak tersisa.
Saat musim hujan, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin, menyulitkan kendaraan melintas. Sebaliknya, pada musim kemarau, debu tebal dan lubang jalan menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.
.BACA JUGA : Banten Masuk Provinsi Terbaik Indeks Keuangan
Warga setempat, Tuti mengatakan, kerusakan jalan sudah berlangsung sangat lama dan belum pernah mendapatkan penanganan serius dari pemerintah.
“Sudah hampir 20 tahun jalan ini rusak dan belum pernah ada perbaikan. Anak sekolah sampai harus berjalan tanpa sepatu, petani kesulitan membawa hasil panen, pedagang juga ikut terdampak,” kata Tuti, Minggu (19 April 2026).
Kondisi tersebut diperparah dengan sistem drainase yang buruk. Genangan air kerap muncul di sejumlah titik, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
Berbagai upaya swadaya telah dilakukan warga, mulai dari menimbun jalan dengan puing hingga melakukan aksi protes simbolik pada 2025 lalu.
Bahkan, warga sempat membuat replika kuburan di tengah jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya penanganan.
“Kami pernah membuat replika kuburan di jalan. Waktu itu dijanjikan tiga bulan akan diperbaiki, tapi sampai setahun belum ada realisasi,” kata Tuti.
Ironisnya, pembangunan infrastruktur justru terlihat di wilayah desa lain yang lokasinya tidak jauh dari Kampung Suminta. Hal ini memicu kekecewaan warga yang merasa wilayahnya terabaikan.
“Desa lain sudah dibangun meskipun belum selesai. Kampung kami tidak pernah diperhatikan,” keluhnya.
BACA JUGA : Siswa Dekat Sekolah Langsung Diterima
Kekecewaan warga semakin dalam karena merasa hanya diperhatikan saat momentum politik. “Setiap pemilu calon datang mencari suara, tapi setelah terpilih kami dilupakan,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut, termasuk melalui realisasi program pembangunan yang telah dijanjikan.
“Harapan kami sederhana, jalan ini diperbaiki agar layak dilalui. Kasihan anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari melewati jalan ini,” ujarnya.
BACA JUGA : Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan Hingga 2,7M
Sementara itu, Staf Pemerintahan Desa Sukadaya, Iyan mengungkapkan, pihak desa telah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui mekanisme resmi, termasuk melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Namun hingga kini usulan tersebut belum juga disetujui.
“Sejak 2023 sampai Januari 2025, usulan terus ditolak karena tidak masuk SK. Padahal koordinat sudah jelas dan prosedur sudah diikuti,” jelasnya.
Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak sempat melakukan kunjungan dan menjanjikan pembangunan pada Maret 2026. Bahkan, pengukuran jalan telah dilakukan bersama masyarakat. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan lanjutan.
BACA JUGA : Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan Hingga 2,7M
“Sudah dikunjungi pihak PUPR dan dijanjikan akan dibangun pada Maret 2026, bahkan sudah dilakukan pengukuran, tapi sampai sekarang belum ada kabarnya,” katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran desa akibat pemangkasan dari pemerintah pusat menjadi salah satu kendala dalam penanganan infrastruktur.
Saat ini, total jalan rusak di Desa Sukadaya diperkirakan mencapai sekitar 5 kilometer, dengan kondisi terparah berada di Kampung Suminta.
“Total jalan rusak sekitar 5 kilometer, dan yang paling parah di Kampung Suminta. Kami berharap ada solusi dari pemerintah daerah maupun provinsi,” ujarnya.
BACA JUGA : Siswa Dekat Sekolah Langsung Diterima
Pihak desa pun berharap adanya langkah konkret dalam waktu dekat, mengingat kondisi jalan yang semakin parah dan mendesak untuk segera diperbaiki.
“Kasihan masyarakat di sana, tapi kami tidak bisa berbuat banyak,” imbuhnya. (aldi)





