BANTENRAYA.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten membuat aturan baru berkaitan dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Dalam aturan itu, siswa yang jarak rumahnya dekat dengan sekolah akan langsung diterima tanpa melihat lagi dari nilai rapor.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin usai rapat koordinasi dengan Komisi V DPRD Provinsi Banten, di gedung DPRD Banten, Selasa (14 April 2026).
Jamaluddin mengatakan, dalam pelaksanaannya SPMB masih menggunakan aturan lama, yaitu menggunakan empat jalur yang disediakan. Keempatnya adalah jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.
BACA JUGA : Penggunaan Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kabupaten Lebak Harus Transparan
Adapun persentase keempat jalur juga masih sama, yaitu jalur domisili 35 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.
Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten membagi kuota 30 persen jalur domisili ini menjadi dua bagian, yaitu domisili berbasis lingkungan sekolah dan domisili berbasis wilayah.
Untuk jalur domisili berbasis lingkungan sekolah, diberikan perlakuan khusus bagi siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah. Siswa kategori ini bisa langsung diterima tanpa melihat nilai rapor.
Patokannya adalah jarak antara rumah dengan sekolah. Selama siswa berada di jarak 500 meter dari sekolah (untuk wilayah Tangerang Raya) dan 1 kilometer (untuk wilayah non Tangerang), maka masuk ke dalam kategori domisili berbasis lingkungan sekolah.
BACA JUGA : 16 Tahun Ngemis Punya 2 Motor dan Warung
Di luar jarak itu, maka masuk kategori domisili berbasis wilayah yang akan dinilai adalah besaran nilai raport.
Jamaluddin mengungkapkan, juknis tentang SPMB sudah disiapkan dari jauh-jauh hari.
Hal ini dilakukan agar pelaksanaan SPMB bisa lebih lancar dan mengurangi permasalahan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Hal yang juga baru dalam SPMB tahun ini adalah adanya proses yang dinamakan dengan pra SPMB yang akan berlangsung pada 20 April hingga 31 mei 2026.
BACA JUGA : 21 Petani Muda Berangkat Magang ke Jepang
Dia mengungkapkan, selama masa pra SPMB ini, para siswa akan mengurus hal-hal yang bersifat administrastif, misalnya nilai dan lainnya.
Sehingga ketika SPMB akan dimulai, maka hal-hal yang bersifat administratif sudah selesai dan tidak menyisakan persoalan.
“Pra SPMB dilaksanakan untuk menjaring data awal calon murid baru sebagai upaya untuk menjamin kevalidan data, baik data individu maupun data nilai raport,” kata Jamaluddin.
Hal baru lainnnya adalah untuk siswa SMK, bisa memilih dua jurusan di sekolah yang mereka daftar.
BACA JUGA : Alun-alun Dirombak Total
Misalnya, siswa A mendaftar di jurusan tata busana di pilihan kesatu dan jurusan tata boga di pilihan kedua.
Yang juga baru adalah untuk penyandang disabilitas harus menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis, psikolog, atau tenaga ahli lainnya sesuai dengan jenis disabilitas.
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Ananda Trianh Salichan mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten yang untuk SPMB tahun 2026 ini sudah jauh-jauh hari membuat juknis SPMB.
Ini berbeda dengan SPMB tahun sebelumnya di mana juklak tentang itu baru dibuat beberapa hari sebelum SPMB dimulai.
Ananda juga mengapresiasi insiatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten yang akan memprioritaskan siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah untuk langsung diterima di sekolah yang mereka pilih.
Hal ini dilakukan untuk menghindari kekecewaan dari warga sekitar seperti yang terjadi pada warga di empat sekolah negeri di Kota Tangerang Selatan.
Tahun lalu, warga memblokade jalan menuju ke empat sekolah negeri di Kota Tangerang Selatan karena kecewa anak mereka tidak diterima di sekolah-sekolah tersebut.
Padahal, rumah mereka berdekatan dengan sekolah. Adapun keempat sekolah itu adalah SMAN 3, SMAN 6, SMAN 8, dan SMAN 10.
BACA JUGA : Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan Hingga 2,7M
Dia juga mengapresiasi adanya proses pra SPMB yang memungkinkan siswa memiliki waktu persiapan yang cukup panjang untuk mengurus hal-hal yang bersifat administratif saat SPMB.
Politisi Partai Golkar ini berharap dengan persiapan yang lebih mantang SPMB tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. (tohir)





