BANTENRAYA.CO.ID – Pasangan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia genap satu tahun memimpin Kota Serang.
Satu tahun memimpin Kota Serang, Budi-Agis mendapat banyak pujian dari sejumlah kalangan masyarakat Kota Serang, mulai dari akademisi, pengamat, ketua DPRD, tokoh masyarakat, pelaku ekonomi kreatif (ekraf), hingga warga Kota Serang.
Secara umum, sejumlah kalangan masyarakat Kota Serang memuji kepemimpinan satu tahun Budi-Agis dalam membangun Kota Serang.
Terobosan dan 13 programnya sudah banyak terlihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Serang.
BACA JUGA : Hargai Perbedaan Penetapan Awal Ramadan
Kerja nyata Budi-Agis selama satu tahun menunjukkan hasil pembangunan yang konkrit dan berdampak terhadap masyarakat Kota Serang.
Angka kemiskinan turun ke 5,51 persen. Indeks pembangunan manusia meningkat dari 76,90 menjadi 77,50.
Meningkatnya usia harapan hidup 75,63 tahun. Dengan usia harapan lama sekolah 12,85 tahun. Rata-rata lama sekolah 8,94 tahun.
Kepuasan layanan infrastruktur meningkat dari 69,04 menjadi 72,30. Indeks kualitas lingkungan hidup melonjak dari 54,19 menjadi 65,47.
BACA JUGA : Musisi Nasional Ramaikan Hari Musik Nasional 2026 di Banten
Indeks tutupan lahan 24,43 point. Indeks pelayanan publik meningkat dari 3,99 menjadi 4,16. Indeks resiko bencana menurun dari 127,57 menjadi 109,52. Realisasi PAD sampai 90 persen.
Pendapatan asli daerah (PAD) meningkat 33 persen. Laju pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,47 point.
Tingkat pengangguran terbuka menurun dari 7,12 persen menjadi 6,59 persen. Inflasi berada pada angka 2,86 persen.
Inovasi dan komitmen di tengah efesiensi anggaran. Meski menghadapi tantangan pemangkasan anggaran daerah hingga lebih dari Rp200 miliar.
BACA JUGA : Empat Pelabuhan Disiapkan untuk Mudik 2026
Pemerintah Kota Serang di bawah kepemimpinan Budi-Agis tetap tancap gas. Dengan strategi skala prioritas beberapa program unggulan telah resmi berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Satu tahun kepemimpinan Budi-Agis mendapat lebih dari 35 penghargaan lokal sampai nasional, di antaranya sebagai kota layak anak peringkat madya oleh Kemen PPA, sebagai kota dengan kepala daerah inovatif atas program pembangunan melibatkan CSR oleh Radar Banten.
Penghargaan sebagai kota yang melakukan percepatan pengangkatan PPPK oleh BKN.
Sebagai kota pertama di provinsi Banten yang mendapatkan rekomendasi penerapan manajemen talenta dari BKN. Sebagai kepala daerah peduli tata kota oleh kabar Banten awards.
BACA JUGA : RSKM Kenalkan Trauma Center Lewat FGD, Pastikan Pasien Kembali Produktif Secara Optimal
Sebagai kota sangat inovatif oleh Innovative government awards 2025. Menjadi kota dengan pemimpin yang menjaga toleransi dan keberagaman melalui kolaborasi aktif bersama FKUB yang aktif di acara berbagai agama.
Akademisi dan Pengamat Kebijakan Publik Dr Syaeful Bahri memberikan raport hijau kepada Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia di satu tahun periode pertama kepemimpinannya.
Menurut Syaeful Bahri, sebagai nakhoda baru yang membawa gerbong harapan besar, publik tentu berhak menagih janji-janji politik yang tertuang dalam RPJMD.
Dari kacamata kebijakan publik, masa satu tahun adalah fase konsolidasi dan peletakan fondasi. Namun, fondasi saja tidak cukup jika masyarakat belum merasakan perubahan signifikan di level layanan dasar.
