BANTENRAYA.CO.ID – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Khairiyah Karang Tengah di Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta Cilegon menjadi salah satu sekolah madrasah yang mengusung visi Sekolah Sang Juara.
Visi itu memiliki makna, semua anak sudah memiliki potensinya masing-masing tinggal tugas sekolah dan pengajar mengungkit bakat tersebut dan mengasahnya.
Kepala Sekolah MTs Al Khairiyah Karang Tengah Ayatulloh Marsai menyatakan, dengan filosofi Sekolah Sang Juara, diharapkan para anak menemukan bakatnya yang sesuai dengan kemampuannya dan sudah ada sejak lahir.
Itu yang kemudian diasah potensinya lewat sejumlah kurikulum yang ada di sekolah.
“Semua anak itu juara, setiap anak memiliki potensinya masing-masing, jika dilihat secara potensi mengakui semuanya punya kelebihan yang dikembangkan dan merupakan titipan Tuhan kepada mereka.
Kita sebagai pendidik tidak boleh mengklaim anak ini pintar, anak itu bodoh. Tinggal tugas guru menemukan pintu masuknya dan mengungkit kecerdasan dan kelebihannya untuk bisa mengasahnya untuk bekal hidup,” katanya, Minggu (14 Juni 2026).
Ayatullah menyampaikan, tidak boleh ada penyeragaman dalam hal pendidikan. Terlebih lagi bisa soal akademik tidak boleh diperlakukan seragam dengan berpatokan hanya nilai saja.
Hal itu, justru membuat diskriminasi kepada anak-anak, seharusnya kecerdasan anak dinilai dari kecerdasan visual, audio dan motoric.
BACA JUGA : Satu Jemaah Haji Cilegon Meninggal Sesak Nafas
“Secara praktik banyak sekolah yang masih mendasarkan nilai akademik. Padahal itu sudah melanggar dan tidak searah dengan potensi sang anak, jadi bukan sekolah inklusif.
Lebih lagi jika masuknya sudah dengan nilai tes itu diskriminasi dan penyeragaman terhadap potensi anak.
Sekolah masuk punya kuota berapa misalnya 100, semua pendaftar diterima tidak boleh ada diskriminasi, baru nanti ada tes lanjutan untuk mengukur pemetaan kecerdasan dan kecenderungan kemana, dibagi tiga mereka kecerdasan visual, audio dan motoric dan pengkelasan itu berdasarkan itu,” jelasnya.
MTs Al Khairiyah sendiri, ujar Ayatullah, sudah berdiri sejak 1969 dan sudah diurus generasi ketiga untuk Yayasan Banu Al Qomar.
BACA JUGA : BGN Lebak Ngaku Dipersulit Peroleh Data Calon Penerima MBG
Dimana, sudah banyak lulusan yang sukses sebagai politisi, akademisi misalnya profesor dan juga birokrasi.
“Alumninya sudah banyak di akademik ada professor, ada lulusan juga di Inggris, lalu juga politikus dan juga birokrasi. Ada banyak profesi sudah dilahirkan,” ujarnya.
Secara prestasi, papar Ayatullah, juga banyak dari para siswa yang meraih prestasi terutama bidang seni dan olahraga. Bahkan, MTs Al Khairiyah menjadi satu-satunya sekolah yang memiliki grup teater Padma.
“Teater Panda ini suka mengisi di panggung-panggung sekolah dasar. Lalu untuk seni selalu melahirkan kafilah MTQ, serta pencak silat juga meraih prestasi nasional,” ujarnya.
BACA JUGA : Pemkot Serang Rencanakan Bangun Serang Convention Center
Ketua Yayasan Banu Al Qomar KH Muktillah mengungkapkan, tidak hanya ada sekolah formal saja berupa Mts Al Khairiyah dan Madrasah Aliyah (MA).
Dimana, Al Khairiyah Karang tengah di bawah naungan Yayasan Banu Al Qomar sendiri juga memiliki pondok pesantren yang sudah juga mengambangkan wirausaha untuk santrinya. Dimana, usaha tersebut dalam bentuk produksi kopi dan juga kebun buah melon.
“Ada pertanian dan wirausaha. Hal itu juga untuk membangun wirausaha di samping juga tetap ada sekolah formal dan pesantren di dalamnya,” paparnya.
Selain itu, ucap Muktillah, ada program praktek dari Diklat Dakwah dengan fokus melatih siswa atau santri untuk berceramah, menjadi Qori dan pembawa Acara yang dilakukan langsung di hadapan masyarakat.
BACA JUGA : Fee Debt Collector Rp40 Juta
“Ini langsung bersentuhan dan diharapkan kedepannya dari sisi keagamaan bisa memberikan manfaat,” ujarnya. (uri)





