Apdesi Tagih Janji Bantuan Rp300 Juta Per Desa

Apdesi Tagih Janji Bantuan Rp300 Juta Per Desa
Pengurus APDESI Banten usia bertemu dengan Wagub Banten Dimyati Natakusumah di KP3B, Kota Serang, Senin (5 Januari 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Banten menagih janji Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah yang pernah menjanjikan akan memberikan bantuan untuk desa Rp300 juta per desa.

Hal itu disampaikan jajaran pengurus APDESI Provinsi Banten saat menemui Dimyati Natakusumah, Senin (5 Januari 2026).

Sekretaris APDESI Provinsi Banten Rafik Rahmat Taufik mengatakan bahwa Dimyati Natakusumah sempat menyampaikan janji saat kampanye menaikkan bantuan untuk desa dari Rp100 juta menjadi Rp300 juta.

Namun, janji itu hingga kini belum direalisasikan.

BACA JUGA : Pemkab Serang Bayar Rp14,6 Miliar Agar Bisa Buang Sampah ke Kota Serang

Pemerintah Provinsi Banten beralasan saat ini baru bisa mengalokasikan Rp120 juta per desa.

Namun, tidak mmenutup kemungkinan akan ada penambahan lagi pada APBD perubahan tahun 2026 nanti.

“Sekarang Rp120 juta tapi tidak menutup kemungkinan akan ditambah di perubahan,” ujar Rafik.

Dalam pertemuan itu, Rafik juga meminta agar dari dana desa yang diberikan untuk desa sebesar Rp120 juta, sebanyak 50 persennya dikelola sendiri oleh desa.

BACA JUGA :Rumah Magot Hasilkan Pakan Ternak dan Urai Sampah Organik Hingga Ratusan Kilo Per Bulan

Tidak seperti pada tahun 2025 di mana anggaran desa 100 persen ditentukan peruntukannya oleh Pemerintah Provinsi Banten. Akhirnya aspirasi ini juga dikabulkan oleh Dimyati Natakusumah.

Ke depan tinggal membicarakan bagaimana teknis dari penggunaan dana desa tersebut.

APDESI, kata Rafik, juga meminta agar anggaran PSU yang selama ini dilakukan oleh pihak ketiga diserahkan kepada pemerintah desa.

BACA JUGA : Ina Linawati, Resolusi 2026 Konsisten Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Dia meyakini bila dikelola oleh pemerintah desa maka anggara PSU akan jauh lebih efisien.

Efeknya, jumlah jalan yang dibangun menggunakan paving block akan lebih luas karena tidak ada pemotongan anggaran untuk pinjam bendera dan biaya lainnya.

Bila dikelola oleh pihak ketiga pembangunan paving blok bisa menghasilkan setengah kilo meter, maka bila dikelola pemerintah desa akan menghasilkan 1 kilo meter bahkan lebih.

“Bicara soal efektifitas dan kualitas pembangunan PSU, kami minta ke Pak Gubernur dan Pak Wagub agar PSU itu jangan dipihakketigakan tetapi diswakelolakan ke desa.

Pemkab Serang Bayar Rp14,6 Miliar Agar Bisa Buang Sampah ke Kota Serang

Kalau dipihakketigakan, anggaran Rp200 juta mungkin 400-500 meter kalau dikelola desa bisa 1 kilo bahkan lebih,” katanya.

Menanggapi hal itu, Dimyati Natakusumah membenarkan bahwa anggaran bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten untuk desa saat ini baru bisa mengalokasikan Rp120 juta per desa.

Namun dia memastikan anggaran akan terus ditingkatkan sampai dengan Rp300 juta sesuai dengan janji yang dia sampaikan saat kampanye.

“Kan kita masih memimpin sampai tahun 2029 jadi kita nanti tambah sampai Rp300 juta,” katanya.

BACA JUGA : 478 Ribu Orang Menuju Sumatera

Bahkan, Dimyati mengungkapkan sebelumnya dia berkeinginan agar setiap desa diberi bantuan Rp1 miliar.

Namun karena anggaran pada APBD Banten masih terlalu kecil, akhirnya diputuskan baru bisa mengalokasikan Rp120 juta. (tohir)

Pos terkait