Fana Afiroza, Siswa SMP 2 Cilegon Berhasil Ukir Prestasi di YCWC 2025

Fana Afiroza, Siswa SMP 2 Cilegon Berhasil Ukir Prestasi di YCWC 2025
BERPRESTASI: Muhammad Fana Afiroza menunjukkan berbagai macam sertifikat prestasi yang pernah diraih, Selasa (16 Desember 2025).

BANTENRAYA.CO.ID – Siswa SMP Negeri 2 Kota Cilegon Muhammad Fana Afiroza berhasil mengukir prestasi yang membanggakan sekolahnya dan Kota Cilegon.

Fana meraih National Winner dan menjadi Semifinalis Young Coder World Cup (YCWC) 2025 yang diselenggarakan oleh Timedoor Academy di Gedung Film Pesona Kemenkraf Jakarta Selatan, Minggu (14 Desember 2025).

YCWC 2025 adalah kompetisi internasional di bidang AI dan Gaming untuk coder muda dan melibatkan lebih dari 10.000 siswa dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, sekolah vokasi, hingga SLB di lebih dari 20 kota dan 10 negara.

Fana mengaku senang bisa berkompetisi di turnamen coding internasional. Dirinya mengaku sudah menyukai coding bermula dari hobinya bermain game.

BACA JUGA : Jalan Bangdes Penancangan Cipocok Jaya Terendam Banjir

“Dari main game terus mulai mempelajari coding sendiri.

Pernah mengalami masa-masa sulit saat melakukan proses coding,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Fana menjelaskan, kesulitan dalam coding itu terjadi ketika sistem mengalami eror sehingga menimbulkan kepanikan.

“Meski sulit Fana masih mau ikut lomba-lomba coding lagi ke depannya,” ujar putra dari Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Cilegon Riezka Budhi Mustika ini.

BACA JUGA : Cukup Menabung di bank bjb, Bisa Dapat Tiket Coast to Coast Night Trail Ultra

Fana mengungkapkan, dirinya kelak bercita-cita menjadi pembuat game di Indonesia.

“Fana suka bermain roblox. Kalau mau lomba coding biasanya latihan 2-3 minggu saja, berlatih sendiri,” tuturnya.

Ibunda Fana, Visca Lietha menambahkan, putranya sudah menyukai coding sejak usia 2 tahun dan pertama kali mengikuti lomba coding pada usia 6 tahun.

“Dulu saat mencari bakatnya, Fana ini senang sama robotik karena ada didalamnya ada mempelajari codingnya juga dia mulai cerita tentang coding-coding itu,” katanya.

BACA JUGA : Program Promosi Akhir Tahun, bank bjb Hadirkan bjb Boom SurePrize untuk Nasabah

Visca mengungkapkan, sejak kecil anaknya sudah dikenalkan games seperti di Playstation, Legi, dan lain-lain untuk melatih pola pikirnya.

Karena menggemari coding, orangtua Fana, Budhi dan Visca mendukung bakat sang anak dengan memasukannya les khusus coding.

Selain menyukai coding,Visca menuturkan bahwa Fana juga menyukai matematika dan pernah mengikuti olimpiade.

“Awal pertama ikut lomba itu di CCM tingkat nasional. Kelihatannya anaknya (Fana) itu tidak ada rasa deg-degan sama sekali, enjoy sama coding, akhirnya juara 3,” katanya.

BACA JUGA : Pembunuhan Anak di Cilegon, Tak Ada Indikasi Perampokan

Visca menuturkan, saat ini masih terus mencari informasi lomba tentang coding untuk menambah pengalaman dan prestasi sang anak.

“Fana ini ikut ekskul coding dan belajar tambahan sendiri ya secara otodidak gitu. Kami sebagai orang tua selalu menyupport anak untuk menemukan bakatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kota Cilegon Nurhayati menyatakan kebanggaannya karena salah satu muridnya bisa membawa nama sekolah yang dipimpinnya menjadi National Winner.

“Tentu saja sangat bangga atas prestasi ananda Fana yang sudah bisa mencapai ke tingkat Nasional,” ungkapnya.

BACA JUGA : Mahasiswi di Serang Terobos Banjir Demi Kuliah

Dirinya mengaku akan selalu mendukung Fana dan murid SMP Negeri 2 Kota Cilegon lainnya untuk menjadi murid yang berprestasi bidang akademik maupun non akademik.

“Kami selalu support dan mendoakan untuk semua murid agar tetap semangat dan selalu berusaha untuk lebih giat belajar dan berprestasi lagi,” pungkasnya. (tia)

Pos terkait