Pelajar di Cikulur Latihan Silat untuk Alihkan Diri dari Medsos

Pelajar di Cikulur Latihan Silat untuk Alihkan Diri dari Medsos
Sejumlah pelajar di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak tengah melakukan latihan silat.

BANTENRAYA.CO.ID – Pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak memilih untuk mengikuti latihan bela diri pencak silat.

Langkah itu sengaja dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai aau gadget di tengah derasnya arus digital. Pada momen libur semester saat ini, latihan yang mereka lakukan menjadi lebih intens.

Salah seorang peserta, Winitamara (13), mengaku telah mengikuti latihan pencak silat sejak duduk di bangku kelas 1 SD.

Bersama teman-temannya, ia rutin datang berlatih usai mengaji.

BACA JUGA : Pulau Lima Resort Jadi Maldivesnya Banten

Menurutnya, kegiatan yang rutin digelar setiap Jumat dan Minggu malam itu merupakan ruang belajar sekaligus upayanya untuk melestarikan warisan budaya yang mulai ditinggalkan.

“Sudah latihan dari kelas 1 SD. Seru karena bisa belajar bela diri untuk menjaga diri sendiri. Saya ingin bisa lebih mahir,” ujar Winitamara, Minggu (5 Juli 2026).

Pada sela latihan, Winitamara mengaku mengalami sedikit kesulitan. Namun seiring berjalannya waktu, ia akhirnya mampu membuat gerakan dengan sempurna sambil diiringi suara tabuhan gendang berpadu dengan tiupan terompet khas silat pasundan yang turut memecah keheningan malam.

Baginya, pencak silat bukan sekadar mempelajari jurus bela diri, tetapi juga menjadi kegiatan yang menyenangkan karena dapat dilakukan bersama teman-teman seusianya. “Bagi diri sendiri ya buat jaga-jaga. Semoga bisa cepat bisa,” terang dia.

BACA JUGA : MBG Disetop, Harga Sembako Turun

Ketua Padepokan TTKDH Sinar Banten, Wawan (49) mengatakan, latihan pencak silat telah berlangsung sejak lama.

Selama masa libur sekolah, intensitas latihan ditingkatkan agar semakin banyak anak terlibat dalam kegiatan yang positif.

Menurutnya, peserta berasal dari berbagai kampung di di Kecamatan Cikukur. Bahkan, ada pula yang datang dari luar Kecamatan Cikulur, seperti Kecamatan Warunggunung dan Kecamatan Cibadak.

Saat ini, jumlah peserta mencapai lebih dari 20 orang, mulai dari siswa SD hingga SMA/SMK.

BACA JUGA : 1.800 Truk Tambang Seliweran Tiap Hari

“Tujuan latihan ini bukan hanya melestarikan budaya pencak silat agar tidak punah, tetapi juga mengalihkan perhatian anak-anak dari handphone.

Setidaknya penggunaan gawai mereka bisa berkurang. Kalau kita diam saja, bagaimana nanti,” kata Wawan.

Ia menjelaskan, seluruh jurus pencak silat diajarkan kepada para peserta. Namun, pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan bela diri, melainkan juga membentuk karakter, menanamkan kedisiplinan, serta membangun ruang interaksi sosial yang sehat bagi anak-anak.

“Semua jurus kami pelajari, tetapi fokus utamanya bagaimana anak-anak lebih banyak beraktivitas daripada terus-menerus bermain handphone,” ujarnya.

BACA JUGA : Gunung Anak Krakatau Waspada, Warga Biasa Saja

Wawan bersyukur kegiatan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.

Meski demikian, padepokan masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, terutama alat musik pengiring seperti gendang serta seragam latihan bagi para peserta.

“Saat ini kami masih kekurangan alat musik seperti gendang dan juga seragam latihan. Mudah-mudahan ke depan bisa kami penuhi sedikit demi sedikit,” tuturnya.

Ia berharap kebutuhan tersebut dapat terpenuhi secara bertahap. Selain itu, Wawan juga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dapat memberikan perhatian serta dukungan agar pembinaan pencak silat tradisional terus berkembang.

BACA JUGA : Gubernur Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Kami berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak dapat membantu pembinaan pencak silat agar terus berkembang,” ujarnya. (aldi)

Pos terkait