Sekolah Pinggir Jalan, Tempat Belajar Anak Jalanan

Sekolah Pingir Jalan, Tempat Belajar Anak Jalanan
BAGIKAN ILMU : Anggota SPJ membagikan ilmu pengentahuan kepada salah satu anak jalanan di Ciceri, Kota Serang, belum lama ini.

BANTENRAYA.CO.ID – Komunitas Sekolah Pinggir Jalan atau SPJ menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak di Kota Serang yang berjibaku di jalanan.

Berdiri sejak 2016, komunitas ini aktif menggelar kegiatan belajar di ruang publik, mulai dari baca menulis menghitung (calistung) hingga menjadi tempat bermain anak-anak.

Perwakilan SPJ Gusdar mengatakan, komunitas ini bisa menjadi tempat untuk anak-anak yang kesulitan bersekolah namun memiliki semangat belajar yang tinggi. SPJ menyedian lapak-lapak untuk belajar anak.

“Kita buka lapak titik kumpul, cuma enggak ada atap. Lapak kumpul bareng sama kawan-kawan, sama adik-adik,” ujarnya, Minggu (9 Agustus 2026).

BACA JUGA : KKM Kelompok 10 Uniba Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berkendara Sejak Dini Kepada Siswa SMP 22 Kota Serang

Ia menjelaskan, SPJ digerakkan oleh para relawan yang tidak dipungut bayaran namun rela memberikan partisipasinya. Hingga saat ini, jumlah anggota yang terlibat lebih dari 20 orang.

“Anggota tuh banyak, kalau dihitung jumlah kayaknya lebih dari 20 deh, kita gerakan kolektif tanpa ada ketua di dalamnya. Itu teman-teman yang punya keterlibatan penting secara tenaga, pikiran, dan keikhlasan,” katanya.

Berbeda dengan sekolah formal, SPJ tidak menjadikan calistung sebagai konsentrasi utama. Program yang dijalankan lebih menekankan pada pendekatan emosional.

“Konsentrasi utama tuh ya kita ingin tahu mereka lagi kenapa. Kita ingin tahu mereka lagi ada luka, lagi ada masalah apa. Meski begitu, kegiatan belajar tetap berjalan, ada calistung, mewarnai dan berimajinasi,” jelasnya.

BACA JUGA : Natasha Serang Kombinasikan Facial dan Skinbooster untuk Hasil Maksimal

Gusdar menuturkan, semangat pendidikan jalanan sudah ada sejak lama. Secara kelembagaan, kegiatan ini dimulai sejak 2016 dengan nama Dongeng Malam. Nama Sekolah Pinggir Jalan baru disepakati pada 2019.

“Dari tahun 2016 sebenarnya udah ada. Cuma namanya bukan Sekolah Pinggir Jalan tapi Dongeng Malam. Nah, akhirnya teman-teman memberi nama Sekolah Pinggir Jalan tuh di tahun 2019 lah,” paparnya.

SPJ juga ingin mengajak masyarakat melihat ulang fungsi ruang publik agar fasilitas umum bisa hidup dan digunakan untuk interaksi kegiatan belajar.

“Fungsi lapakan itu menurut saya pribadi ideal, karena memfungsikan fasilitas umum menjadi hidup. Bukan cuma dilalui, duduk gitu, ngopi, tapi ada interaksi dan ada cerita,” jelasnya.

BACA JUGA : Pemkab Serang Bakal Pasang Portal

“Sejauh ini sih aman-aman aja. Karena kan kita cuma ingin ngasih tahu aja sih ke teman-teman gitu, bahwa fasilitas umum tuh ya harus difungsikan secara ideal,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, awal mula terbentuknya SPJ adalah dari keresahan terhadap kondisi sosial saat ini. Banyak masyarakatat yang kehilangan kasih saying dan tidak mengeyam pendidikan.

“Dunia yang udah mulai kehilangan perasaan, sudah mulai kehilangan cinta. Akhirnya kita evaluasi secara pribadi. Kita coba untuk balik lagi ke titik awal dan melihat mereka bisa belajar,” ujarnya. (andika)

Pos terkait