BANTENRAYA.CO.ID – Operator Jalan Tol Serang-Panimbang (Serpan), PT Wijaya Karya (Wika) Serpan mengungkapkan bahwa jalan Tol Serpan di atas kertas masih butuh waktu 17 tahun untuk balik modal.
Diketahui saat ini, volume trafik harian Tol Serpan ialah rata-rata sebanyak 5 ribu hingga 6 ribu kendaraan.
Manajer Bidang Pengembangan Sistem dan Usaha PT Wika Tol Serpan, Muhammad Albagir mengatakan, berdasarkan target business plan atau Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT),
realisasi volume trafik kendaraan Tol Serpan sejak awal pengoperasiannya masih di bawah 50 persen atau tepatnya baru 47 persen.
BACA JUGA : Fana Afiroza, Siswa SMP 2 Cilegon Berhasil Ukir Prestasi di YCWC 2025
“Volume trafik kita memang baru 47 persen atau sekitar 5 ribu kendaraan jika mengacu pada business plan atau PPJT,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (21 Desember 2025).
Akibat kondisi itu, Albagir mengakui bahwa pihaknya agak kesulitan dalam melakukan pemeliharaan dan operasional jalan tol.
Kementerian PU sendiri disebut kerap menyodorkan program meski hanya bersifat beautifikasi yang tentunya tidak mempengaruhi standar kualitas jalan.
Ia membenarkan bahwa jalan Tol Serpan masih butuh waktu 17 tahun untuk balik modal. Nilai investasi untuk porsi PT Wika Serpan sendiri sebesar Rp8,6 triliun, sementara nilai konstruksinya Rp5,6 triliun.
BACA JUGA : Favorit Staycation untuk Buah Hati
Kendati begitu, Albagir menjamin bahwa rasio pendapatan dari trafik kendaraan dengan biaya operasional jalan tol yang harus dikeluarkan masih dalam batas wajar dan bahkan cenderung cukup baik.
Hal itu sendiri didasarkan pada Standar Pelayanan Minimum (SPM) dengan kondisi saat ini yang dikonversi menjadi biaya operasional yang harus dikeluarkan.
“Di atas kertas, kira-kira masih 17 tahun lagi buat balik modal. Bisa lebih cepat atau malah lambat tergantung realisasi trafik.
Kalau soal biaya operasional yang masih cukup baik berdasarkan SPM saat ini,” tuturnya.
BACA JUGA : Pemkot Serang Siapkan Dana BTT Untuk Tangani Korban Terdampak Banjir
Di sisi lain, Albagir menjelaskan bahwa realisasi trafik sangat dipengaruhi dengan pengembangan wilayah-wilayah yang dilalui sepanjang jalan tol.
Untuk kasus Tol Serpan, sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak maupun Pandeglang untuk mengakselerasi penanaman investasi maupun pengembangan pariwisata untuk mendorong lonjakan volume trafik tersebut.
“Kami memahami bahwa jalan tol ini butuh waktu yang sangat panjang untuk bisa memenuhi trafik seperti yang direncanakan,” ujarnya.
Albagir menjelaskan bahwa secara umum, beberapa aspek yang menentukan volume Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR).
BACA JUGA : Perumahan Grand Sutera Kota Serang Banjir
Salah satunya ialah aspek konektivitas. Diketahui saat ini, Tol Serpan baru beroperasi di seksi I yakni ruas Serang-Rangkasbitung.
Sementara seksi II (Rangkasbitung-Cileles) dan seksi III (Cileles-Panimbang) masih dalam tahap pengerjaan.
“Jadi tugas kami adalah segera menyelesaikan Tol Serpan ini sampai ke Panimbang, seksi II dan III sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Kemudian aspek berikutnya yaitu demand atau permintaan. Dalam hal ini, demand sangat dipengaruhi oleh perkembangan wilayah seperti yang disebut sebelumnya.
BACA JUGA : Barbeque Sepuasnya di Horison Resort Anyer Cuma Rp150 Ribu
Maka dari itu, penting bagi pemerintah untuk menyediakan hal-hal yang dibutuhkan, mulai dari destinasi wisata baru maupun investasi baru.
Poin ini disebut menjadi hal utama yang paling mempengaruhi terhadap trafik kendaraan Tol Serpan.
“92 persen kendaraan yang melintas itu berasal dari Jakarta atau berplat B. Tujuannya ya untuk wisata.
Maka wisata itu harus disegerakan dan standartnya mau tidak mau harus mengalahkan wisata yang di Jakartanya, Bogor, Bandung atau wilayah lainnya,” imbuhnya.
BACA JUGA : Zakiyah Pastikan Sungai Rawa Danau Dinormalisasi
Sejauh ini, Albagir mengklaim bahwa PT Wika Serpan kerao bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) hingga Dinas Pariwisata untuk memberikan stimulus agar terjadi peningkatan trafik pada Tol Serpan.
“Ya mulai dari promo, kemudian rutin berbagai promo, khususnya untuk market Jabodetabek agar bisa datang ke Lebak dan Pandeglang menggunakan Tol Serpan,” tandasnya. (aldi)






