BANTENRAYA.CO.ID – Pertunjukkan seni drama dan tari atau sendratari bercerita tentang Geger Cilegon ditampilkan di pembukaan Cilegon Fest 2023.
Bukan hanya itu, Kostum Cilegon Etnic Carnival atau CEC juga tampil pada acara pembukaan Cilegon Fest 2023.
Pembukaan Cilegon Fest 2023 yang bagian dari Hari Ulang Tahun atau HUT ke 24 Cilegon dilaksanakan di Alun-alun Kota Cilegon pada Minggu, 7 Mei 2023 malam.
Cilegon Fest 2023 berlangsung pada 7-9 Mei 2023 di Alun-alun Kota Cilegon.
BACA JUGA:Potret Naff Hipnotis Ribuan Pasang Mata di Alun-alun Kota Cilegon
Pada Cilegon Fest 2023 ditampilkan booth industri, Usaha Kecil Menenga dan Organisasi Perangkat Daerah.

Pada pembukaan Cilegon Fest 2023, ditampilkan juga selain sendrtari juga perform band Naff.
Pembukaan Cilegon Fest 2023 juga dihadiri 25 Walikota Anggota Apeksi Wilayah III yang berbarengan akan melaksanakan Rakorkomwil Apeksi III di Cilegon pada Senin, 8 Mei 2023.
Ketua Apeksi Bima Arya Sugiarto yang juga Walikota Bogor berkesempatan membuka Cilegon Fest 2023 didampingi segenap unsur Forkopimda Kota Cilegon.
BACA JUGA:Bus Kemendag yang Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di KMP Royce 1 Sedang Antar Rombongan Nikah
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomin Kreatif pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata atau Disporapar Kota Cilegobn Nely Evalinda mengatakan, sendratari Geger Cilegon menceritakan tentang Cilegon masa lampau yang berkisah tentang perjuangan tokoh pahlawan kemerdekaan melawan penjajahan asing di tanah Banten khususnya di Cilegon.
“Perjuangan masyarakat Cilegon terhadap penjajahan Belanda dikenal dengan peristiwa Geger Cilegon, di mana peristiwa tersebut dipelopori oleh tokoh agama yang disegani masyarakat pada masa itu yaitu Ki Wasyid,” kata Nely.
Peristiwa Geger Cilegon, kata Nely, telah menginspirasi tokoh masyarakat Cilegon lainnya yakni Ki Arsyad Thawil yang dengan gigih berjuang melakukan perlawanan terhadap penjajahan asing yang telah mengakibatkan banyaknya penderitaan bagi rakyat.

“Setelah pertunjukan sendratari, acara dilanjutkan dengan pertunjukan kostum Cilegon Ethnic Carnival (CEC),” ungkap Nely.
BACA JUGA: Kesaksian Penumpang KMP Royce yang Terbakar di Perairan Merak, Api Berawal dari Charger di Bus
Menurut Nely, salah satu kostum CEC yaitu Kostum Industri merefleksikan bahwa setelah masa kemerdekaan, Cilegon tumbuh dan berkembang sebagai kota industri yang diawali dengan pendirian proyek baja Trikora pada tahun 1962.
Pabrik baja tersebut berubah menjadi PT Krakatau Steel pada tahun 1970.
“Dengan banyaknya pabrik-pabrik yang berdiri pada masa sekarang ini, maka membuat Cilegon mendapat sebutan sebagai kota industri, dan sebagai konsekuensinya, Kota Cilegon tumbuh menjadi kota heterogen dikarenakan banyak pendatang dari berbagai etnis atau suku bangsa tinggal dan bekerja di kota ini,” papa Nely.

Lebih lanjut kata Nely, perbedaan etnis bukanlah suatu masalah karena selama ini masyarakat Cilegon senantiasa hidup rukun dan damai dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
BACA JUGA: 12 Rumah Makan di JLS Cilegon yang Wajib Dikunjung Usai Berlibur dari Anyer
“Selain itu, ditampilkan pula beberapa kostum CEC lainnya yang mewakili ikon-ikon khas dari Kota Cilegon serta daerah atau etnis lainnya antara lain yaitu Kostum Golok, Garuda, Madat Pakubumi, Lesung Batik, Minang, Minahasa, Kuda Lumping, Bali, serta Fenghuang Queen,” urainya.***