Warga Cibetus Menangis Dipelukan Bupati Serang

Warga Cibetus Menangis Dipelukan Bupati Serang
TERIMA ASPIRASI : Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah memeluk warga Kampung Cibetus, Desa Curuggoong, Kecamatan Padarincang yang datang untuk beraudiensi, Kamis (3 Juli 2025).

BANTENRAYA.CO.ID  – Warga Kampung Cibetus, Desa Curuggoong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Serang.

Usai acara berlangsung, warga yang teridiri dari ibu-ibu satu persatu menangis dipelukan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.

Pada audiensi yang turut dihadiri Pj Sekda Pemkab Serang Ida Nuraida, Kepala DPMPTSP Kabupaten Serang Syamsuddin,

Bacaan Lainnya

Asda I Pemkab Serang Haryadi, Kepala Bakesbangpol Epi Priatna, Kabag Hukum Lalu Farhan Nugraha, dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu berlangsung dengan lancar.

Evie Shofiyah Usman, Ciptakan Lagu Kota Serang Berbudi

Beberapa warga mencurahkan aspirasinya kepada bupati terkait dengan kasus pembakaran kandang ayam milik PT Sinar Ternak Sejahtera (STS) pada 24 November 2024 yang menyebabkan beberapa warga Kampung Cibetus diamankan Polda Banten.

Salah satu warga Kampung Cibetus Ita mengungkapkan, suami dan pamannya ditangkap Polda Banten dalam kasus pembakaran kandang ayam milik PT STS tersebut.

Ia pun berharap Pemkab Serang bisa membantu mengatasi persoalan tersebut. “Kami hanya ingin hidup sehat di kampung kami. Kami ingin tenang hidup di desa kami,” ujarnya, Kamis (3 Juli 2025).

Ia juga meminta Zakiyah agar berkunjung ke Cibetus untuk melihat kondisi warga di sana. “Kami berharap Ibu Bupati bisa ke Cibetus, untuk melihat kondisi ril di kampung kami,” tuturnya.

Dua Guru Asal Cilegon Terima Penghargaan Pembina PMR Teladan

Sementara itu Rijal, pihak yang selama ini aktif mendampingi warga Cibetus menambahkan, kehadiran PT STS di Desa Curuggoong menimbulkan

gejolak di tengah-tengah masyarakat karena dampak yang ditimbulkan membuat warga tidak nyaman seperti pencemaran udara, menyabkan gatal-gatal, menyebabkan penyakita Ispa.

Ia menegaskan, aksi pembakaran kandang yang terjadi pada 24 November 2024 merupakan puncak kemarahan warga dan tidak lama setelah

kejadian pembakaran itu tercatat 12 orang dewasa ditangkap oleh Polda Banten dan tiga orang sudah divonis hukuman 1 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Serang.

Evie Shofiyah Usman, Ciptakan Lagu Kota Serang Berbudi

“Kami berharap bupati bisa memfasilitasi kasus ini agar warga tidak lagi ketakutan. Warga hanya ingin hidup tenang dan damai,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Zakiyah menegaskan hal tersebut akan menjadi atensi Pemkab Serang.

“Tentu kami prihatin dengan apa yang menimpa warga Kampung Cibetus. Kami meminta agar warga sabar sebab setiap kejadian ada hikmahnya,” katanya.

Terkait dengan beberapa warga yang sedang menjalani proses hukum, Zakiyah meminta agar semua pihak menghormati prosesnya.

Guru Tuntut Pembayaran Tunjangan Tambahan

“Insya Allah kita akan melihat warga di Cibetus. Warga yang anggota keluarganya ditangkap akan diberikan bantuan sembako untuk mengurangi beban hidup keluarganya di rumah,” paparnya.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Serang Syamsuddin memastikan, setelah kejadian pembakaran kandang ayam aktivitas PT STS itu sudah dihentikan. “Pemkab Serang terus memantau kasus tersebut,” katanya. (*/tanjung)

Pos terkait