15 Kampung Ngadu Bedug di Alun-alun Pandeglang, Ada Pameran Golok juga, Simak Jadwalnya Sampai Kapan di Sini

75707d9b025a4629bb5733d9c451cac7 343404425 588230393275197 2351254626578629373 n
Pj Gubernur Banten Al Muktabar, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Neneng Nuraeni, dan sejumlah tokoh masyarakat membuka acara ngadu bedug di Alun-alun Pandeglang, Jumat, 28 April 2023 malam.

BANTENRAYA.CO.ID – Sebanyak 15 kampung tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pandeglang menampilkan gebrag ngadu bedug dipadukan seni tari dan musik.

Kegiatan gebrag ngadu bedug sudah digelar sejak 28 April hingga 30 April 2023 di kawasan Alun-alun Kabupaten Pandeglang.

Acara gebrag ngadu bedug diikuti oleh perwakilan dari Kampung Karangtanjung, Parung Sentul Girang, Juhut, Salabentar, Ciledug Cipeucang, Ciguludug, Parung Sentul Landeh.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Rizka Amalia, Putri Bupati Pandeglang Irna Narulita Akan Nikah dengan Warga Korea, Siapakah Dia, di Sini Lokasi Resepsi Pernikahannya

Selanjutnya, Kampung Sukalimas, Cipacung, Kadulimus, Salabentar Masjid, Cicadas, Cidahu Masjid, Cidahu Saluyu, dan Kadu Gajah.

Kegiatan gebrag ngadu bedug dibuka oleh Pejabat Gubernur Banten Al Muktabar, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Neneng Nuraeni, dan sejumlah tokoh masyarakat, Jumat, 28 April 2023 malam.

Bagi masyarakat Pandeglang buruan saksikan acara ngadu bedug di Alun-alun Pandeglang. Sebab, tidak hanya ngadu bedug, di lokasi acara juga ada pameran golok pusaka, workshop bedug, hingga pasar kuliner.

BACA JUGA : Okupansi Hotel dan Pantai di Pandeglang Tercatat Meningkat 40 Persen dari Tahun Lalu

Ketua Pelaksana Gebrag Ngadu Bedug, Endang Suhendar mengatakan, pada tahun 1976 tradisi ngadu bedug yang mulanya bertempat di sekitaran kampung. Namun kali ini dialihkan ke kawasan Alun-alun Pandeglang.

“Tradisi ngadu bedug ini untuk menciptakan wadah yang kondusif bagi tradisi ngadu bedug. Dari tradisi kampung menjadi hiburan rakyat yang memiliki daya tarik sendiri,” katanya.

Dia menjelaskan, ngadu bedug menjadi cikal bakal seni rampak bedug di tahun 1980. Suatu pertunjukan inovatif yang memadukan unsur seni tari dan musik.

BACA JUGA : Jalur Pendakian Gunung Haseupan Jiput Pandeglang Masih Ditutup Sementara, Sampai Kapan! Cek di Sini

“Esensi dari ngadu dalam tradisi ini bukan bedug yang diadu, namun lebih kepada mengadu lagu-lagu yang dinyanyikan dengan menabuh bedug. Mulai dari Menantang yang dijawab dengan lagu tingtit tingbrang, gigibrig tuma, hingga kalapa samanggar,” jelasnya.

Menurutnya, gebrag ngadu bebud sebagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama Kodim 0601 untuk menciptakan wadah yang kondusif bagi tradisi ngadu bedug.

“Dari tradisi kampung menjadi hiburan rakyat yang memiliki daya tarik sendiri. Ngadu bedug di Alun-Alun semakin meriah. Masyarakat kampung antusias mendirikan panggung dengan berbagai hiasan dan corak ornamen yang khas,” ujarnya.

BACA JUGA : Warga Cipari Pandeglang yang Selamat Usai Diterkam Buaya Muara Mulai Membaik, Begini Kondisinya Sekarang

Penasehat Gebrag Ngadu Bedug, Ratu Nita Sangadiyah mengatakan, kegiatan ngadu bedug digelar oleh paguyuban seniman bedug Pandeglang bersama Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN).

“Kami menggagas untuk merevitalisasi ngadu bedug lewat acara bertajuk gebrag ngadu bedug Pandeglang,” terangnya. ***

Pos terkait