BACA JUGA : Allisa Resort and Hotel Ramaikan Suasana Ramadan Bersama Pelaku Usaha
“Kinerja pasangan Budi-Agis patut diapresiasi dalam setahun terakhir adalah terdapat beberapa lompatan yang menunjukkan kemauan politik atau political will yang kuat,” ujarnya, Minggu (22 Februari 2026).
Syaeful mengatakan, keunggulan pasangan Budi-Agis terletak pada sinergi dan kerja sama yang solid.
“Jadi sama sekali tidak kelihatan wakil walikota itu mau berebut panggung, bahkan betul-betul memposisikan di perintah wali kota,” ujar Syaeful.
Menurut dia, pasangan Budi-Agis taktis dalam menangani banjir di Kota Serang khususnya di Kawasan Banten Lama.
BACA JUGA : BJB Tandamata Rencana Solusi Keuangan Pribadi dan Bisnis yang Menjanjikan
“Mereka gercep menangani banjir di Banten Lama, bukan sekadar menggusur tapi tetap mempertimbangkan kepentingan rakyat.
Hampir semua janji kampanye diwujudkan dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat dan pihak swasta,” ucap dia.
Kendati demikian, Syaeful juga memberikan catatan kritis kepada Budi-Agis dalam satu tahun periode pertama memimpin Kota Serang.
Catatan kritis itu adalah pekerjaan rumah (PR) yang masih menumpuk, namun, di balik capaian tersebut, ada beberapa catatan krusial yang harus segera dievaluasi.
BACA JUGA : Mayoritas Kepala Daerah Jeblok
Seperti ketimpangan ekonomi dan inflasi lokal, infrastruktur pinggiran yang terabaikan, dan kualitas layanan dasar masyarakat.
Hasil analisis akademisnya, Syaeful menilai bahwa tantangan Budi-Agis ke depan secara teoritis, keberhasilan kebijakan publik diukur dari 3E yakni efektivitas, efisiensi dan ekuitas.
“Tahun pertama Budi-Agis mungkin sudah memenuhi aspek efisiensi melalui digitalisasi, namun aspek ekuitas (keadilan) masih menjadi tanda tanya besar.
Pembangunan jangan hanya berpusat pada apa yang terlihat oleh mata (fisik), tapi juga pada apa yang dirasakan oleh perut dan kantong warga (kesejahteraan).
BACA JUGA : Mayoritas Kepala Daerah Jeblok
Pemerintah kota perlu berhati-hati agar tidak terjebak dalam Gimmick Policy kebijakan yang terlihat bagus di media sosial, namun lemah dalam implementasi struktural,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman memberikan nilai 7 kepada pasangan Budi-Agis di satu tahun periode pertama memimpin Kota Serang.
Penilaian itu didasarkan pada hasil sejumlah kebijakan yang dinilainya luar biasa, kendati baru 12 bulan bekerja.
Muji Rohman mengatakan, pihaknya memberikan penilaian kategori baik untuk capaian hasil pembangunan satu tahun Budi-Agis. “Kami beri nilai 7 itu realistis karena beliau baru 12 bulan,” ujar Muji.
BACA JUGA : AHY Minta Pemda Buka Infrastruktur untuk Ruang Kreatif
Menurut dia, walaupun baru bekerja satu tahun, beberapa terobosan Budi-Agis sudah nampak terlihat hasil pembangunannya di Kota Serang.
“Salah satu terobosannya adalah Royal Baroe. Royal Baroe ini dianggarkan dari dana efesiensi,” sebut dia.
Selain itu, kata dia, Budi-Agis di satu tahun pertama menjabat, birokrasinya sudah mengimplementasikan manajamen talenta.
Melalui merit sistem di mana menempatkan orang (ASN) yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place) berdasarkan kompetensi dan kinerja.
BACA JUGA : Sukses Selesaikan Defisit APBD
“Di Banten Kota Serang menjadi pelopor pertama penerapan manajemen talenta. Dulu pakai open bidding.
Di mana yang dekat, di mana yang punya duit dia bisa jadi kepala dinas. Sekarang tidak bisa,” ucap dia.
