Dibangun di Zona Terlarang Pantai Goa Langir, Gazebo hingga Warung Warga Ambruk di Terjang Gelombang Pasang

Gazebo dan warung warga di Pantai Goa Langir yang diterjang gelombang pasang pada Kamis, 28 Agustus 2025. (Aldi/Bantenraya.co.id)

BANTENRAYA.CO.ID – Sejumlah fasilitas wisatawan hingga warung semi permanen milik warga di Pantai Goa Langir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak ambruk setelah diterjang gelombang pasang.

Adapun fasilitas yang dimaksud ialah bangunan permanen seperti gazebo hingga tempat duduk wisatawan.

Berdasarkan keterangan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak, peristiwa itu terjadi pada Kamis, 28 Agustus 2025 sekitar pukul 12.30 WIB. Beruntung tak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

“Ada beberapa fasilitas yang ambruk setelah gelombang setinggi 3 meter menghantam fasilitas tersebut. Rusak parah,” kata Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komarasukma saat dihubungi.

BACA JUGA: Presiden Persebaya Tuntaskan Tantangan Bentang Jawa 2025, Bersepeda 1.500 KM dari Pantai Carita Banten ke Banyuwangi

Erwin mengungkapkan, peristiwa itu sendiri sebetulnya sudah diprediksi. Selain besarnya ombak, di daerah itu juga, menurut Erwin, merupakan zona yang dilarang untuk dilakukan pembangunan, terlebih jika pembangunan permanen. Himbauan bahkan telah diberikan ke para pemilik sejak lama untuk tidak melakukan pembangunan.

“Sudah lama zona tersebut memang dilarang untuk mendirikan bangunan karena bahanya. Kami sudah terus memberikan imbauan,” ungkapnya.

Kendati tak ada korban jiwa, Erwin menyebut kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Warga dan pengelola wisata harus menanggung kerusakan akibat tidak adanya zona aman yang dijaga secara ketat terlebih lokasinya yang berada di zona rawan.

“Akibat kejadian itu, sekarang menyisakan kerusakan dan reruntuhan dari bangunan tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA:Pantai Anyer Sepi Saat Libur Lebaran Idul Adha

Erwin mengakui bahwa gelombang tinggi sudah diprediksi sejak beberapa hari terakhir, namun lonjakan kekuatan ombak terjadi mendadak.

Ia meminta wisatawan dan pelaku usaha untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi berlanjut hingga awal September.

Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, Balawista telah memasang garis pembatas dan memperketat patroli pengawasan di sepanjang garis pantai. Rambu peringatan juga disiagakan agar wisatawan tidak beraktivitas di area rawan.

“Kami minta warga untuk tidak beraktivitas terlalu dekat dengan garis pantai dalam beberapa hari ke depan. Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi hingga awal September,” imbuhnya.

BACA JUGA:Pengunjung Pantai Pasir Putih Ciparay Sepi Akibat Gelombang Tinggi

Sementara salah seorang pengunjung, Arman menyebut bahwa kejadian tersebut cukup mengagetkan. Meskipun tak ada korban jiwa, Arman mengaku bahwa akibat kejadian itu ia harus lebih berhati-hati jika mengunjungi objek wisata.

Ia juga memintai agar pengelola memberikan rambu-rambu keselamatan yang jelas.

“Kalau bisa setiap fasilitas harus dipastikan keamanannya, jangan asal yang penting ramai. Harus diperhatikan apakah lokasi itu membahayakan atau tidak,” kata wisatawan asal Pandeglang tersebut.(Aldi)***

Pos terkait