BANTENRAYA.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang tidak hanya menyasar usaha konvensional, tetapi juga mulai menjangkau aktivitas ekonomi berbasis digital dan usaha online yang selama ini belum sepenuhnya tercatat dalam data resmi.
Diketahui, BPS Kota Serang akan melaksanakan Sensus Ekonomi pada 15 Juni hingga 30 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, BPS menerjunkan 529 petugas yang akan melakukan pendataan secara door to door ke rumah warga untuk mengumpulkan data aktivitas ekonomi masyarakat.
Sensus ini bertujuan menghimpun data menyeluruh sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih akurat, termasuk menjangkau sektor usaha konvensional hingga ekonomi digital yang selama ini belum tercatat secara optimal.
BACA JUGA : Sakit Jantung, Jemaah Haji Asal Lebak Meninggal di Arab Saudi
Sensus Ekonomi sendiri merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.
Kepala BPS Kota Serang, Tri Tjahjo Purnomo, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah lanskap ekonomi secara signifikan.
Menurutnya, banyak aktivitas usaha kini berlangsung secara digital dan tidak seluruhnya tercatat dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Ekonominya sekarang kan banyak yang online, yang bentuk fisiknya tidak kelihatan. Kita tidak tahu di dalam rumah ada usaha apa, tapi sebenarnya ada peredaran uang di situ, entah itu YouTuber, toko online, atau pembuat konten (content creator),” ujar Tri Tjahjo kepada Banten Raya.
BACA JUGA : Tak Ada Uang Lembur Saat Tanggal Merah Indomaret Kompak Tutup
Ia menambahkan, sensus ini juga akan menyasar pelaku UMKM skala mikro, mulai dari warung rumahan, pedagang nasi uduk, hingga pedagang keliling.
Selain itu, sektor usaha mapan seperti perbankan, bengkel, hingga showroom yang tersebar di 6 kecamatan dan 67 kelurahan juga akan didata.
“Jika seluruh aktivitas ini berhasil kita cakup dan potret dengan baik, Insyaallah ini akan memvalidasi sekaligus berpotensi meningkatkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Serang,” ucap dia.
Tri Tjahjo menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 bertepatan dengan masa pemerintahan Wali Kota Serang Budi Rustandi.
BACA JUGA : BRI Salurkan Alat Marching Band ke SMA Al Khairiyah 1 Cilegon
Pemerintah Kota Serang pun memberikan dukungan penuh melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota yang ditujukan kepada OPD, camat, lurah, hingga Ketua RT.
“Pak Walikota juga secara khusus memberikan video testimoni guna mengedukasi warga agar menyukseskan agenda nasional ini,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan utama dalam pelaksanaan sensus door-to-door, yaitu tingkat keterbukaan dan kejujuran masyarakat sebagai responden. Tri Tjahjo mengibaratkan hubungan petugas sensus dengan masyarakat seperti dokter dan pasien.
“Saya ibaratkan kalau kita ke dokter lalu ditanya keluhannya apa, tapi kita jawabnya tidak jujur, maka dokter akan memberikan resep yang salah. Begitu juga sensus ini.
BACA JUGA : Pemkab Serang Potong 1.000 Hewan Kurban
Kalau masyarakat jujur, Insyaallah ‘obatnya’ manjur dan kebijakan pemerintah akan tepat sasaran,” tutur Tri Tjahjo.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 akan dianalisis menggunakan pendekatan data science dan diserahkan kepada Wali Kota, Sekda, serta Asda Kota Serang.
Data tersebut diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan program pemberdayaan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
“Melalui sinergi antara ketelitian petugas BPS, dukungan regulasi Pemkot, dan kejujuran warga dalam memberikan data,Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang tidak meraba-raba, melainkan kebijakan matang demi satu tujuan akhir: akselerasi kesejahteraan masyarakat Kota Serang,” harapnya.
BACA JUGA : Etalase Penghargaan Bank BJB Kembali Bertambah, Kali Ini dari Ajang Digiwara 2026
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang, Yudi Suryadi, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Serang dalam mengawal pelaksanaan sensus ini.
“Komitmen tersebut dibuktikan dengan intervensi langsung dari pimpinan daerah guna memastikan seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku usaha, ikut berpartisipasi aktif,” ujar Yudi kepada Banten Raya.
Ia menjelaskan bahwa instruksi untuk menyukseskan sensus ini datang langsung dari kepala daerah, sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Peran pemerintah itu hadir di sana. Pemkot Serang telah melangsungkan langkah strategis; pertama, kita sudah membuat Surat Edaran yang ditandatangani langsung oleh Pak Wali Kota.
BACA JUGA : Ledakan di PT MCI Diduga dari Plan Produksi, Warga Alami Gangguan Kesehatan
Video ajakan resmi serta surat undangan khusus kepada para pengusaha dan pelaku UMKM yang juga ditandatangani langsung oleh Pak Wali,” ucap dia.
Menurutnya, langkah jemput bola ini dilakukan agar pelaku usaha memahami pentingnya keterbukaan data demi mendukung iklim investasi dan bisnis yang sehat di Kota Serang.
Ia menambahkan, kerja sama antara Pemkot Serang dan BPS selama ini berjalan sangat solid, termasuk dalam agenda rutin pemantauan inflasi daerah.
“Hubungan kerja sama antara Pemkot Serang dan Badan Pusat Statistik (BPS) sejauh ini berjalan sangat solid dan intens.
Koordinasi rutin tidak hanya dilakukan menjelang sensus, melainkan sudah menjadi agenda mingguan, salah satunya dalam memantau dan mengendalikan angka inflasi daerah,” katanya.
Yudi menuturkan, momentum Sensus Ekonomi 2026 juga akan dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi digital hingga tingkat kelurahan.
Pemkot berencana mengintegrasikan program seperti Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dengan visi “Serang Digital”.
“Ke depan, harapan dari BPS adalah seluruh kelurahan di Kota Serang mempunyai website resmi sendiri. Ini salah satu tindak lanjutnya.
BACA JUGA : Makelar Tanah Dituntut 4 Tahun Penjara
Keuntungan bagi Pemkot tentu sangat besar, terutama dalam menyusun program perencanaan masa depan menggunakan data yang faktual, baru, dan akurat terhadap perkembangan yang ada,” jelas Yudi.
Ia menilai pembaruan data melalui sensus 10 tahunan ini sangat penting, mengingat dinamika ekonomi Kota Serang yang terus berkembang.
Yudi juga optimistis hasil sensus akan mencerminkan pertumbuhan ekonomi daerah yang positif, sejalan dengan capaian Provinsi Banten.
“Kalau melihat data secara umum, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten termasuk yang cukup bagus dan tinggi dibanding provinsi lain, yaitu berada di angka 5,6 persen.
BACA JUGA : Bupati Apresiasi Kinerja LPTQ Kabupaten Serang
Sebagai bagian dari delapan kabupaten/kota di Banten, Kota Serang tentu berkontribusi di dalamnya,” tandasnya. (harir)





