RSUD Adjidarmo Diduga Lambat Lakukan Pelayanan, Bayi Meninggal di Perut

RSUD Adjidarmo Diduga Lambat Lakukan Pelayanan, Bayi Meninggal di Perut

BANTENRAYA.CO.ID – Pelayanan RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mendapat sorotan dari Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lebak Regen Abdul Aris.

Hal itu akibat adanya kejadian bayi yang meninggal di perut ibu, lantaran sang ibu telat mendapatkan pelayanan di rumah sakit plat merah tersebut.

Regen menjelaskan, kejadian bayi meninggal di perut ibu terjadi pada Jumat (17 April2026) lalu.

Bermula saat pasien ibu hamil bernama Neneng Septiana, warga Desa Kaduangung Timur, Kecamatan Cibadak, dibawa ke RSUD Adjidarmo karena hendak melahirkan dengan cara disesar.

BACA JUGA : Dukung Ekosistem Kampus, bank bjb dan LLDIKTI IV Resmikan Sinergi Strategis

Namun, RSUD Adjidarmo menolak pasien tersebut dengan alasan stok benang jahit sedang tidak tersedia. Oleh manajemen RSUD Adjidarmo, pasien diminta dibawa ke RSUD Banten.

“Nah saat di perjalanan itu akhirnya bayinya meninggal. Saya juga malu karena beliau (pasien) benar-benar tetangga saya. Rumah sakit ini kan ya pelayanan yang bukan main-main karena urusannya nyawa,” kata Regen pada Rabu (22 April 2026).

Menurut Regen, hal seperti itu harusnya sudah tidak lagi terjadi. Dia menyangkan pihak RSUD Adjidarmo yang tidak langsung memberikan penanganan.

“Kita ingin RSUD Adjidarmo bisa lebih baik lagi. Apalagi masih ada kan kasus obat-obatan yang kurang atau pasien yang masih tidur di lantai,” ujar dia.

BACA JUGA : Penggunaan Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kabupaten Lebak Harus Transparan

Plt Direktur RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Eka Darimana Putra membenarkan peristiwa itu. Namun dia menegaskan hal itu terjadi lantaran adanya keterlambatan pengiriman benang dari pihak vendor.

Dia juga memastikan pihak rumah sakit sudah mencoba membantu semaksimal mungkin.

“Kita sudah berusaha maksimal, namun waktu itu memang ada keterlambatan pengiriman benang jahit dari pihak vendor,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lebak tersebut.

Di sisi lain, Eka juga menyampaikan duka dan rasa prihatin. Ke depan dirinya berjanji akan terus mengevaluasi kinerja hingga dapat memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat Kabupaten Lebak.

BACA JUGA : Anjal Gepeng Banjiri Kota Serang

“Kita akui ada banyak yang harus kita benahi. Mulai dari ketersediaan obat, ketenagakerjaan, hingga penguraian pasien IGD. Tapi prinsipnya kita coba perbaiki kekurangan-kekurangan itu,” ujarnya. (aldi)

Pos terkait