Janda Anak Dua Diduga Dibunuh

Janda Anak Dua Diduga Dibunuh
EVAKUASI: Kepolisian mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan membusuk tergantung di pohon tangkil, Senin (18 Mei 2026) malam.

BANTENRAYA.CO.ID – Babay (40) janda anak dua asal Lingkungan Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang diduga jadi korban pembunuhan dan ditemukan tewas membusuk tergantung di pohon tangkil pada Senin (18 Mei 2026) malam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Banten Raya, korban pertama kali ditemukan oleh Rosikin (50), warga setempat sekitar pukul 17.00.

Saat itu Rosikin baru pulang dari aktivitas mencari rumput di kebun mendapat informasi dari anak-anak yang sedang bermain, bahwa terdapat mayat yang tergantung di pohon.

Mengetahui kejadian tersebut, Rosikin kemudian melaporkan penemuan mayat itu kepada pengurus RT/RW setempat dan diteruskan ke Polsek Cipocok Jaya.

BACA JUGA : Investor Saham Banten Naik 254 Ribu SID

Keponakan korban Andri mengatakan jika Babay dilaporkan hilang sejak Senin 11 Mei 2026 dini hari.

Kepergian ibu anak dua itu tidak diketahui oleh keluarga. Hingga pada Selasa (19 Mei 2026) pihak keluarga mendapatkan kabar dari kepolisian jika mayat yang tergantung tersebut merupakan bibinya.

“Keluarga nggak ada yang tau, pergi kemana,” katanya saat dikonfirmasi.

Andri mengungkapkan berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Babay diduga korban pembunuhan. Sebab dibeberapa bagian tubuhnya terdapat luka memar. “Ada dugaan bekas tamparan, dan pukulan, luka memar,” ungkapnya.

BACA JUGA : Pemprov Diminta Lebih Aktif Perjuangkan DOB Cilangkahan

Selain memar, Andri menjelaskan, barang berharga milik korban juga hilang. Hal itu menguatkan jika keluargannya itu memang korban pembunuhan. “Handphone dan emas hilang,” jelasnya.

Kapolsek Cipocok Jaya AKP Juwandi mengatakan, mayat perempuan tanpa identitas tersebut sudah membusuk.

Dugaan minyak oli yang ada pada tubuh korban, merupakan cairan pembusukan dari tubuh korban. “Saat ditemukan kondisi korban sudah membusuk, itu bukan oli,” kata AKP Juwandi.

Sementara itu, kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan mengaku pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan adanya unsur tindak pidana lainnya.

BACA JUGA : CMBBS Terapkan Kurikulum Cambridge

“Masih kami lakukan pendalaman. Korban juga sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi, kita tunggu hasilnya keluar,” ujarnya.

Alfano menjelaskan, kepolisian belum dapat memastikan dugaan pembunuhan sebelum hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten diterima penyidik.

Polisi memastikan, pihaknya juga telah menerima keterangan dari pihak keluarga yang mengaku mengenali korban. “Berdasarkan ciri-ciri, pihak keluarga ada yang mengenali,” jelasnya. (darjat)

Pos terkait