BANTENRAYA.CO.ID – Lembaga Pendidikan Islam Bina Insani Cahaya Abadi, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang terus memperkuat Program Takhosus sebagai upaya mencetak generasi penghafal Al-Quran yang berakhlak dan berprestasi.
Program tersebut difokuskan pada pendalaman hafalan, pemahaman, serta pengamalan Al-Quran bagi peserta didik di luar jam belajar.
Ketua Yayasan Bina Insani Cahaya Abadi, Salim Assoba mengatakan, program Takhosus dirancang untuk memaksimalkan potensi santri di bidang tahfiz.
Siswa yang mengikuti program ini mendapatkan jam khusus untuk menghafal Al-Quran.
BACA JUGA : Nikmati Seafood Platter Lengkap di Gongji Resto and Cottage
“Program intensif tahfiz di SMAIT Bina Insani untuk memaksimalkan siswa yang memiliki potensi tahfiz.
Jadi siswa yang mengikuti program ini ada jam khusus untuk menghafal Al-Quran, di jam T3Q (Tahsin, Tahfiz, dan Tafhim) dan di mata pelajaran sosial di luar mata pelajaran eksak,” ujarnya, Minggu (5 Juli 2026).
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, program Takhosus dibagi dalam beberapa tingkatan sesuai kemampuan santri. Setiap santri mendapatkan pendampingan intensif dari para musyrif dan musyrifah yang kompeten di bidang tahfiz.
“Selain setoran hafalan, kegiatan juga diisi dengan murojaah, tadabbur, serta pembinaan akhlak,” katanya.
BACA JUGA : 1.800 Truk Tambang Seliweran Tiap Hari
Salim menuturkan, siswa yang mengikuti kelas Takhosus juga tidak jarang mendapatkan prestasi di sekolah, bahkan ada siswa Takhosus yang diterima di perguruan tinggi impiannya.
“Dengan penguatan program ini, kami berharap Bina Insani dapat melahirkan lebih banyak penghafal Al-Quran yang menjadi kebanggaan keluarga, lembaga, dan bangsa,” jelasnya.
Salah satu alumni program Takhosus, Nailatus Syfa Maulida, juga telah melanjutkan pendidikan di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung.
Selama menempuh pendidikan di SMAIT Bina Insani, Nayla mengikuti kelas Takhosus, yaitu program intensif hafalan tahfiz.
BACA JUGA : 644 Truk Tambang Ditindak dalam 21 Hari
“Alhamdulillah lulus dengan hafalan 30 juz, dan berhasil melanjutkan pendidikan di universitas impian saya. Jadi program tersebut sangat bermanfaat untuk saya pribadi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ia berhasil menghafal 30 juz Al-Quran berkat konsistensi dan bimbingan yang serius dari gurunya selama menempuh pendidikan di Bina Insani sehingga ia pernah mendapatkan penghargaan dari sekolah.
“Di luar jam pelajaran saya berusaha untuk fokus mengikuti kelas Takhosus. Tapi tidak lupa mengerjakan PR juga, jadi baik pelajaran biasa maupun menghafal Al-Quran saya lakukan dengan sebaik-baiknya,” katanya. (andika)





