BANTENRAYA.CO.ID – Dalam ragngka mengantisipasi terjadinya salah sasaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai membenahi sistem pendataan penerima bantuan sosial (bansos).
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Banten, Andra Soni yang telah meminta agar Dinas Sosial (Dinsos) memperbaharui data penerima bansos.
Andra menuturkan, akurasi dan pembaruan data dinilai menjadi faktor krusial agar program kesejahteraan benar-benar menyentuh masyarakat yang berhak.
Menurutnya, dinamika sosial dan ekonomi masyarakat menuntut adanya validasi data secara berkala.
Perubahan kondisi warga, baik yang mengalami penurunan maupun peningkatan kesejahteraan, harus tergambar dalam basis data pemerintah.
“Validasi data itu harus tepat. Data harus terus diperbarui, karena ada masyarakat yang tadinya mapan atau bekerja kemudian tidak bekerja dan miskin, serta ada juga yang sebelumnya tidak berpenghasilan lalu sudah bekerja.
Ini semua harus di-update,” ujar Andra saat menghadiri Forum Rencana Kerja (Renja) OPD Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2027 di Dinas Sosial Provinsi Banten, Rabu (11 Februari 2026).
Dalam kesempatan tersebut, Andra meminta agar Dinas Sosial Provinsi Banten bersama Dinas Sosial kabupaten dan kota dapat memberikan perhatian serius terhadap pembaruan data penerima bantuan.
BACA JUGA : Tol Serpan Seksi II Dibuka Fungsional untuk Mudik Lebaran 2026
“Setiap penerima manfaat wajib untuk memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pemerintah agar tidak terjadi ketimpangan distribusi atau salah sasaran tadi,” jelasnya.
Andra menjelaskan, upaya pembenahan data tersebut menjadi bagian dari strategi dalam memperkuat program kesejahteraan sosial di Banten.
Ia menuturkan, forum Renja 2027 harus dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus penyusunan arah kebijakan ke depan.
“Kesejahteraan sosial merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah, dan keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi,
BACA JUGA : Dukung Kesejahteraan Personel, bank bjb Kelola Tukin TNI AU
melainkan juga dari kemampuan pemerintah dalam melindungi masyarakat miskin dan kelompok rentan, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan,” terangnya.
Selain memastikan ketepatan sasaran bansos, Andra juga mendorong transformasi pola bantuan agar lebih berorientasi pada pemberdayaan.
Bantuan sosial, menurutnya, harus mampu meningkatkan kemandirian penerima manfaat.
“Bantuan sosial juga harus diimbangi dengan program pemberdayaan. Kita harus memastikan bantuan yang diberikan itu berdampak dan mendorong kemandirian penerima manfaat,” jelasnya.
BACA JUGA : Dari Persiapan hingga Kemandirian, bank bjb Hadirkan Solusi Pensiun Produktif
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Lukman menyampaikan bahwa Forum Renja 2027 pihaknya membahas sejumlah isu strategis,
termasuk penanganan masyarakat pada desil 1 hingga desil 5 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), respons kebencanaan, serta pemberdayaan masyarakat miskin dan penyandang disabilitas.
Menurut Lukman, penguatan koordinasi lintas pemerintah daerah menjadi prioritas untuk meningkatkan akurasi data dan efektivitas program bantuan sosial.
“Ya dalam kegiatan forum renja ini kami melakukan sejumlah pembahasan salah satunya seperti yang dikatakan oleh pak Gubernur terkait pendataan masyarakat,” kata Lukman.
BACA JUGA : Tol Serpan Seksi II Dibuka Fungsional untuk Mudik Lebaran 2026
Lukman menjelaskan, pembaharuan data penerima bansos perlu dilakukan guna memastikan keabsahan penerima.
Meskipun, kata dia, sejauh ini pihaknya selalu melakukan verifikasi dan validasi langsung kepada sejumlah penerima bansos.
“Memang harus dilakukan ya, supaya tidak terjadi salah sasaran. Ya walaupun sejauh ini kita selalu lakukan verifikasi dan validasi penerima bansos.
Tapi kalau sudah dengan data terbarukan jadi lebih valid,” jelasnya.
BACA JUGA : Industri Pers Tertekan, Negara Diminta Hadir Jaga Informasi Publik
Terkait pemberdayaan kepada penerima bansos, Lukman mengatakan jika pihaknya telah melakukan hal tersebut dengan memberikan sejumlah pelatihan keahlian di bidang-bidang tertentu.
“Itu juga sudah kita lakukan (pemberdayaan,-red) salah satu contohnya yang kita lakukan adalah pelatihan menjahit, tata boga untuk disabilitas dan lainnya.
Harapannya ya agar ada peningkatan pada si penerima bansos,” pungkas Lukman. (raffi)