Kemudian, Muji juga mengapresiasi terhadap kinerja Budi-Agis yang meluncurkan program Serang Mengaji.
Menurut dia, program Serang Mengaji berdampak pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Serang dalam hal baca tulis Al-Quran.
BACA JUGA : Hargai Perbedaan Penetapan Awal Ramadan
“Kami waktu itu kedatangan lembaga survei bahwa di Kota Serang ini 40 persen anak-anak usia pendidikan itu tidak bisa membaca menulis huruf Arab.
Sehingga program Serang mengaji bisa menjadi tolak ukur supaya paling tidak 60-70 persen,” katanya.
Ia juga mengapresiasi terobosan Budi-Agis yang berani menggratiskan biaya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) perdesaan perkotaan (P2) bagi wajib pajak PBB-P2 yang nilainya Rp 50.000.
“Kota Serang ini PADnya sangat kecil, tapi tahun 2026 ini beliau berani menggratiskan wajib pajak PBB-P2 yang nilainya Rp 50.000, padahal kalau dikumpulkan nilainya besar juga, tapi beliau berani,” terang Muji.
BACA JUGA : Menteri Koperasi Minta Koperasi Perangi Bank Keliling
Muji juga menilai pasangan Budi-Agis ini tipikal pasangan kepala daerah yang proaktif dan langsung respons cepat bila menerima laporan atau aduan khususnya dari masyarakat.
“Beliau itu langsung respons kalau dikritik. Diperbaiki, dievaluasi, dan menerima.
Kami melihat kalau ini berjalan sesuai selama 5 tahun pembangunan Kota Serang ini akan terlihat, dan dirasakan perubahannya,” tandas dia.
Tokoh Pendiri Kota Serang dan Provinsi Banten Embay Mulya Syarief mengatakan, satu tahun kinerja Budi-Agis sudah mulai terasa pembangunannya.
BACA JUGA : RSKM Kenalkan Trauma Center Lewat FGD, Pastikan Pasien Kembali Produktif Secara Optimal
“Saya warga Kota Serang yang tinggal di Kota Serang sejak 1957. Saya apresiasi satu tahun kinerja Budi-Agis sejak memimpin Kota Serang sudah mulai terasa perubahan-perubahan yang bisa dinikmati oleh masyarakat Kota Serang,” ujar Embay.
Embay menjelaskan, Kota Serang sebagai ibukota Provinsi Banten merupakan kota yang unik di ujung pulau Jawa paling barat.
Embay mengatakan, perubahan Kota Serang belakangan terlihat dalam sejumlah program seperti pembenahan Pasar Lama, revitalisasi Pasar Rau, penertiban Pasar Taman Sari dan Pasar Kepandean, serta pembangunan Royal Baroe
“Dalam satu tahun kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota, sudah banyak perubahan yang terlihat di Kota Serang. Royal Baroe bahkan kini menjadi ikon baru kota,” ucap dia.
BACA JUGA : Cafe Buna Indonesia, Rumah Kedua di Cilegon
Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi mengakui bahwa pembangunan Kota Serang di era kepemimpinan Budi-Agis begitu cepat dan monumental.
“Sepanjang saya hidup saya sejak kecil ya di pemerintahan ini. Harus jujur saya akui karena pembangunan infrastruktur di sini melawan arus budaya yaang udah hilang dari Kota Serang sebagai ibu kota provinsi.
Budaya apa itu budaya keterbukaan,” ujar Matin.
Ketua Umum Fekraf Provinsi Banten Muhammad Irfan Koyong menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Budi-Agis yang telah bekerja dalam satu tahun pertamanya.
BACA JUGA : Menteri Koperasi Minta Koperasi Perangi Bank Keliling
Menurut dia, di satu tahun Budi-Agis memimpin banyak perubahan banyak potensi dan peluang yang telah diberikan.
“Saya melihat Kota Serang ada perubahan yang di mana khususnya untuk masyarakat Kota Serang dan pelaku kreatif di Kota Serang.
