BANTENRAYA.CO.ID – Biliar dan kafe menjadi tren baru di Banten. Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis biliar menjamur dan tumbuh di beberapa daerah di Banten.
Berdasarkan pantauan Banten Raya, sedikitnya ada empat tempat olahraga biliar baru yang dibangun di Kota Serang.
Untuk memenuhi ekspektasi para pecintanya, tempat biliar dibuat dengan konsep yang terbilang cukup mewah.
Sarana kafe yang berdampingan dengan area biliar, membuat daya tarik tersendiri.
Bank bjb Hadirkan Solusi Finansial dan Literasi Keuangan bagi 1.300 Peserta Magang Jepang
Para pengusaha biliar juga turut kecipratan manis dari tingginya animo olahraga tersebut.
Dalam sebulan, mereka mampu meraup omzet hingga Rp70 juta, tergantung fasilitas biliar yang dimiliki.
Owner Golden Break Serang Hastomo mengungkapkan, setelah dirinya sukses membuka arena bermain biliar di Citra Garden BMW Cilegon beberapa tahun lalu, kini ia melakukan ekspansi di Kota Serang dengan menawarkan konsep bermain biliar yang lebih variatif.
“Terlihat dari antusias pengunjung yang bisa datang 80 orang lebih dalam satu hari, belum lagi kalau weekend, biasanya semua meja penuh,” kata Hastomo kepada Banten Raya di Jalan Pisangmas, Kota Serang Rabu (24 September 2025).
Hastomo melanjutkan, Golden Break menyediakan sebanyak 25 meja biliard dengan standar internasional, dan seluruh area meja di buat dengan layout secara terbuka.
“Kami ingin tempat biliar tidak lagi digunakan sebagai olahraga yang negatif, oleh sebab itu dibuat secara terbuka.
Kami memiliki dua lantai dalam satu bangunan ini, di lantai pertama ada 13 meja biliard, dan di lantai dua ada 12 meja,” paparnya.
Meskipun punya standar internasional, namun pihaknya menawarkan harga yang terjangkau, yakni Rp40 ribu untuk satu jam permainan.
Pedagang Pasang Spanduk Tolak Pembongkaran Total Pasar Rau
Selain itu, fasilitas tambahan kafe menjadi pelengkap bagi para pengunjung agar lebih nyaman saat melakukan permainan biliar.
“Selain itu, kami juga memiliki fasilitas lainnya seperti area parkir yang cukup luas, termasuk ada kafe dengan menawarkan makanan dan minuman dengan harga terjangkau, yakni mulai dari Rp7 ribuan,” ucap Hastomo.
Hal senada disampaikan Rahmat, pengelolaan Campus Biliar di Taktakan Kota Serang.
Rahmat mengaku baru buka selama tiga bulan dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Kota Serang. Di Campus Biliar ada sebanyak 12 meja biliar yang dapat digunakan oleh pengunjung dengan fasilitas kafe di lantai 2.
Bank bjb Hadirkan Solusi Finansial dan Literasi Keuangan bagi 1.300 Peserta Magang Jepang
“Kami memberikan paket khusus untuk mahasiswa dan pelajar dengan harga terjangkau mulai dari Rp20 ribu per jam, jadi mereka bisa bermain lebih nyaman, dan kalau hari Sabtu dan Minggu itu penuh,” tuturnya.
Sementara itu, pernyataan berbeda disampaikan Fendi, owner Berlin Biliar. Ia menjelaskan bahwa tren olahraga tersebut membuat persaingan bisnis menjadi lebih ketat.
Sebab, kini sudah mulai banyak tempat biliar baru di Kota Serang.
“Ibarat kata ada 500 pemain, nah kalau semuanya dibagi ke tempat lain jadinya kan berkurang, kalau sewa standar saja mulai dari Rp25-35 ribu, supaya bisa tetap bersaing,” kata Fendi.
Ombudsman Temukan Maladministrasi Pengurukan Anak Sungai Kronjo
Pengakuan berbeda disampaikan pengusaha biliar di Kota Cilegon. Mereka mengaku masih rugi membuka bisnis biliar. Hal itu karena pasar atau konsumen yang sulit diprediksi.
Feri salah satu pemilik usaha biliar Kawan Biliar di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon mengaku bisnisnya masih rugi meski omzet atau pendapatan cukup besar mencapai rata-rata Rp150 juta per bulan atau Rp5 juta per hari.
Kerugian tersebut karena antara kebutuhan pembiayaan operasional besar dan belum bisa ditutupi dari pendapatan.
“Kurang lebih di Rp4 juta sampai Rp5 juta bisa kurang bisa lebih. Itu full (tidak libur), tadinya hitungan kami per hari Rp10 juta, ternyata setengahnya.
