LEBAK, BANTEN RAYA – Tiga Calon Bupati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lebak 2024 mengaku santai menghadapi debat kandidat pertama yang akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 25 Oktober 2024 mendatang.
Namun, tiga calon yang akan berkontestasi pada Pilkada Lebak 2024 memiliki penilaian yang sama terhadap debat, yakni panggung untuk menyampaikan visi-misi kepada masyarakat.
Seperti Calon Bupati Lebak nomor urut 1, Hasbi Asyidiki Jayabaya dan wakilnya, Amir Hamzah. Alasan keduanya tidak memiliki persiapan dan strategi khusus ialah karena keduanya sibuk turun ke masyarakat Lebak. “Kami percaya diri pasangan bersahaja, tapi bukan takabur. Kita akan segera mempersiapkan diri dengan para pimpinan partai membahas tema-tema debat yang akan diusung,” kata Hasbi kepada Banten Raya, Senin (21/10).
Meski saat ini belum melakukan persiapan, Hasbi mengaku tak gentar beradu gagasan dengan paslon-paslon lain yang menjadi lawannya di Pilkada Lebak 2024. Menurutnya, dalam debat yang terpenting ialah tidak menebar hoaks dan tidak memecah belah kerukunan.
“Kita (para kandidat) harus beradu visi, beradu misi, gagasan serta pengalaman apa yang terbaik untuk masyarakat Lebak. Jadi kalau persiapan khusus tidak ada, minta doanya saja. Kita akan menghadapi debat dengan percaya diri,” tegas Hasbi.
Pasangan Hasbi, Amir Hamzah juga mengaku belum melakukan persiapan. Ia fokus turun ke lapangan, karena menurutnya memahami kondisi masyarakat jauh lebih penting.
“Saya belum persiapan. Saya turun ke lapangan terus. Yang penting bukan masa debatnya, tapi tahu permasalahan rakyat di lapangan,” papar Amir.
Dikonfirmasi terpisah, Calon Bupati Lebak nomor urut 2, Dede Supriyadi Arief juga menyampaikan hal yang sama, tidak memiliki persiapan khusus.
Bahkan, ia juga mengaku bahwa dirinya mantan aktivis. Menurutnya, debat dalam forum-forum formal sudah menjadi makanan sehari-harinya.
Ia juga sedikit mengungkapkan hal-hal yang akan menjadi fokusnya ketika debat, diantaranya yakni pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan.
Hal itu juga sesuai dengan tema yang ditetapkan oleh KPU Lebak. “Saya fikir ya biasa saja, tidak ada persiapan khusus. Kebetulan latar belakang saya juga seorang aktivis, aktif ketika kuliah. Jadi debat itu hal yang biasa,” kata Dede.
Begitupun dengan wakilnya, yakni Virnie Ismail, Dede juga menjamin bahwa Virnie akan mengeluarkan kemampuannya ketika debat kandidat.
“Virnie kan seorang psikolog yang memang memahami betul karakter ibu dan anak, jadi dari situ saya perkuat. Kalau identifikasi masalah, dia juga paham, apa permasalahan di Lebak, apa yang harus dilakukan,” terangnya.
Calon Bupati Lebak nomor urut 3, Sanuji Pentamarta sendiri tak terlalu banyak berkomentar terkait kesiapannya menjelang debat.
Yang pasti, panggung debat kandidat akan dimanfaatkan menjadi tempat untuk mengenalkan visi-misi dan programnya ke masyarakat Kabupaten Lebak.
“Debat ini adalah penyampaian visi-misi program, juga berdasarkan keluhan dan aspirasi masyarakat, apa solusi kita, insyaallah kita sudah terbayang apa yang harus kita laksanakan, ” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPU Lebak, Dewi Hartini mengatakan debat terbuka pertama Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak akan berlangsung pada tanggal 25 Oktober 2024, pukul 19:30 WIB.
“Untuk lokasi debat terbuka Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak akan dilaksanakan di Aston Hotel Serang dan disiarkan langsung oleh Banten TV,” tandasnya. (aldi/muhaemin)