Harapan kita sebagai pelaku ekonomi kreatif Banten Kota Serang menjadi ladang ekonomi yang kuat dan tangguh untuk Indonesia maju sesuai dengan visi misi Pak Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Banten Andra Soni.
Kolaborasi aksi menjadi kerja nyata yang baik Salam kreatif,” kata Irfan.
BACA JUGA : Hargai Perbedaan Penetapan Awal Ramadan
Menanggapi hal tersebut, Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan bahwa satu tahun kepemimpinannya bersama Nur Agis Aulia merupakan tahap awal dalam meletakkan fondasi pembangunan sesuai dengan RPJMD Kota Serang 2025–2029.
“Meski telah ada capaian, kami menyadari masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan disempurnakan.
Refleksi ini menjadi momen evaluasi agar langkah ke depan semakin tepat dan berdampak merata,” ujar Budi, dalam sambutanya.
Ia mengatakan, satu tahun kepemimpinannya bersama Nur Agis Aulia merupakan langkah awal untuk membuat perubahan, dan mengembalikan kejayaan Kota Serang menuju ibu kota sesungguhnya.
“Satu tahun ini hanyalah awal. Bersama-sama kita jemput kembali masa kejayaan Serang yang sudah lama dinanti. Menuju ibu kota sesungguhnya,” ujar Budi.
Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan bergotong royong, karena kemajuan Kota Serang merupakan hasil kerja sama.
“Terima kasih kepada seluruh perangkat daerah, camat, lurah, stakeholder, dan masyarakat Kota Serang, serta doa agar Kota Serang semakin maju, bahagia, dan sejahtera warganya,” katanya.
Dalam refleksi 1 tahun kinerjanya, lanjut Budi, pihaknya juga mendapat penilaian kategori baik dari lembaga legislatif Kota Serang.
BACA JUGA : Empat Pelabuhan Disiapkan untuk Mudik 2026
“Iya tadi juga ada beberapa Pak Ketua DPRD yang memberikan nilai 7 kepada saya, dan insyaa Allah itu menjadi motivasi saya untuk lebih berkembang lagi dalam rangka agar Kota Serang menjadi ibu kota yang sesungguhnya,” terang Budi.
Budi menyampaikan bahwa pembangunan Royal Baroe merupakan bagian dari program penataan kawasan ekonomi rakyat sekaligus peningkatan wajah kota.
Meski demikian, ia mengaku belum puas dengan capaian satu tahun kepemimpinannya. Menurutnya, masih banyak program prioritas yang harus segera diwujudkan demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas infrastruktur Kota Serang.
“Setelah Royal, tahun ini juga kita akan bangun Alun-alun dengan anggaran sangat besar. Semua bertujuan untuk kemajuan Kota Serang,” ujar Budi.
BACA JUGA : Pemprov Ancam Cabut Izin Pedagang
Ia menjelaskan, pembangunan Alun-alun tersebut dirancang menjadi ikon baru kota sekaligus ruang publik representatif bagi masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kota Serang juga akan melanjutkan program penataan Pasar Induk Rau (PIR) serta mendorong pembangunan kawasan industri padat karya.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru serta memperkuat struktur ekonomi lokal.
“Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada dampak ekonomi bagi masyarakat.
BACA JUGA : BJB Tandamata Rencana Solusi Keuangan Pribadi dan Bisnis yang Menjanjikan
Penataan Pasar Induk Rau dan pembangunan pusat industri padat karya akan kita lakukan bertahap pada tahun-tahun selanjutnya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, salah satu mimpi besar Walikota Serang Budi Rustandi adalah mengembalikan kejayaan Serang, dan tentunya ini juga merupakan mimpi bersama.
“Karena itu yang pasti kita harus berkomitmen untuk melangkah bersama, selaras dan harmoni untuk mencapai apa yang kita inginkan bersama, yaitu bagaimana kemudian Serang ini bisa menjadi lebih baik lagi, masyarakatnya lebih bahagia lagi dan sejahtera lagi,” ujar Agis. (harir)