Dinsos Kota Serang Kekurangan Pendamping PKH
Sudah mulai down, tidak sesuai ekspektasi. Sebetulnya ketika ditanya pendapatan yah masih minus, terus terang karena kita punya anggaran tersendiri buat mengembalikan modal (pinjaman), bisa tidak bisa harus mengembalikan uang segitu,” jelasnya.
Feri menambahkan, belum lagi pajak 10 persen yang disetorkan ke daerah cukup tinggi dan juga yang disetorkan ke pusat 0,5 persen sangat membebani.
Sebab, hitungan pajak diambil dari omzet. Pemerintah tidak tahu jika ada pengeluaran listrik, bayar karyawan dan operasional lainnya.
“Lalu pajak daerah besar 10 persen, namanya pajak (pemerintah) tidak mau tahu menahu karena tahunya dari omzet. Kita banyak pengeluar listrik karyawan dan mengembalikan modal.
Pemkot Serang Tutup Sementara Kawasan Industri Sawah Luhur Karena Tidak Memiliki Izin Amdal
Orang pajak tidak berpikir kita balik modal hanya berfikir kita punya omzet. Semua pelaku usaha harus balik modal dulu baru bicara keuntungan dan ini dimata kita masih minus,” ujarnya.
Feri menyampaikan, mengeluarkan investasi modal sebesar Rp3 miliar bersama dengan 6 koleganya. Ia memprediksi dengan target pendapatan Rp10 juta per hari maka dalam hitungan 2 tahun saja sudah balik modal.
Namun, karena tidak sesuai ekspektasi dan analisa, terutama soal konsumen maka rata-rata pendapatan per hari hanya mencapai rata-rata Rp5 juta dan perkiraan balik modal sampai 4 tahun.
Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Cilegon Hamami menyatakan, secara harga di Kota Cilegon bersaing. Namun yang lebih diutamakan soal service dan kenyamanan konsumen.
Awal Tahun Depan Pemkot Serang Kirim Ratusan Pekerja ke Korea dan Jepang
“Kalau harga kan standar yah, tidak ada yang terlalu mahal. Semua pemain (pengusaha) biliar tahu.
Hanya bedanya itu adalah soal fasilitas dan pelayanan saja, yang bagus maka yang akan banyak seperti di Kawan Biliar bagus dan banyak dibandingkan yang lain,” ucapnya.
Secara pendapatan daerah, Papar Hamai, usaha biliar mampu menyumbangkan pajak sebesar Rp500 juta per tahun. Hal itu sangat besar dibandingkan pajak atau retribusi parkir di Kota Cilegon.
“Kami coba terus upayakan supaya komunikasi dan koordinasi baik antara pengusaha dan pemerintah. Iklim usaha dijaga sehingga pemasukan untuk pemerintah semakin baik,” ucapnya.
APBD 2026 Diproyeksi Naik Rp200 Miliar
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti menyebut, hingga September 2025 ini sudah ada tiga permohonan izin usaha biliar yang masuk. “Tahun ini permohonan izin biliar ada tiga,” ujar Virgojanti.
Ia menjelaskan, kewenangan izin usaha biliar berada di tingkat provinsi karena tergolong kategori usaha menengah.
Sementara, untuk usaha berskala kecil, perizinan menjadi ranah pemerintah kabupaten atau kota.
“Karena jenis usaha biliar itu kan dia masuknya ke dalam kategori usaha menengah. Kalau kecil, dia ke kabupaten/kota izinnya,” jelasnya.
Warga Desa Margaluyu Blokir Tol Serpan
Virgojanti menjelaskan, secara umum, kawasan Tangerang Raya menjadi wilayah terbanyak yang memiliki usaha biliar.
Akan tetapi, Virgojanti tidak merinci secara detail wilayah-wilayah mana saja yang paling banyak. Karena, kata dia, usaha biliar umumnya bergabung dengan sektor lain seperti hotel, restoran, atau kafe.
“Paling banyak itu di Tangerang Raya, tapi bersatu dengan usaha lainnya seperti hotel, restoran, kafe. Kalau untuk pastinya itu saya kurang hafal ya, karena harus disisir satu-satu di dalam aplikasi OSS,” katanya.
Lebih lanjut Virgojanti menegaskan, pengajuan izin usaha biliar ke Pemprov Banten mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif nomor 7 tahun 2021.
Radioaktif Cs-137 Dibersihkan Pakai Tangan
Yang mana, jika melihat di dalam sistem Online Single Submission (OSS), usaha biliar terdaftar di KBLI kode 93113 sebagai fasilitas gelanggang atau arena.
“Di dalam aplikasi OSS, biliar itu termasuk ke dalam KBLI 93113 fasilitas gelanggang atau arena.
Fasilitas ini mencakup usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas olahraga darat, air, dan udara di dalam atau di luar ruangan seperti pengelolaan gelanggang renang, bowling, biliar, hoki es, bungee jumping, olahraga musim dingin, dan lainnya,” tandas Virgojanti. (raden/uri/raffi)





